
Hari ini Nadia memutuskan untuk kembali kuliah setelah 3 hari absen dengan alasan sakit.
Encik Rafiq mengantarnya menuju kampus.
Setelah acara makan malam di restoran kemarin, Nadia dan Encik Rafiq masih saling diam.
Hanya sesekali saja berbicara seperlunya.
Begitupun di sepanjang jalan menuju kampus, tidak sedikitpun terdengar suara Nadia yang biasanya berdendang riang mengikuti lagu yang keluar dari audio mobil.
"Kamu sakit apa Di??" tanya Lisa pada Nadia ketika mereka sudah duduk di ruang kelas menunggu dosen pengajar datang.
"Sakit hati..." jawab Nadia singkat dengan sebaris senyum.
"Sakit hati dengan siapa?? serius??" tanya Lisa lagi penasaran.
Lisa adalah satu-satu nya sahabat dekat Nadia yang tau persis permasalahan Nadia dengan Encik Rafiq.
Hanya Lisa yang tau kalau Nadia sudah menikah dan menjadi istri siri dari Encik Rafiq.
Nadia memang sudah menceritakan semua rahasianya pada Lisa sejak beberapa bulan lalu ketika iya merasa sudah yakin benar dengan persahabatan yang iya jalin dengan Lisa sejaka awal masuk kuliah.
"Nanti Aku cerita!" ujar Nadia lagi sambil berbisik.
"Kalau begitu habis kuliah kita ke kost an Aku ya.." ujar Lisa lagi yang penasaran dengan cerita Nadia.
Nadia mengangguk.
Nadia memang butuh Lisa untuk teman curhat agar beban nya sedikit berkurang.
Setelah kuliah selesai, Nadia dan Lisa berjalan perlahan menuju kost an Lisa yang berada tidak jauh dari kampus.
"Kriingg.." bunyi ponsel Nadia terdengar dari dalam tas ketika mereka baru saja tiba di depan kost Lisa.
__ADS_1
Nadia menghentikan langkah nya.
Meraih ponsel nya dan mengangkat nya.
"Assalamualaikum Mak.." jawab Nadia mengangkat panggilan telepon dari Emak nya di kampung.
"Waalaikumsalam.. Diah dimana?" tanya Mak dari seberang telepon.
"Di kampus Mak.." jawab Diah singkat.
"Mak ada dirumah Tuan Besar.. Mak tunggu Diah disini.. Mak butuh Diah menjelaskan semua nya.." ujar Mak dengan suara gemetar membuat Nadia kaget bukan kepalang.
Nadia panik lalu segera memesan ojek online.
Air mata nya sudah tidak terbendung.
"Diah.. istigfar.." ujar Lisa menenangkan.
Nadia menceritakan secara garis besar tentang permasalahan nya pada Lisa sambil menunggu ojek pesanan nya datang.
Ojek online pesanan nya akhirnya datang.
Nadia bergegas naik ke atas motor dan meminta Abang ojek untuk sedikit ngebut kearah rumah Datuk Iskandar.
"Assalamualaikum.." ujar Nadia dengan gemetar masuk kedalam rumah menuju dapur utama.
Tept di meja makan, terlihat Mak sedang menangsi dalam pelukan Mak Tua yang di hadapan nya ada Zizi duduk diam di atas kursi.
"Waalaikimsalam.." jawab Mak tua singkat.
Nadia mendekat kearah Mak.
Lalu sujud bersimpuh di kaki nya sembari menangis.
__ADS_1
"Maafkan Diah Mak.." ujar Nadia terus menangis.
"Berdirilah Diah.. Mak butuh penjelasan mu..!!" jawab Emak lalu mengangkat tubuh Nadia untuk bangkit.
Nadia berdiri.
"Jadi kamu, Rafiq dan semua orang di rumah ini sepakat untuk tidak memberitahu pada Mak tentang siapa Rafiq sebenar nya..??" tanya Mak lagi.
"Maaf Mak.. Diah yang meminta nya.. Diah takut Mak tidak akan setuju jika tau kalau Pakcik sudah ber istri" jawab Nadia pelan dan takut.
"Plaakkk" sebuah tamparan keras mendarat di pipi Nadia.
"Andai Mak tau.. Mak memang tidak akan pernah restu..!! Mak didik kamu untuk menjadi wanita baik-baik.. Bukan Wanita perebut suami orang.. !!" teriak Emak di wajah Nadia.
Nadia menangis tertunduk.
"Kamu sudah membuat malu Mak Diah..!!" ujar nya lagi menggoncang tubuh Nadia dengan kuat.
"Makk...Stop!!!" teriak Encik Rafiq yang baru saja tiba.
"Diah tidak salah Mak.. Rafiq yang salah..!!" ujar Encik Rafiq membela Nadia.
"Plaakk!!" sebuah tamparan keras juga mendarat di pipi Encik Rafiq.
" Ceraikan Diah sekarang juga.. Aku tidak sudi mempunyai menantu yang telah beristri. Kehormatanku jauh lebih berharga dari pada harta yang membutakan mata anakku..!!!" teriak Emak berapi-api.
"Mak.. tolong dengarkan dulu penjelasan Rafiq..!!" pinta Encik Rafiq lagi.
Emak menggeleng kuat.
Hati nya benar-benar terpukul.
Iya tidak menyangka ternyata Nadia anak semata wayang nya menjadi istri kedua dari Encik Rafiq.
__ADS_1
Dada nya terasa begitu sakit.
Dan akhirnya Emak pingsan tidak sadarkan diri.