
Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya jurusan Akutansi menjadi pilihan Nadia sebagai jurusan untuk nya memulai kuliah di salah satu universitas swasta di kotanya.
Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran ulang di kampus yang ingin iya daftar.
"Tolong antar Diah pergi daftar ulang ya Fiq..!! Sebentar saja cuma antar berkas saja kok.." ujar Tuan besar pada Encik Rafiq anak nya.
"Rafiq gak bisa Pa.. Rafiq ada rapat.." jawab Tuan Muda menolak perintah Papa nya.
"Sebentar saja.. Lagi pula kampus nya kan searah dengan kantor mu.. Sugi tidak bisa karena harus mengantar Papa untuk chek up ke dokter bersama Thamrin. Kalau perlu rapat nya di tunda besok saja...!" ujar Tuan Besar lagi kemudian.
"Baiklah.." jawab Tuan Muda singkat terdengar agak kesal karena tidak bisa menolak perintah Papa nya.
Nadia hanya diam saja dan tetap menyantap sarapan nya tanpa bicara satu kata pun.
"Segera habiskan sarapan mu, Saya tunggu kamu di mobil!" ucap Tuan Muda dengan Nada sinis pada Nadia.
Nadia hanya mengangguk pelan tanpa menjawab dan segera menghabiskan sisa sarapan nya lalu berlarian menyusul Tuan Muda menuju parkiran mobil.
Nadia gugup sekali duduk di samping Tuan Muda yang terlihat semakin tampan mempesona ketika mengendarai mobil Lamborgini Veneno berwarna putih milik nya.
Bagi Nadia ini adalah pertama kali nya iya duduk sangat dekat dengan Tuan Muda hingga aroma parfum nya tercium cukup lekat di hidung bangir Nadia.
"Parfum nya pasti mahal banget.. wangi nya sampai kecium satu mobil.. gsnteng.. keren.. cool.. macho.. wangi.. kaya raya.. Masyaallah... Bagaimana mungkin bisa ditinggalin istri?" tanya Nadia dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"Saya tidak bisa berlama-lama, selesaikan urusan mu dengan cepat dan segera kembali jika sudah selesai. Saya tunggu kamu di parkiran..! Berikan nomor HP mu..!" Ujar nya lagi sembari tetap fokus menyetir mobilnya.
"Oke.." jawab Nadia singkat.
Segera setelah sampai di kampus, Nadia bergegas turun dari mobil nya dan segera menuju ruangan pendaftaran ulang untuk jurusan Akutansi sesuai keinginan nya.
"Hai.. Anak baru juga? Saya Lisa.. salam kenal..!" ucap nya menjulurkan tangan nya pada Nadia.
"Nadia.." jawab Nadia pula membalas jabat tangan Lisa teman baru nya.
Tidak perlu lama untuk Nadia dan Lisa menjadi teman dekat sebagai mahasiswi baru jurusan Akutansi.
Setelah selesai melakukan pendaftaran ulang Nadia berpamitan untuk pulang pada Lisa dan saling bertukar nomor HP sebelum berpisah.
"Sampai ketemu lagi.. hati-hati di jalan ya.. Pulang sama siapa?" tanya Lisa lagi pada Nadia.
"Sama Pak Cik.. Ada di parkiran nungguin saya" jawab Nadia lagi sambil melambaikan tangan pada Lisa.
"Kita langsung ke kantor ya.. Tidak akan keburu waktu jika harus mengantar mu pulang dulu.." ujar Tuan Muda ketika Nadia sudah duduk di dalam mobil bersama nya.
"Oke.. Kalau begitu Diah telepon Datuk untuk mengabari kalau kita pulang telat ya.." ujar Nadia dengan sangat sopan.
"Tak perlu.. Tadi saya sudah mengabari Papa terlebih dahulu" jawab Nya lagi sambil melirik sedikit kearah Nadia.
__ADS_1
Nadia begitu takjub melihat indah dan megah nya perusahaan milik keluarga Encik Rafiq.
Dengan setengah berlari, Nadia mengejar rafiq yang berjalan sangat cepat sekali menuju lift.
"Kamu tunggu saya disini, sebentar lagi akan ada Meri sekertaris saya yang datang menemui kamu..!" Ucap Rafiq kemudian setelah mengantar Nadia keruang kerja nya.
Nadia hanya menjawab dengan anggukan kepala tanda mengerti.
Tidak lama setelah kepergian Rafiq ke ruang rapat, seorang wanita dengan pakain yang cukup seksi masuk keruang kerja Rafiq sambil membawakan Nadia makan siang.
"Hai.. Saya Meri.. Sekertaris pribadi Encik Rafiq.." Ujarnya memperkenalkan diri.
"Nadia.. Sepupu Pak Cik Rafiq" jawab Nadia singkat karena merasa agak canggung di perhatikan dengan sinis oleh Meri.
"Saya baru tau kalau Encik Rafiq memiliki seorang sepupu.. Apa kamu tau kalau Belibis Group ini merupakan sebuah perusahan besar yang bergerak di bidang perhotelan dan properti yang didirikan oleh Datuk Iskandar bersama teman kuliah nya bernama Datuk Anwar. Datuk Anwar dan istrinya telah meninggal dua tahun yang lalu akibat kecelakaan pesawat. Beliau hanya mempunyai seorang putri bernama Zizi yang merupakan istri dari Encik Rafiq. Pernikahan Encik Rafiq dan Zizi tidaklah di landaskan oleh cinta. Pernikahan mereka hanyalah sebuah pernikahan bisnis belaka.
Zizi sekarang sedang melanjutkan sekolah nya di salah satu universitas yang ada di Sidney, Australia. Dan semua karyawan kantor tau cerita ini. Dan semua wanita di kantor ini sibuk mencari perhatian Encik Rafiq.. Jadi, sekalipun kamu saudara sepupu nya, semoga kamu tidak berfikiran untuk ikut serta dalam perlombaan memperebutkan hati Encik Rafiq. Lagi pula kamu masih terlalu muda dan polos untuk itu. iya kan?" ujar nya panjang lebar pada Nadia.
Nadia hanya mengangguk merasa terpojokkamln oleh omongan Meri.
Terlihat sekali kalau Meri cemburu ketika melihat Rafiq membawa Nadia kedalam ruangan kerja pribadi nya.
"Ohya... ini makan siang mu.. Tadi Encik Rafiq memintaku untuk mengantarkan nya.." ucapnya lagi lalu meninggalkan Nadia sendirian tanpa memperdulikan ucapan terimakasih dari Nadia.
__ADS_1