
"Mak Ipah... Hari ini Diah nak izin pergi ke kota sebentar.. Diah nak urus cuti kuliah dan membeli kartu telepon yang baru untuk menghubungi Mak di kampung" ujar Nadia meminta izin pada Mak Ipah.
"Pergilah.. seminggu sudah kamu disini tanpa memberi kabar pada Mak mu.. Dia mesti risau sangat memikirkan anak tunggalnya yang kabur tak berkabar sampai sekarang. Sampaikan salam Mak Ipah ya!" jawab Mak Ipah mengizinkan.
Nadiapun berangkat setelah sarapan pagi.
Sesampainya di kota, Nadia segera menuju kost Lisa sahabatnya.
"Ya ALLAH Diaahh... Kamu kemana aja?? Semua panik mencari mu??!" ujar Lisa sembari memeluk sahabat tercinta nya.
"Maaf Aku membuatmu risau.." jawab Nadia balas memeluk Lisa.
"Hampir setiap hari suamimu meneleponku bertanya tentang dirimu.. Mak mu juga beberapa kali meneleponku sambil menangis menanyakan kabarmu.. Kamu kemana? Kenapa harus kabur? kalau lagi ada masalah sebaiknya di selesaikan.. bukan malah kabur dari masalah!" ujar Lisa menasehatkan.
"Cuma ini yang bisa Aku lakukan Lis.. Aku mencintai nya.. Karena itulah Akh harus pergi.. Aku tidak pantas sama sekali untuk nya Lis... " ujar Nadia mulai menangis.
Nadia kemudian menceritakan tentang peetemuan nya dengan Zizi yang akhirnya membuka mata nya untuk sadar akan siapa dirinya dan siapa Encik Rafiq.
__ADS_1
"Kami ibarat Langit dan Bumi... Ibarat Upik Abu dan sang Raja.. Tak akan pernah pantas Aku untuk mendampinginya. Aku tidak ingin Dia hancur karna Aku.. Aku ingin Dia bahagia bersama istrinya yang memang pantas untuk mendampinginya" ucap Nadia dengan pilu.
Lisa memeluknya memberi kekuatan.
"Tapi sampai kapan kamu mau lari Di??" tanya Lisa lagi.
"Sampai Aku kuag untuk kembali bertemu dengan nya dan mengatakan pada nya untuk menceraikanku.." ujar Nadia lagi sambil menyeka air matanya.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan saat ini? Sebenarnya kamu sekarang tinggal dimana?" tanya Lisa lagi.
"Aku ingin mengurus cuti kuliah selama setahun dulu.. Setelah semua masalahku selesai dan anakku lahir, insyaallah Aku akan kembali melanjutkan kuliah. Untuk sementara Aku tinggal bersama Mak Ipah, saudara sepupu Mak. Dan mungkin Aku akan disana sampai anakku lahir Lis" ujar Nadia lagi menjelaskan tentang kedatangan nya.
Nadia menggeleng.
"Dia tak perlu tau Lis.. Biarlah anak ini menjadi tanggung jawabku saja" ujar Nadia lagi lalu membelai perut nya yang sedikit mulai menonjol.
"Tapi Encik Rafiq kan ayah nya Di.. Dia mesti tau.. Tidak baik menyembunyikan nya Di.." ujar Lisa lagi mengingatkan.
__ADS_1
"Suatu saat nanti pasti akan Aku beri tahu Lis.. Tapi tidak untuk saat ini" jawab Nadia dengan tegar.
"Baiklah jika itu menjadi keputusanmu... Aku hanya bisa mendukungmu.. Kalau begitu tunggu ya.. Aku temani kamu kekampus.." ujar Lisa pula, lalu beranjak untuk bersiap-siap.
Nadia mengangguk.
Fikiriran nya jauh menerawang.
Ucapan Lisa ada benarnya, sebaiknya iya tidak lari dari masalah yang sedang di hadapinya.
Namun cuma ini yang mampu Nadia lakukan untuk sementara ini. Kabur dari Encik Rafiq suaminya.
Nadia tau betapa sebenarnya Encik Rafiq mencintai dirinya.
Tapi ucapan Zizi seminggu yang lalu membuat Nadia harus mengambil sikap dalam menentukan kelanjutan pernikahannya dengan Encik Rafiq.
Zizi membuat Nadia sadar kalau dirinya tidaklah pantas menjadi istri Encik Rafiq.
__ADS_1
Nadia kabur dengan harapan Encik Rafiq dapat kembali bersama Zizi istri sah nya yang memang pantas untuk Encik Rafiq dan meninggalkan dirinya yang hanyalah seorang perempuan kampung yang di nikahi secara siri.