Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 16. Nasihat Mak


__ADS_3

Nadia masuk kedalam kamar dan segera berbaring di samping Mak yang telah tertidur pulas di atas ranjang.


Fikiran nya jauh menerawang.


Nadia lupa tujuan nya kedapur tadi untuk mengambil air minum.


Rasa haus nya hilang seketika ketika iya menemukan Tuan Muda di dapur sendirian.


"Ya ALLAH... Apa yang harus Aku lakukan?? Kini Aku telah resmi berstatus istri dari Pak Cik.. Aku sudah menikah di usiaku yang baru 18 tahun.. Dan Aku menikah dengan seorang lelaki yang sudah berumur 30 tahun.. Ya ALLAH.. Apakah Aku benar-benar telah menikah??!" Bisik hati Nadia yang masih tidak percaya dengan akad nikah yang telah berlangsung siang tadi.


"Bukan.. ini bukanlah sebuah pernikahan.. ini hanyalah sekedar usaha untuk membalas budi baik keluarga ini padaku. Toh Aku dan Pak Cik sudah sepakat tidak akan ada terjadi hal-hal yang tidak di inginkan antara kami berdua. Pak Cik juga sudah berjanji akan terus membiayai hidupku sampai Aku selesai kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Kami juga tidak akan mengganggu privasi masing- masing. Tidak ada yang tau tentang pernikahan ini. Aku pasti bisa mendapatkan lelaki yang bisa mencintaiku apa ada nya. Dan Aku pasti bisa mewujudkan pernikahan impianku suatu saat nanti. Aamiin.. Semangat Diaaaah!!!" teriaknya lagi dalam hati lalu memejamkan mata berusaha untuk tidur.


"Diah.. Bangunlah.. sudah subuh.. Kenapa kamu tidur disini? semestinya kamu itu tidur di atas.. Di kamar suamimu. Malam pertama kok malah tidur di samping Mak..??! Kamu itu sekarang sudah sah menikah dengan Rafiq.. Sudah semestinya kamu melayaninya layaknya istri melayani suaminya. Dalam agama kita, Seorang istri itu wajib taat kepada suaminya. Melayani setiap kebutuhan suami agar pahala dan berkah pernikahan mengalir di dalam rumah tangga yang di bangun. Mak tidak ingin kamu menjadi istri yang durhaka terhadap suami. Mak paham, pernikahan kalian ini tidak di landaskan cinta.. Tapi Mak yakin, setiap hal yang terjadi adalah takdir yang telah di atur oleh ALLAH SWT. Dan ALLAH pula lah yang menjadikan Encik Rafiq sebagai suami mu kini. Dan kewajiban mu sebagai istri yang sholeha telah di mulai dari sejak ijab kabul di sah kan...!! Paham?!?" ujar Mak menasehatkan Nadia panjang lebar.


Diah mengangguk tanda mengerti lalu menangis di dalam pelukan Mak.


Nasihat Mak membuat Diah menjadi sadar betapa besar tanggung jawab nya kini sebagai istri dari Encik Rafiq.


Pernikahan bukanlah sebuah permainan.


Nadia merasa sangat berdosa karena telah mempermainkan hal yang semestinya begitu sakral dan hanya terjadi sekali dalam hidupnya.


Nadia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Mak seandai nya mengetahui kesepakatan pernikahan yang telah iya buat dengan Encik Rafiq sebelum memutuskan untuk melakukan pernikahan siri ini.

__ADS_1


"Astagfirullah.. Beri Aku petunjukmu Ya ALLAH.. Ampunkan salahku ya ALLAH.. " ucap Nadia menutup doa nya.


Setelah shalat subuh, Nadia menuju dapur dan menemukan Mak Tua dan Bik Sari sedang berbincang hangat dengan Mak dan istri Bang Sugi.


