
Sahrul masuk keruang kerja Encik Rafiq dengan agak terburu-buru dan wajahnya terlihat tegang.
"Boss... Ada berita penting yang harus Boss lihat" ujar nya sembari memperlihatkan Encik Rafiq sebuah tabloid bisnis yang membahas mengenai kehidupan rumah tangga Encik Rafiq yang isi nya membahas perihal perselingkuhan Encik Rafiq.
Beberapa gambar Encik Rafiq bersama Nadia terpampang jelas di tabloid itu.
Encik Rafiq begitu murka melihat nya.
Dan menjadi lebih murka lagi ketika tidak hanya tabloid itu saja yang membahas tentang diri nya dan Nadia, tetapi juga beberapa berita online dan bahkan menjadi trending di salah satu akun sosial media.
"Kok bisa hal ini terjadi Rul?" tanya nya panik.
"Saya juga tidak tau Boss.. Tapi saya sedang mengurus ini semua dan akan mencari dalang dari semua penyebar berita ini. Boss tenang aja" jawab Sahrul pada Encik Rafiq.
Encik Rafiq kemudian memangggil Zizi kedalam ruangan kerja nya.
"Apa kamu yang melakukan ini semua Zi?" tanya Encik Rafiq menuduh.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin melakukan hal ini Fik.. Aku bukanlah wanita bodoh yang akan membut berita murahan seperti ini. Berita ini jelas tidak hanya menyudutkanmu dan Nadia, tapi juga Aku.. Jadi mana mungkin Aku yang melakukannya. Aku akui kalau Aku pernah mengancam mu demikian, tapi itu hanyalah sekedar ancaman saja. Aku tidak mungkin melakukan nya..!?!" ujar Zizi membela diri.
"Benar Boss.. Jelas berita ini menjatuhkan nama kalian bertiga dan sepertinya ingin menghancurkan perusahaan juga. Akan saya usut tuntas semua masalah ini. Dan saya juga sudah meminta bagian IT untuk menghapus semua berita-berita ini dari media sosial" ujar Sahrul lagi menenangkan situasi.
"Aku minta maaf" ucap Encik Rafiq menyesali sikap nya yang telah menuduh Zizi secara sepihak.
"Mungkin ini memang waktu nya kita berterus terang pada semua nya dan tidak perlu menyembunyikan apapun yang telah terjadi" ujar Zizi tegas.
Encik Rafiq mengangguk.
"Apapun yang terjadi Aku akan bertanggung jawab untuk semua nya... Aku lah yang salah atas semua ini" ujar Encik Rafiq pula menyesal.
Zizi dan Encik Rafiq mengangguk bersamaan.
Setelah selesai bekerja dan hari pun sudah mulai sore, Encik Rafiq pulang kerumah bersama Zizi.
"Zi.. Aku minta maaf untuk semua yang telah terjadi.. Aku minta maaf karena telah menyakiti hatimu.. Aku minta maaf karena tidak bisa memenuhi janjiku pada kedua almarhum orangtua mu... Aku minta maaf" ucap Encik Rafiq ketika mereka sedang duduk santai di tepi kolam berenang.
__ADS_1
Encik Rafiq mengakui semua kesalahannya yang tidak memberitahu pada Zizi tentang pernikahan siri nya dengan Nadia.
Zizi mengangguk sembari tersenyum lembut tanda memberi maaf.
Dibenamkan nya tubuh nya kedalam pelukan Encik Rafiq.
Encik Rafiq memeluknya erat.
Tapi kali ini pelukan mereka bukanlah lagi pelukan nafsu antara suami dan istri, melainkan sebuah pelukan persahabatan yang telah terjalin sejak kecil diatara keduanya.
"Akulah yang semesti nya meminta maaf karena gagal menjadi istri yang baik untukmu. Aku terlalu arogan dan egois. Kembalilah pada Nadia.. Cuma Dia yang pantas untukmu. Aku sadar Aku tidak akan pernah bisa menggantikan Nadia lagi di hatimu. Kamu tidak salah Fik.. Sekalipun kita bercerai, kamu masih bisa memenuhi janjimu untuk menjagaku. Bukan sebagai istrimu tapi sebagai sahabatmu. Mari kita berpisah secara baik-baik" ujar Zizi dengan suara agak serak dan sedikit genangan air mata.
Encik Rafiq tidak menjawabnya.
Kembali diraihnya tubuh Zizi kedalam pelukan nya.
"Aku sayang kamu Zi.." ujarnya berbisik.
__ADS_1
Zizi hanya mengangguk kuat lalu membenamkan wajahnya pada dada bidang sang suami.
Zizi menangis disana.