
Assalamualaikum teman-teman..
Mohon Maaf yaakk Up episode nya Lama pakek banget..
Author kemarin lagi sakit.. untung nya sekarang udah mendingan...
Semoga teman-teman sehat selalu yak..
Sakit itu gak enak teman-teman.. gak enak nya pakai banget..😁😁
Terimakasih untuk yang selalu setia menunggu UP cerita Author yaaaaaaaaaakk
Lup yu😘
******
Encik Rafiq berangkat ke kantor dengan perasaan penuh bahagia.
Sepanjang jalan Dia terus tersenyum riang dan sesekali ikut berdendang kecil mengikuti alunan musik yang terputar dari audio mobil nya.
Iya kemudian kembali tersenyum saat membayangkan pipi merah Nadia ketika malu karena mendapat pujian dari nya.
"Perempuan kecil itu benar-benar telah memenuhi seluruh fikiranku!!" ujar nya pula dalam hati dengan wajah sumeringah.
__ADS_1
Sementara itu, Nadia sendiri bersikap tidak jauh berbeda dengan Encik Rafiq suaminya.
Dengan riang iya berdendang sambil membantu Mak Tua membersihkan dapur.
Hari ini Nadia tidak ke kampus.
Tidak ada jadwal kuliah.
Nadia hanya ingin mebghabiskan waktu dirumah saja menemani Datuk Iskandar yang sudah pulang dari rumah sakit.
"Kita ke taman yuk Tuk..!" ajak Nadia ketika Datuk Iskandar telah selesai menikmati sarapan nya.
"Ayolah.. Datuk juga sudah rindu dengan segar nya udara di taman" jawab Datuk Iskandar bersemangat.
Mereka duduk santai di kursi taman yang terletak tepat di bawah pohon matoa.
"Datuk sangat bahagia melihat hubungan Diah dan Rafiq sekarang.. Datuk selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua. Sekarang Datuk rasa nya sudah ikhlas seandainya ALLAH ingin memanggil Datuk kembali ke pangkuan nya. Datuk titip Rafiq ya nak.. Rafiq butuh kamu untuk bisa tetap bertahan menjalani kehidupan yang penuh liku ini. Berjanjilah kamu akan selalu ada untuk setia disisi Rafiq ya nak..!!" pinta Datuk Iskandar pada Nadia yang terdiam mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Datuk Iskandar.
"Insyaallah Tuk.. Diah akan selalu berada di sisi Pakcik.. Menjadi tempat terbaiknya untuk bersandar dan berkeluh kesah.. Diah sayang Pakcik Tuk.. Sayang Datuk juga... !!!" ujar Nadia manja sambil tersenyum tulus pada Datuk Iskandar.
"Kriingg.." dering HP Nadia berbunyi.
"Assalamualaikum By.." ucap Nadia mengangkat telepon.
__ADS_1
"Waalaikum salam sayang.. " jawab Encik Rafiq dari seberang telepon.
"Sayang Abang mau kasih tau kalau Abang sekarang dalam perjalanan menuju bandara untuk berangkat ke Bintan. Maaf Abang gak sempat pulang untuk pamit. Ada pertemuan mendadak nanti malam yang harus Abang hadiri terkait pembangunan resort. Tolong kasih tau Papa juga ya sayang..!?!" ujar Encik Rafiq yang pamit melalui sambungan telepon.
"Berapa lama?" tanya Nadia dengan nada agak sedikit kecewa.
"Mungkin sekita empat atau lima hari sayang.." jawab Encik Rafiq lagi dengan berat.
"Baiklah.. Hati-hati dijalan ya By.. Jaga kesehatan.. jangan lupa berkabar ya.. " ucap Nadia lagi pada suaminya.
"Oke sayang... I love You.. Assalamualaikum" ujar Encik Rafiq sebelum menutup percakapan mereka.
"Waalaikumsalam By.. Love you too" jawab Nadia pula menutup telepon.
Nadia kemudian memberitahu pada Datuk Iskandar perihal Encik Rafiq yang telah berangkat ke Bintan sehari lebih awal dari jadwal yang telah di tentukan sebelum nya.
Setelah sinar matahari mulai terik, Nadia mengantar Datuk Iskandar kembali ke kamar nya untuk beristirahat.
Lalu iya kedapur untuk membantu Mak Tua dan Bik Sari yang sedang begelut memasak untuk makan siang.
"Pakcik tak pulang Mak. Dia berangkat ke Bintan selama beberapa hari" ujar Nadia membuka cerita pada Mak Tua dan Bik Sari.
"Owh... pantas muka Diah tampak masam je.." jawab Mak Tua sedikit mengolok.
__ADS_1
Nadia hanya tersenyum lalu menghela nafas panjang mendengar olokan dari Mak Tua dan Bik Sari.