
Setelah menjadi anak angkat Datuk Iskandar, Nadia merasa semakin beruntung.
Tugas nya menjadi perawat Datuk Iskandar tentu saja masih di jalaninya dengan sangat baik.
Datuk Iskandar merasa sangat bahagia karena Nadia begitu pandai membuat Datuk merasa senang setiap hari nya.
Rumah yang dulu nya terasa sepi berubah menjadi ramai semenjak kehadiran Nadia di dalam keluarga Datuk Iskandar.
Nadia suka sekali bernyanyi.
Suara nya cukup merdu untuk di dengar.
Karena itulah setiap kali Nadia bernyanyi tidak satu orangpun meminta nya untuk berhenti, malah yang mendengarkan akan merasa terhibur dengan suara indah nya.
Sifat periang dan polos nya juga selalu menghibur semua orang yang ada di sekitar nya.
Sehingga setiap orang yang berada di dekatnya akan merasa bahagia dan ceria jika bersama dengan Nadia.
Encik Rafiq alias Tuan Muda sendiri tidak pernah mempermasalahkan nya.
Dia tidak terlalu perduli ketika Papa nya, Tuan Besar mengangkat Nadia menjadi anak angkat nya.
Bagi Tuan Muda yang terpenting adalah kondisi kesehetan Papa nya yang kini semakin membaik semenjak kehadiran Nadia sebagai perawat pribadi Papa nya.
Kondisi kesehatan Tuan Iskandar memang semakin membaik semenjak kehadiran Nadia.
__ADS_1
Beliau sudah tidak lagi menggunakan kursi roda.
Walaupun masih dengan bsntuan tongkat, tapi keadaan ini sudah cukup jauh lebih baik dari pada keadaan sebelum nya.
"Bulan depan Papa ingin kamu mencarikan informasi tentang beberapa universitas yang pantas untuk Nadia. Oke?" ucap Tuan Besar pada Encik Rafiq ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi.
"Gak bisa Pa.. Jadwal Rafiq terlalu padat untuk mengurus hal itu.. minta tolong Sugi sajalah.." jawab Tuan Muda pada Tuan Besar.
"Tidak ada satupun di rumah ini yang mengerti tentang universitas selain kamu termasuk Sugi. Dia itukan cuma tamatan SMP, mana mungkin bisa mencari tau informasi tentang universitas untuk Nadia kuliah..!!" Ujar Tuan Besar lagi dengan nada cukup tegas.
"Tapi Papa.. Jadwal rafiq benar-benar padat sampai akhir bulan depan.." jawab Tuan Muda lagi.
"Papa tidak mau tau.. kalau kamu tidak bisa.. kamu kan bisa minta bantuan Meri sekertaris mu atau Sahrul asisten pribadi mu.. Atau siapapun karyawan mu yang bisa di suruh mencari informasi nya.. " ujar Tuan Besar lagi pada Tuan Muda.
"Baiklah.. Nanti akan Rafiq usahakan" jawab Tuan Muda lagi tanpa bisa membantah perintah Papa nya.
Namun Nadia tidak bisa berbuat apapun karena tidak satupun di rumah ini yang berani melawan perintah dari Tuan Besar, termasuk Tuan Muda anak nya sendiri.
Tidak butuh waktu lama bagi Tuan Muda untuk mencari tau tentang beberapa Universitas termana di kotanya.
Dengan bantuan Meri sekertarisnya, Rafiq pulang membawa beberapa buah brosur unviersitas swasta yang ada di kota tempat mereka tinggal.
"Diah nak ambil jurusan apa?" tanya Tuan Besar ketika mereka sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menonton tv.
"Diah bingung Tuk... menurut Datuk Diah sebaiknya ambil jurusan apa ya?? Komunikasi Bisnis atau Ilmu Hubungan Internasional atau Akutansi atau Manajemen?? Semua itu jurusan favorit Diah Tuk.. hehe" Ucap Nadia dengan manja.
__ADS_1
"Fikirkan lagi baik-baik.. Oke?" ucap Datuk lagi dengan sangat lembut lalu kwmbali menikmati teg hangat buatan Nadia yang ada di tangan nya.
Sepanjang malam Nadia memikirkan rencana kuliah nya namun iya masih saja kebingungan dan belum bisa menentukan pilihan nya.
Pagi hari nya ketika sarapan bersama Nadia mencoba memberanikan diri untuk meminta pendapat Tuan Muda.
"Kalau menurut Pak Cik sebaiknya Diah ambil jurusan apa? Diah bingung Pak Cik.. Jurusan nya bagus semua" ujar Diah dengan suara agak gemetar ketika meminta pendapat Tuan Muda.
Hubungan Diah dan Tuan Muda memang tidak begitu dekat.
Bahkan bisa di bilang mereka saling menjaga jarak.
Tuan Muda yang super dingin dan terlalu berkharismatik membuat Nadia selalu merasa sungkan ketika berhadapan dengan nya.
Tuan Muda juga jarang sekali berada di rumah.
Bahkan tidak jarang Tuan Muda cuma bisa di jumpai pagi hari ketika sarapan pagi saja.
Itulah mengapa Nadia merasa sangat segan dan agak sedikit takut ketika berhadapan dengan nya.
"Terserah kamu saja.. !!" jawab Encik Rafiq dengan singakt dan dingin.
Nadia merasa kesal dan malu mendengar jawaban Tuan Muda yang tak acuh sama sekali.
"Ambil jurusan Akutansi atau Bisnis aja.. Agar nanti setelah tamat kuliah bisa langsung gabung di perusahaan bersama Rafiq.." ucap Tuan Besar mencairkan suasana.
__ADS_1
Nadia cuma mengangguk pelan dan tersenyum menjawab saran dari Datu Iskandar.
"Dasar PakCik sombong....!!" ucap Nadia dalam hati.