
Setelah melakukakan rapat tertutup bersama para direksi dan investor, akhirnya di dapatlah keputusan yang cukup bijak untuk menyikapi kasus Meri yang telah mencoreng nama baik perusaahan.
Meri tidak akan di kasuskan ke pengadilan dengan tuntutan pencorengan nama baik dan fitnah, jika iya bersedia mengakui kesalahan nya di depan awak media serta mengajukan surat pengunduran diri nya secara pribadi ke perusahaan.
Meri pun menyetujuinya.
Di depan para direksi Meri mengakui alasan nya melakukan semua ini karena merasa cemburu pada Nadia dan dengan terang-terangan Meri mengakui kalau dirinya sudah menyukai Encik Rafiq dari sejak awal pertama iya kerja di Belibis group sebagai sekertaris pribadi Encik Rafiq.
Meri bersama Zizi dan Encik Rafiq kemudian melakukan konfrensi pers guna mengklarifikasi tentang berita yang telah terlanjur tersebar.
Di depan awak mendia, Meri mengakui kesalahan nya, meminta maaf dan akan mengajukan surat pengunduran diri nya secara terhormat.
Sedang kan Encik Rafiq dan Zizi kemudian menceritakan secara garis besar dan sejujur- jujurnya tentang apa yang sebenar nya telah terjadi dalam hubungan rumah tangga mereka.
Mereka sepakat meminta maaf dan memperbaiki nama baik Nadia yang telah tercoreng akibat berita yang telah di edarkan Meri.
"Sejujurnya kami memang telah sepakat untuk berpisah dalam hal rumah tangga, namun dapat di pastikan kalau kami akan tetap bersama dalam membangun Belibis group agar mampu menjadi perusahaan terbaik di Indonesia" ujar Zizi dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Zizi tampak begitu anggun ketika menyampaikan dengan tegas alasan perpisahan mereka yang bukanlah karena adanya Nadia, melaikan karena perbedaan prinsip mereka yang memang sudah terjadi sejak awal pernikahan.
Dan akhirnya, Semua masalah perusahaan kelar. Zizi dan Encik Rafiq kini merasa sangat lega.
"Fik.. kamu tidak makan?" tanya Zizi ketika mereka sedang makan siang bersama di salah satu restoran yang berada tidak jauh dari kantor.
"Aku tidak lapar"jawab Encik Rafiq menggeleng sambil kembali menyeruput teh hangat pesanan nya.
Rasa mual kembali menyerang nya.
Encik Rafiq segera mengangkat telepon nya.
"Assalamualaikum Mak Tua.. ada apa?" tanya Encik Rafiq pada Mak Tua.
"Waalaikum salam Tuan... Mak nak izin keluar dengan Sugi, mau pergi antar Diah dan Mak nya membeli pakaian bayi. Boleh Tuan?" tanya Mak Tua dsrj seberang telepon.
"Tentu saja boleh Mak... Rafiq transferkan Mak duit untuk bayarkan semua ya Mak.. Tapi jangan bilang Diah duit nya dari Rafiq.. Mak paham maksud Rafiq kan?" ujar Encik Rafiq lagi pada Mak Tua.
__ADS_1
"Baik Tuan.. Mak paham" jawab Mak Yua singkat.
"Nanti tolong kabari Rafiq juga ya Mak tempat beli baju nya.. "ujar Encik Rafiq lagi.
"Baik Tuan.. Nanti kalau dah sampai, Mak telepon Tuan Muda ya.." jawab Mak Tua lagi menutup teleponnya.
"Mak Tua kenapa?" tanya Zizi pada Encik Rafiq setelah Encik Rafiq menutup telepon nya.
"Mak Tua izin untuk pergi menemani Nadia membeli perlengkapan bayi" jawab Encik Rafiq tersenyum.
"Fik.. Setelah kita resmi bercerai, Aku harap kamu kembali pada Nadia. Dia wanita yang baik Fik.. Dialah yang pantas menjadi pendampingmu.. Aku minta maaf atas semua keegoisan ku.. Aku lah yang menyebabkan Kalian berpisah, padahal Aku tau waktu itu Nadia sedang hamil, tapi Aku tetap meminta nya untuk meninggalkan mu. Kembalilah padanya Fik. Anak di dalam kandungan nya butuh kamu Fik.. Bapak kandung nya!" ujar Zizi meminta maaf atas semua kesalahan masa lalu nya.
"Aku akan lakukan yang terbaik untuk mereka berdua Zi.. Sekalipun kami tidak bersama lagi, akan Aku pastikan mereka baik-baik saja dan Aku pasti akan bertanggung jawab atas hidup mereka semampuku" jawab Encik Rafiq dengan senyum yang tamoak begitu di paksakan.
"Aku doakan yang terbaik untuk kalian berdua" ujar Zizi lagi memberi semangat pada Encik Rafiq.
"Makasih" jawab Encik Rafiq singkat.
__ADS_1