
"Happy birthday My dearest wife... Selamat bertambah umur.. Semoga semua yang dicitakan terwujud.. Dan semoga selalu sayang sama Abang!!" bisik Encik Rafiq tepat di telinga kanan Nadia yang masih tertidur pulas di bawah ketiak nya.
"By.... Thank you!!" jawab Nadia manja lalu mencoba membuka mata nya yang masih terasa sangat berat lalu melirik ke arah jam di dinding yang menunjukkan pukul 00.05 wib.
"Wake up please.. Abang punya sesuatu buat kamu" ujar Encik Rafiq lagi sembari bangun dari tidur nya lalu beranjak menuju lemari pakaian.
"Kado buat kamu..!!" ujar nya lalu menyodorkan sebuah kado kecil persegi empat yang di bungkus rapih berwarna merah tua.
"Apa ini By..??" tanya Nadia sumeringah.
"Bukalah!!" jawab Encik Rafiq dengan sebaris senyuman manis.
Perlahan Nadia membuka kado kecil yang di berikan Encik Rafiq suaminya.
"Masyaallah By... Cantik sekali!!" ujar Nadia dengan mata berbinar bahagia ketika melihat kalung dengan liontin berbentuk matahari yang di tengah nya terdapat permata kecil berwarna biru.
Nadia memeluk sang suami dengan erat.
Meluahkan rasa bahagia nya dengan mengecup hampir di seluruh wajah Encik Rafiq berulang kali hingga Encik Rafiq terkekeh menahan geli dan senang atas perlakuan manja sang istri.
Encik Rafiq kemudian melingkarkan kalung itu ke leher jenjang Nadia yang putih mulus.
"Sangat indah.. l!!" puji Encik Rafiq lalu mendaratkan sebuah kecupan hangat di sebalik kalung.
Nadia bergidik merinding.
__ADS_1
"By.. Thank you.. I love you.. So much.. Forever..!! Diah merasa sangat beruntung. Seumur Diah ini pertama kali nya ada seseorang yang mengucapkan dan bahkan memberi kado di ulang tahun Diah. Makasih By.. Diah bahagia sekali.." ujar Nadia dengan setetes air mata bahagia.
"I love you sayang.. Abang lah yang seharusnya berterimakasih sebab sayang sudah sudi menjadi istri Abang. Merubah suramnya hidup Abang menjadi terang dan dan sangat membahagiakan. Bagi Abang, sayang adalah matahari ddialam hidup Abang. Yang menerangi hidup Abang dengan penuh cinta. Terimakasih sayang!!" jawab Encik Rafiq dan segera menghapus air mata Nadia dengan sebuah kecupan hangat.
Lama...
Tentu saja kecupan hangat itu kemudian berubah menjadi sebuah gairah yang memuncak dan harus tersalurkan.
Lalu mereka kembali terlelap dibalik selimut dengan posisi masih saling berpelukan tanpa sehelai benangpun diantara nya.
***
Ternyata tidak hanya sebuah kalung yang menjadi kado ulang tahun Nadia di umurnya yang ke 19 tahun ini.
"By... kita mau kemana?" tanya Nadia yang penasaran dengan ajakan sang suami.
"Udah.. duduk tenang aja.. Nanti juga akan tau.." jawab Encik Rafiq sambil tetap fokus menyetir mobil nya yang terus melaju di jalanan.
Sekitar kurang lebih 45 menit perjalanan, akhirnya mobil mereka sampai di sebuah bangunan apartemen yang cukup mewah.
"Ngapain kita kesini By?" tanya Nadia semakin bingung dengan sikap Encik Rafiq suaminya.
"Ayo...!!" ujar Encik Rafiq membimbing tangan sang istri masuk ke dalam lift yang kemudian membawa mereka ke lantai 7 apartemen.
"Kreekk.." sebuah pintu apartemen terbuka ketika Encik Rafiq menekan beberapa kode pin lalu mengangkat pelan ganggang pintunya.
__ADS_1
"Masuklah...!" ujar nya pada Nadia sembari membuka lebar pintu.
Dengan keadaan bingung, Nadia menuruti perintah sang suami.
"Apartemen siapa ini By?" tanya Nadia.
"You.." jawab Encik Rafiq berbisik di telinga sang istri.
"Punya Diah? Maksud nya?" tanya Nadia semakin bingung.
"Hadiah untuk kamu sayang.. Abang belikan untuk menjadi aset kamu jika suatu saat nanti Abang tidak bisa lagi ada di sisi kamu, paling tidak kamu tidak akan terlantar di jalanan" jawab Encik Rafiq dengan lembut.
"By... ini serius?" tanya Nadia dengan suara mulai gemetar menahan haru dan senang.
"Yup... !!" jawab Encik Rafiq lagi singkat.
Lalu mencium ubun-ubun sang istri.
Nadia menangis terhsru dalam pelukan Encik Rafiq. Tidak satupun lagi kata yang mampu iya ucapkan untuk meluahkan kebahagiaan nya.
"By..... Terimakasih" ujar nya sambil menangia bahagia di sebalik dada bidang sang suami.
"I love you sayang... So much..." jawab Encik Rafiq lalu mengangkat dagu sang istri dan meraup bibir mungil nya.
" Love you too" jaab Nadia dan kembali membalas ciuman Encik Rafiq lebih dalam lagi.
__ADS_1