Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 30. Ucapan Selamat Pagi


__ADS_3

Setelah shalat subuh Nadia beranjak hedak meninggalkan kamar menuju dapur untuk membantu Mak Tua dan Bik Sari menyiapkan sarapan.


"Mau kemana?" tanya Encik Rafiq menghentikan langkah Nadia yang hampir sampai di depan pintu kamar.


"Kedapur By.. Mau bantuk Mak Tua siapkan sarapan" jawab Nadia sambil tersenyum manis kearah sang suami.


"Sini dulu bentar..!" pinta Encik Rafiq yang masih berbaring malas di atas tempat tidur.


Nadia pun menuruti perintah sang suami.


"Kenapa?" tanya Nadia mendekat.


"Ada kewajiban pagi yang mulai sekarang harus sayang lakukan sebelum keluar kamar!!" ujar Encik Rafiq dengan manja sembari menarik lengan Nadia untuk duduk disisi ranjang.


"Kewajiban apa?" tanya Nadia bingung


" Beri ucapan selamat pagi untuk suami!!" jawab Encik Rafiq lalu menunjuk pipi kanan nya minta di cium.


Nadia tersenyum malu mendengar permintaan aneh Encik Rafiq.


"Wajib?? Berarti harus Diah lakukan setiap pagi sebelum keluar kamar? kalau tidak Diah berdosa dong?" tanya Nadia mengolok sang suami.


"Yup.... Kalo gak.. gak boleh keluar kamar!!" jawab Encik Rafiq sambil menciumi jari-jemari Nadia yang diraihnya tadi.


Nadia tertawa kecil mendengar nya.

__ADS_1


"Baiklah..." jawab Nadia sembari mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi kanan Encik Rafiq.


"Mmuaach" kecup nya singkat dan segera berdiri memalingkan wajahnya yang memerah menahan malu dan gugup.


Encik Rafiq tersenyum bahagia.


"Diah kedapur ya..!" ujar Nadia dan mulai melangkah keluar.


"No... Belum boleh.." jawab Encik Rafiq kemudian meraih pinggang Nadia kedalam pelukan nya dengan satu tarikan lengan.


"Yang satu lagi belum sayang.." ujarnya lagi sambil menyodorkan pipi nya yang sebelah kiri.


Nadia menggeleng dan tersenyum kecil.


"Muuachh" kecup nya lagi dengan durasi agak sedikit lama.


" Belum... Satu lagi.. Bonus!!" jawab Encik Rafiq lagi lalu kembali meraup bibir mungil Nadia dengan nafsu lalu turun memberi jejak gigitan drakula tepat dibalik kerah baju kaos berwana ungu yang Nadia kenakan.


Nadia hanya bisa memejamkan matanya menikmati getaran hebat yang mendesir dari gigitan kecil Encik Rafiq.


"Jenjang lehermu yang indah ini selalu membuatku bernafsu" bisiknya di telinga Nadia.


" Pipi mu yang memerah seperti udang rebus ketika menahan malu juga selalu membuatku ingin menghujani nya dengan ciuman-ciuman menggemaskan" ucap nya lagi masih sambil berbisik.


"Cara mu memanggil ku dengan manja juga selalu membuatku ingin mengigit bibir kecil mu dengan rakus" ucap nya lagi sambil menyelipkan rambut Nadia yang tergerai kebelakang telinga nya.

__ADS_1


Nadia hanya bisa tersenyum bahagia atas pujian- pujian yang keluar dari mulut sang suami.


"I Love you.. Really love you Nadia Juwita" ucap Encik Rafiq memanggil lengkap nama Nadia dengan menatap tajam kearah mata nya.


"I love you too" jawab Nadia pelan lalu mengangkat kedua kaki nya untuk berjingkit dan melingkarkan kedua tangan nya kedalam leher sang suami.


Dan,


"Srlupp" diraihnya bibir kokoh Encik Rafiq kedalam mulutnya.


Lagi,


Mereka kembali saling berbagi saliva.


Saling meluapkan perasaan yang tak mampu lagi mereka pendam sendiri.


Nadia begitu bahagia.


Begitupun Encik Rafiq suaminya.


Kebahagiaan mereka yang di penuhi dengan cinta terlihat jelas di wajah yang berseri-seri menyambut pagi.


Datuk Iskandar turut bahagia melihat raut wajat Encik Rafiq yang kini tidak lagi terlihat bertekuk suram dan sendu.


" Inikah nama nya cinta.. Oh inikah Cinta.. Cinta pada pandang pertama.. Nanananana..." olok Bang sugi menyanyikan lagu untuk Nadia yang tertunduk menahan malu.

__ADS_1


Sementara Mak Tua, Bik Sari, Bang Thamrin dan Pak Rital ikut tertawa mengolok Nadia yang sedang berbunga-bunga karena jatuh cinta.


__ADS_2