Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 14. Akad


__ADS_3

Kondisi Datuk Iskandar semakin memburuk beberapa hari terakhir ini.


Beliau sudah tidak dapat lagi berbicara.


Cuma mimik wajah nya sajalah yang menjadi tanda pemberi isyarat bahwa iya masih mampu bertahan walaupun detak jatung dan pernafasan nya harus di bantu dengan alat medis.


Tuan Muda kemudian memanggil semua para pekerja nya untuk mengutarakan niat nya menikahi Nadia sesuai permintaan terakhir Papa nya.


"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan pada kalian semua tentang permintaan terakhir Papa kepada saya dan Nadia. Beliau ingin melihat kami menikah sebelum mata nya benar-benar tertutup. Saya dan Nadia sudah membicarakan masalah ini secara pribadi sebelumnya. Dan kami berdua sepakat untuk memenuhi permintaan terakhir Papa. Maka dari itu saya akan menikahi Nadia secara siri besok lusa. Dan saya minta bantuan dari kalian semua untuk mempersiapkan segalanya. Akad nikah akan berlangsung di rumah dakit di hadapan Papa.


Untuk Sugi, saya ingin besok pagi kamu berangkat ke kampung untuk menjemput ibu Nadia. Sementara Tamrin dan Pak Rital tolong bantu saya untuk persiapan. Dan Mak Tua juga Bik Sari tolong bantu Nadia ya..!!" ujar Tuan Muda panjang lebar menjelaskan.


Semua hanya bisa mengangguk menyetujui permintaan Tuan Muda tanpa ada yang protes. Termasuk Nadia.


Nadia sebenarnya juga telah menceritakan hal ini pada Mak Tua dan Bik Sari, sehingga mereka tidak terkejut sama sekali ketika mendengar Tuan Muda mengumumkan secara terang-terangan kepada mereka tentang perjodohan ini.


Kecuali Bang Sugi dan Thamrin, kedua nya kaget sekali ketika mendengar ucapan Tuan Muda barusan. Namun mereka tidak satupun berani membantah ataupun menyela ucapan Tuan Muda.

__ADS_1


Setelah rapat singkat selesai, Tuan Muda kembali kekantornya untuk bekerja. Sementara Nadia di antar oleh Sugi menuju rumah sakit untuk menjaga Tuan Besar.


"Bang.. Mak memang sudah tau masalah rencana pernikahan Diah dengan Pak Cik.. Tapi Mak belum tau kalau sebenar nya Pak Cik sudah punya istri. Jadi Diah mohon sama Abang jangan bagi tau Mak ya Bang.. Diah takut nanti Mak shock dan jantung nya kambuh kalau tau Diah nikah dengan suami orang. Abang paham kan posisi Diah..??Jadi tolong Diah ya Bang.. Please..!!" Ucap Nadia dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Sugi sangat mengerti posisi Nadia yang tidak bisa menolak permintaan Datuk Iskandar untik menikah dengan Tuan Muda.


"Abang paham.. Insyaallah semua akan berjalan lancar.. Apapun alasan kalian menikah, sejatinya pernikahan bukanlah untuk di permainkan. Mungkin Tuan Muda memang jodoh Diah. Abang doakan semoga dari hubungan terpaksa ini berubah menjadi cinta tak terpisahkan. Karena Abang tau betul kalau Tuan Muda adalah sosok yang sangat baik dan perhatian. Pernikahan pertama nya tidaklah berjalan baik. Semoga pernikahan nya dengan Diah kali ini bisa berakhir bahagia. Aamiin" ujar Bang Sugi menasehati Nadia.


Nadia cuma membalas nasehat Sugi dengan sedikit senyuman.


Sangat tidak mungkin rasanya pernikahan nya dengan Encik Rafiq akan berakhir bahagia.


Kesepakatan yang mereka buat tentang masa depan pernikahan yang hanya akan bertahan selama Datuk Iskandar hidup membuat Nadia merasa sakit setiap mengingat nya.


Kesepakatan yang hanya iya dan Encik Rafiq saja yang tau.


*****

__ADS_1


Ijab kabul pun berlangsung lancar dan hikmat.


Upacara akad sederhana di laksanakan di depan Datuk Iskandar yang terbaring lemah di tempat tidur.


Nadia terlihat begitu cantik dan anggun mengenakan kebaya sederhana berwarna putih tulang dengan balutan kain songket berwarna hijau lembut yang senada dengan jepit rambut berbentuk mahkota kecil berwarna hijau pula.


Sementara Tuan Muda terlihat gagah mengenakan setelan kemeja putih dan kopiah hitam yang membuatnya terlihat begitu kharismatik ketika mengikrarkan akad di depan penghulu dan Datuk Iskandar.


Yang hadir menjadi saksi pada pernikahan mereka hanyalah orang-orang terdekat saja dan Mak Nadia yang datang dari kampung bersama istri Abang Sugi.


Nadia terus meneteskan air mata selama upacara berlangsung.


Tangis nya semakin kuat ketika Datuk Iskandar memeluknya dengan linangan air mata bahagia.


"Mak doakan semoga ALLAH merahmati pernikahan kalian ya Nak.. Jadilah istri yang berbakti terhadap suami mu.. Istri yang senantiasa mendampingi suami dalam suka dan duka. Semoga keberkahan terlimpah atas kalian berdua. Aamiin" Doa Mak sambil memeluk Nadia erat dalam tangisan nya.


"Sekalipun pernikahan kalian tidak berlandaskan cinta.. Mak Tua tetap mendoakan yang terbaik dalam hubungan yang telah terjalin atas izin ALLAH ini. Semoga ALLAH kemudian menumbuhkan cinta diantara kalian hingga tak terpisahkan sampai ke Jannah.. Aamiin" ujar Mak Tua pula turut mendoakan.

__ADS_1


Tidak satupun suara yang terdengar dari mulut Nadia ataupun Tuan Muda.


Mereka terus saling bungkam satu sama lain dengan perasaan masing-masing yang berkecamuk.


__ADS_2