Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 55. Bertemu Zizi


__ADS_3

Nadia berjalan masuk kedalam Morning Resto, sebuah restoran yang cukup ternama yang berada tidak terlalu jauh dari hotel Belibis.


Disudut Resto tampak Zizi sudah datang sejak tadi.


Zizi duduk santai menikmati secangkir lemon tea sembari menanti kedatang Nadia.


"Bismillah" ucap Nadia melangkah kearah Zizi dengan perasaan berkecamuk.


Kaki nya terasa amat berat untuk melangkah.


Nadia begitu cemas dan takut.


"Assalamualaikum" ujar Nadia menyapa Zizi yang selalu terlihat cantik dan modis.


Zizi mengenakan setelan kemeja berwarna biru dengan jeans senada yang membentuk lekuk tubuhnya yang begitu ramping.


Tas dengan merk chanel berwarna senada juga terletak manis di atas meja.


Zizi tampak begitu sempurna sebagai seorang wanita.


Sungguh jauh berbeda dengan Nadia yang hanya bertubuh mungil dengan pakaian sederhana saja.


Nadia agak sedikit minder dibuatnya.


"Waalaikumsalam" jawab Zizi singkat dengan senyuman yang cukup sinis.


"Duduklah" ujarnya pada Nadia.

__ADS_1


Nadia mengangguk dan duduk tepat di hadapan Zizi.


"Ada apa? kenapa memintaku untuk bertemu?" tanya Nadia pelan.


"Menurutmu??? tentu saja Aku ingin membicarakan masalah Rafiq.. Aku ingin kamu minta cerai dari nya.. itupun kalau kamu memang benar-benar sayang pada nya. Kamu harus tau, kalau seandainya hubungan mu dengan Rafiq terbongkar maka Rafiq akan hancur sehancur-hancurnya. Rafiq pasti tidak akan pernah memberitahumu bagaimana jadi nya jika perselingkuhan kalian diketahui semua orang. Tidak hanya karir nya yang akan hancur. Bahkan hidupnya pun akan hancur. Semua orang akan menyalahkan nya. Dan Dia sudah pasti akan di pecat dari perusahaan, kamu tau karna apa?? karna 65% saham yang ada di Belibis group itu adalah milik almarhum Papa ku. Jadi artinya, Rafiq tidak akan pernah bisa menceraikan ku hanya untuk gadis kampung seperti kamu!!! Dan kamu seharusnya sadar diri!!! Kamu tidak pantas sama sekali untuk nya.. Jadi sebaiknya segera tinggalkan Rafiq" ujar Zizi menghancurkan hati Nadia.


"Satu hal lagi yang mungkin seharusnya kamu tau. Aku dan Rafiq sudah mulai membaik. Kami sudah kembali melakukan kewajiban kami sebagai suami istri. Kami bahkan merasa seperti kembali menjadi pasangan pengantin baru ketika kami berada di Bintan beberapa hsri yang lalu. Dan sebentar lagi Dia pasti akan kembali mencintaiku. Karena sesungguhnya kamu hanyalah pelampiasan untuk nya. Kamu datang di waktu yang tepat ketika hubunganku dengan Rafiq bermasalah, Tapi sekarang Aku sudah kembali. Aku datang untuk memperbaiki semua kesalahku pada nya. Dan Aku sangat yakin Dia masih mencintaiku sampai saat ini. Dan kamu hanyalah ssorang pelampiasan sementara. Jadi sebaiknya segeralah sadar diri dan lepaskan suami ku!!" ujar Zizi lagi semakin menghancurkan hati Nadia.


Nadia terdiam tidak menjawab.


Tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Matanya mulai berair.


"Ohya.. Aku harap kehamilanmu tidak membuat mu besar kepala lalu menjadikan nya sebagai senjata untuk terus memanfaatkan suami ku!!" ujar Zizi lagi dengan sangat ketus lalu pergi meninggalkan Nadia yang sudah tidak mampu membendung air matanya.


Lama Nadia terpaku dan terus meneteskan air mata.


"Apa yang harus Aku lakukan ya ALLAH?" bisiknya dalam hati.


Nadia kemudian meraba perutnya dengan lembut.


Perasaan nya begitu semakin kacau.


"By.... Sebaiknya kita berpisah saja.." tulis Nadia singkat lalu mengirim pesan WA pada sang suami.


"Kriinggg..kringg.." suara HP nya bergetar.

__ADS_1


Jelas itu adalah panggilan telepon dari Encik Rafiq sang suami.


Tapi Nadia enggan mengangkatnya.


Lalu Nadia segera pulang ke apartemen nya dan membereskan semua pakaian untuk kabur.


Ucapan Zizi membuat hati nya semakin sakit.


Mungkin bercerai memang adalah jalan terbaik untuknya dan Encik Rafiq.


Harapan Encik Rafiq untuk menjadi adil diantara diri nya dan Zizi tidak akan pernah jadi kenyataan.


Karena sesungguhnya Zizi tidak akan pernah sudi menerimanya sebagai madu nya.Dan iya memang hanyalah benalu diantara pernikahan Encik Rafiq dan Zizi.


Benalu yang memang tidak akan pernah pantas untuk menjadi istri Encik Rafiq.


Sampai kapanpun.


Dan tekad Nadia sudah bulat.


Dengan tangisan pilu iya tinggalkan apartemen.


Dia pergi secepat nya agar tidak sempat bertemu dengan Encik Rafiq.


Karena iya tau, Encik Rafiq adalah kekalahan nya.


Dan jika iya bertemu dengan Encik Rafiq, maka akan dapat di pastikan iya akan kembali luluh dengan tatapan dan permintaan maaf nya.

__ADS_1


"Selamat tinggal By.." ucapnya dalam hati.


Nadia mematikan HP nya dan membuang kartu telepon nya agar Encik Rafiq tidak akan bisa lagi menghubungi nya.


__ADS_2