
Encik Rafiq masuk kedalam kamar nya.
Dibiarkan nya air shower membasahi seluruh tubuh nya dari ujung kepala hingga ujung kakinya.
Kepalanya terasa sangat berat sekali.
Dia benar-benar bingung untuk menentukan sikap.
Zizi baginya bukan hanya sekedar istri sah.
Dia mengenal Zizi sejak kecil.
Dia begitu mengagumi perempuan cantik itu.
Dia kembali teringat dengan janji nya pada almarhum kedua orangtua Zizi untuk menjaga nya selamanya.
Dan Nadia.
Perempuan muda yang telah memberinya cinta yang tulus.
Wanita yang membuat hari-hari Encik Rafiq menjadi penuh warna.
__ADS_1
Dan janjinya untuk menjadikan Nadia sebagai istri sah membuatnya dilanda kebingungan yang luar biasa.
Encik Rafiq tidak ingin kehilangan Nadia.
Namun iya tidak mungkin meninggalkan Zizi.
Dijambaknya dengan kuat rambut cepaknya.
Berulang kali di usapnya wajah nya yang muram.
"Apa yang harus Aku lakukan ya ALLAH?!" bisiknya dalam hati.
Hampir satu jam lamanya iya larut dalam lamunanya di kamar mandi.
"Zizi mana Mak?" tanya nya pada Mak Tua sebelum berangkat bekerja.
"Pergi Tuan.. Mau bertemu teman kata nya" jawab Mak Tua dengan sopan.
"Owh.. Saya berangkat kerja ya Mak!" ujar Encik Rafiq lagi pamit pada Mak Tua.
***
__ADS_1
Dikantor, Encik Rafiq menceritakan kegalauan nya pada Sahrul, asisten pribadi sekaligus sahabat dekat nya.
"Menurut mu Aku harus berbuat apa Rul?" tanya nya pada Sahrul setelah menceritakan semua nya.
"Bagaimana kalau kamu miliki keduanya? Untuk meninggalkan Zizi adalah hal yang tidak mungkin. Dan Nadia adalah cinta mu. Kalau begitu miliki saja keduanya. Toh di dalam agama kita poligami itu kan sah.??! Yang penting kamu bertanggung jawab dan bersikap adil di antara keduanya. Gampang kan?? Sudahlah.. jalani saja dulu. Biarkan semua mengalir seperti air. Untuk sementara ini kamu harus lebih fokus pada pekerjaan proyek kita untuk pembangunan resort di Bintan. Okey..!?" jawab Sahrul memberi saran pada Encik Rafiq yanf menjadi Bos sekaligus sahabat dekat nya.
Encik Rafiq hanya terdiam mendengarkan saran dari sang sahabat.
"Sejujurnya Aku sangat iri pada mu Boss.. Tampan, Mapan, Punya istri dua pula.. Cantik-cantik semua.. hhahahaha" Ujar Sahrul lagi bercanda.
Encik Rafiq pun ikut tertawa di buatnya.
"Kamu itu mesti nya bersyukur Bro..! Nasib mu begitu mujur karena pusing memikirkan dua perempuan sekaligus. Sementara Aku, Naas Bro.. pusing karena sampai sekarang tidak satupun ada perempuan yang mau menjadi pacarku. Apalagi istriku..!!" oceh Sahrul lagi meratapi nasib jomblonya.
Merekapun kembali tertawa bersama.
" Sudahlah.. Santai saja Bro.. Banyak-banyak doa minta petunjuk sama ALLAH. Kamu ini kan lelaki. Kamu berhak mengambil sikap pada kedua istrimu. Jika memang Zizi tidak ingin bercerai, Dia harus dapat menerima Nadia sebagai madu nya. Begitupun Nadia harus rela menjadi istri kedua darimu jika iya memang benar-benar mencintai mu..!!" nasehat Sahrul lagi panjang lebar pada Encik Rafiq.
Perkataan Sahrul kemudian benar-benar membuka fikiran Encik Rafiq.
"Sahrul benar.. Jika Aku bisa bersikap adil diantara kedua nya, Aku tidak perlu melepaskan satupun diantara mereka. Nadia sangat mencintaiku.. Aku yakin iya akan bersedia menjadi istri kedua ku.. Aku tinggal mendaftarkan pernikahan siri kami ke pemerintahan agar menjadi sah.. Sementara Zizi harus bisa menerima Nadia sebagai madu nya jika memang iya tetap ingin menjadi istriku. Selesai masalah.." ucap Encik Rafiq berbisik di dalam hati nya.
__ADS_1
Diapun akhirnya merasa lega.