"Diah lah seharusnya yang membuatkan sarapan pagi untuk Encik Rafiq.. Bukanlah Mak Tua lagi.. Sebab Diah lah yang semestinya melayani Encik Rafiq suami Diah!" ujar Mak lagi menasehatkan Diah.


"Baik Mak.." jawab Diah singkat lalu mengambil nampan yang berisi kopi dan roti untuk Tuan Muda, lalu di bawa nya ke meja depan untuk di hidangkan.


Encik Rafiq turun lalu duduk mencicipi kopi yang tersaji di atas meja tanpa menyapa Nadia sedikitpun.


"Mak mana?" tanya nya kemudian.


"Di dapur" jawab Nadia pula singkat.


Nadia pun menuruti perintah Encik Rafiq dan bergegas memanggil Mak yang sedang asik bercerita dengan Mak Tua.


"Rafiq panggil Mak?" tanya Mak kemudian pada Encik Rafiq yang kini menjadi menantunya.


"Marilah Mak kita sarapan bersama.." jawab Encik Rafiq dengan sangat sopan.


Mak duduk di samping Nadia menuruti ajakan Menantunya untuk sarapan bersama.


"Maaf ya Mak.. Sejak kemarin kedatangan Mak kemari, baru hari ini Rafiq bisa benar-benar menyapa Mak. Jadwal Rafiq sangat padat Mak.. Bahkan kadang sering terasa waktu tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Sekali lagi Rafiq minta maaf ya Mak..!?" ujar Encik Rafiq lagi pada Ibu mertua nya.

__ADS_1


"Tak apa.. Mak paham sekali.. Terimakasih sudah menerima Mak dengan baik. Mak pulang ke kampung hari ini jam 10 nanti. Mak harap dengan kehadiran Diah sekarang menjadi istri Rafiq mampu membantu meringankan beban Rafiq yang begitu banyak. Semoga Diah bisa menjadi istri sholeha untuk Rafiq ya.. !! Mak titip Diah ya Nak.. Diah masih terlalu muda.. Jadi mungkin terkadang dia sangat manja.. Tapi percayalah.. Mak mendidiknya untuk selalu bersikap dewasa dan mandiri. Mak doakan semoga kalian bahagia.." ujar Mak mendoakan hubungan Nadia dengan Encik Rafiq.


"Aamiin.. Terimakasih Mak.. Insyaallah kalau ada masa nanti Rafiq akan main ke kampung bersama Nadia" ucap Tuan Muda lagi pada mertuanya.


Mak tersenyum bahagia mendengar ucapan menantunya.


Sementara Nadia hanya terdiam mendengarkan percakapan yang sedang berlangsung hangat antara menantu dan ibu mertua.


Setelah sarapan, Encik Rafiq pamit untuk berangkat kerja dan mengucapkan selamat jalan kepada Mak mertuanya yang akan pulang kampung.


"Diah antar Pak Cik kedepan dulu ya Mak" ujar Nadia pada Mak nya.


Mak pun mengangguk mengizinkan.


"Pak Cik tak perlu buat janji palsu dengan Mak nak berkunjung ke kampung.. Diah tak mau mak berharap hal yang tidak mungkin terjadi..!!" ujar Nadia kemudian ketika mereka tinggal berdua di garasi mobil.


"Saya hanya mencoba bersikap sopan dan ramah.. apa itu salah?" tanya Encik Rafiq dengan sedikit emosi.


"Bersikap sopan tidaklah salah.. Tapi membuat janji palsu itulah yang tidak benar.. Diah harap lain kali Pak Cik tak perlu membuat janji-janji palsu lagi dengan Mak..!!" ucap Nadia dengan nada yang tak kalah tinggi dari ucapan Encik Rafiq tadi.


Setelah mengatakan hal itu, Nadia segera masuk kembali ke dalam rumah meninggalkan Encik Rafiq yang wajahnya memerah menahan amarah.


"Berani sekali anak kecil itu membentakku!! Awas aja kamu Nadia..!!" ujarnya menggerutu.

__ADS_1


__ADS_2