Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 83. Kebahagiaan yang Sempurna


__ADS_3

Encik Rafiq sedang Asik menggendong bayi mungilnya sambil bersenandung kecil penuh bahagia.


Sesekali di kecupnya dengan gemas pipi mungil sang bayi yang begitu mirip dengan wajah dirinya.


"By... Sini dedek nya.. Aby makan dulu.. Terus minum obat.. Ingat Aby gak boleh lagi telat makan.. " ucap Nadia yang sudah selesai mempersiapkan makan malam untuk sang suami.


Nadia kemudian meraih sang bayi dari gendongan Encik Rafiq.


"Baiklah.." jawab Encik Rafiq tanpa membantah.


Encik Rafiq duduk menikmati makan malam nya di temani Nadia dan si bayi mungil.


"Mak dan yang lain sudah pada makan? Sayang sendiri gak makan? "tanya Encik Rafiq sambil menyuap makanan kedalam mulutnya.


"Itu lagi pada makan di dalam sambil masak untuk acara besok" jawab Nadia singkat.


"Owh.. Masih ada yang kurang untuk besok? " tanya Encik Rafiq lagi.


"Alhamdulillah Udah siap semua By.. Aby tenang aja ya.. " jawab Nadia meyakinkan suaminya tentang persiapan acara walimatul aqiqah untuk bayi mereka sekaligus selamatan atas kembali sehat nya Encik Rafiq setelah berhasil mendapatkan donor ginjal dari Mak Ipah.


"Alhamdulillah.. " jawab Encik Rafiq pula dengan bahagia.


Kebahagiaan Encik Rafiq benar-benar sempurna saat ini.

__ADS_1


Setelah mendapatkan ginjal dari Mak Ipah, perlahan kesehatannya kembali pulih seperti sediakala.


Encik Rafiq dan Nadia akhirnya menmutuskan untuk kembali tinggal dirumah mereka.


Rumah warisan Almarhum Datuk Iskandar.


Dan besok adalah hari yang begitu dinantikan.


Perayaan aqiqah dan selamatan atas kembali sehat nya Encik Rafiq, juga tentu sekaligus perayaan pernikahan mereka yang kini telah kembali rujuk.


Encik Rafiq mengundang Sseuruh karyawan dan para kolega-kolega nya tanpa terkecuali.


Encik Rafiq ingin semua mengetahui tentang kehidupan baru nya saat ini bersama Nadia dan bayi mungil mereka.


Bayi mungilpun tertidur pulas di dalam tempat tidurnya.


"Sayang.. makasih ya untuk semua nya.. Abang begitu bahagia saat ini.. Kehadiran sayang dan bayi kita menjadi kado terindah Dari ALLAH untuk Abang menjalani hidup yang baru. Abang janji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan hidup kedua yang telah ALLAH berikan pada Abang ini.. I love you sayang.. " bisik Encik Rafiq sambil mencium kening Nadia berulang kali.


"I love you too By.. " jawab Nadia terharu.


"By.. kalau difikir-fikir, rumah sakit tu benar-benar jadi tempat yang begitu bersejarah dalam hubungan kita kan?? kita menikah Siri disana, lalu Aby ceraikan Diah pun disana, Diah lahiran juga disana, Aby sakit dan kembali sembuh juga disana, dan kita kembali menikah juga disana pula. Rumah sakit itu benar-benar jadi monument bersejarah untuk hubungan kita By.. " Ujar Nadia tertawa bahagia.


Encik Rafiq mengangguk dan ikut tertawa.

__ADS_1


"Sayang.. Abang juga sangat menyadari hal Itu, karena Itulah rumah sakit itu telah Abang beli dan kini sudah sah menjadi hak milik kita Dan juga telah Abang buat atas nama sayang... Terhitung mulai bulan depan, sayang adalah pemimpin baru di rumah sakit itu.. " ungkap Encik Rafiq lagi mengagetkan Nadia.


"Aby.. Serius?? " tanya Nadia kaget tidak Percaya.


Encik Rafiq mengangguk kuat meyakinkan.


"Abang akan mengajarkan sayang perlahan-lahan Cara membangun Bisnis yang baik.. Dimulai dari rumah sakit itu bukan depan" Ujar Encik Rafiq lagi dengan jelas pada Nadia istrinya.


"Masyaallah By.. " Ucap Nadia memeluk sang suami dengan bahagia.


Encik Rafiq membalas pelukannya.


Pelukan hangat dari tubuh mungil yang begitu iya rindukan.


aroma tubuh Nadia yang selalu wangi membuat Encik Rafiq selalu ingin memeluknya.


Dan Malam ini, kebahagiaan yang sempurna kembali memenuhi kehidupan Encik Rafiq dan Nadia.


Dalam remangnya temaram lampu.


Encik Rafiq dan Nadia saling meluahkan kerinduan di balik hangatnya selimut.


"Sayang.. I love you.. " bisik Encik Rafiq lagi dengan tidak bosan nya.

__ADS_1


"Love you too By.. " jawab Nadia dengan sedikit desahan Manja.


__ADS_2