Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 84. Zafran Ar Rafiq


__ADS_3

Nadia dan Rafiq sepakat memberi nama bayi mungil mereka bernama Zafran Ar Rafiq.


Zafran artinya kejayaan, sedangkan Ar Rafiq tentu saja nama dari Ayah sang bayi.


Zafran adalah bukti cinta yang tulus dari Nadia dan Encik Rafiq.


Harapan baru dan tanggung jawab baru bagi Nadia dan Encik Rafiq sebagai orangtua yang akan mengizinkan sang anak hingga iya tumbuh dewasa.


Zafran menjadi penyempurna kebahagiaan bagi Encik Rafiq dan Nadia.


Mereka begitu bersyukur atas kehadiran sang bayi mungil yang begitu menggemaskan.


"Semoga Zafran tumbuh sehat dan jadi anak yang sholeh ya Fik.." ucap Zizi mendoakan.


"Aamiin.. Makasih ya Zi.. " balas Encik Rafiq pada Zizi yang hadir dalam acara aqiqah Zafran.


"Bulan depan insyaallah kami akan menikah.. " ujar Sahrul mengagetkan Encik Rafiq.


"Masyaallah... Selamat ya Rul.. Zi.. Semoga dilancarkan" doa Rafiq pada Sahrul dan Zizi turut Bahagia.


Zizi tersenyum malu-malu.


Nadia pun turut mengucapkan selamat dan rasa bahagia untuk Sahrul dan Zizi.


Acara walimatul aqiqah Zafran berjalan lancar.


Semua para tamu undangan yang datang bergantian memendoakan sang bayi.


Semua turut senang atas kebahagiaan keluarga kecil Encik Rafiq dan Nadia.

__ADS_1


"Makasih Mak.. Berkata Mak Ipah Rafiq kembali mendapatkan kesempatan hidup kedua.. Rafiq tidak akan pernah mampu membalas jasa Mak Ipah pada Rafiq... Mak adalah Malaikat yang di turunkan ALLAH untuk Rafiq.. Rafiq berhutang nyawa pada Mak.. " Ucap Encik Rafiq berterimakasih pada Mak Ipah.


"Bagi Mak yang terpenting adalah kebahagiaan keluarga kecil kalian. Jalan Kalian masih sangat panjang. Masih akan banyak sekali rintangan yang akan kalian temui dalam mengarungi rumah tangga. Berjanjilah kalian akan saling mendukung dan terbuka dalam mengatasi setiap masalah. Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan kebahagiaan nya pada rumah tangga kalian berdua.. Aamiin" Doa Mak Ipah dengan tulus.


"Makasih Mak.. " Ucap Nadia memeluk Mak Ipah.


Mak Ipah balas memeluk Nadia lalu mencium Zafran yang sedang di dalam pangkuan.


Mereka tersenyum bahagia.


"Diah.. Rafiq.. Mak insyaallah Lusa akan Ikut Mak Ipah pulang ke kampung nelayan. Mak akan tinggal disana bersama Mak Ipah.. Menghabiskan masa tua kami bersama disana. Saling menjaga.. " ujar Mak pula pamit kepada Nadia dan Encik Rafiq.


"Bagaimana kalau Mak dan Mak Ipah mulai hari ini tinggal saja disini bersama kami.. Rumah ini cukup besar dan luas, Kehadiran Mak dan Mak Ipah pasti akan menambah kebahagiaan dirumah ini" ujar Encik Rafiq pula memberi saran.


"Mak Ipah tidak terbiasa tinggal di kota Fik.. Mak terbiasa tinggal di kampung dan bekerja. Kalau disini Mak bosan sekali..." jawab Mak Ipah pula.


"Baiklah jika memang itu yang sudah menjadi keputusan Mak dan Mak Ipah. Rafiq dan Diah tak dapat mungkin membantah. Tapi Izinkan Kami antar Mak dan Mak Ipah ke kampung ya.. " jawab Encik Rafiq lagi pada Mak dan Mak Ipah.


"Baiklah.. Tentu saja boleh.. " ucap Mak Ipah pula senang.


Semua bahagia hari ini.


Acara pun berjalan lancar sesuai harapan.


"Zafran sudah tidur? " tanya Encik Rafiq yang baru saja masuk kedalam kamar.


"Sudah.. Sepertinya Dia lelah sekali.. " jawab Nadia sembari membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


"Sayang juga pasti lelah menjamu para tamu tadi siang.. " ujar Encik Rafiq pula mendekat kearah Nadia.

__ADS_1


"Lumayan capek By.. Tapi Diah senang.. Alhamdulillah semua lancar.. " jawab Nadia dengan senyuman.


"Sini Abang pijit ya.. Sayang berbaring aja.. Rileks.. " Ujar Encik Rafiq lagi sembari mullai memijit Betis Nadia yang putih minus.


"Pijit nya yang enak ya.. " Ucap Nadia pula menggoda lalu memperbaiki posisi tidurnya.


"Tenang saja.. Abang pijit seluruh badan Pokoknya nya.. Dari ujung kaki sampai ujung kepala.. Ditambah plus bagian dalam juga.. sampai puas pokoknya nya.. " Bisik Encik Rafiq balas menggoda.


Nadia terkekeh mendengar ucapan nakal sang suami.


Encik Rafiqpun Ikut tertawa.


Segera dimatikan nya lampu kamar.


Diraihnya tubuh sang istri tercinta.


Dan iyapun mulai memijit tubuh sang istri dengan lembut.


Nadia sangat menikmati nya.


"By.. Makasih ya.. "ucap Nadia sedikit mendesah.


"I love you" ujarnya Lagi pelan.


"Love you too sayang.. " jawab Encik Rafiq mendekatkan wajahnya kearah sang istri.


Dan tentu saja mereka akan menghabiskan malam dengan rasa yang teramat bahagia.


Kebahagiaan yang sempurna.

__ADS_1


__ADS_2