Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 13. Bersedia


__ADS_3

Setelah melakukan kesepakatan, Nadia dan Encik Rafiq kembali ke kamar Mawar 105 tempat Datuk Iskandar di rawat inap.


"Kalian dari mana?" terdengar pelan Datuk Iskandar bertanya pada Nadia dan Encik Rafiq.


"Dari luar sebentar isi perut.." jawab Encik Rafiq singkat.


Nadia tersenyum tanda membenarkan ucapan Rafiq kepada Datuk Iskandar.


"Nadia.. sebentar lagi Sugi akan datang menjemputmu. Pulanglah..!! Biar saya yang menemani Papa di sini.." ujar Tuan Muda lagi kepada Nadia.


"Baiklah Pak Cik" jawab Nadia singkat.


Nadia selalu senang ketika Encik Rafiq memanggil nama nya.


Encik Rafiq tidak pernah memanggil namanya dengan panggilan Diah.


Dia selalu memanggilnya dengan panggilan lengkap yaitu Nadia.


Dan sangat terdengar merdu di telinga Nadia.


"Tapi kamu pasti capek Fiq.. Pulanglah bersama Sugi dan Diah.. Papa biar sendiri saja.. Ada perawat kok yang selalu memantau Papa.." ujar Datuk Iskandar kepada Encik Rafiq anaknya.


"Tidak kok Pa.. Lagi pula kamar ini nyaman kok.. Tempat tidur nya juga nyaman.. Rafiq bisa kerja di sofa sambil menonton dan jaga Papa sekaligus. Biar Nadia saja yang pulang, kasian juga sudah jagain Papa seharian" ujar Encik Rafiq dengan bijak.


"Baiklah kalau begitu.." jawab Tuan Besar lagi dengan perasaan lega.

__ADS_1


Tepat ba'da magrib, Sugi datang menjemput Nadia sekaligus membawakan beberapa keperluan Tuan Muda yang di pesan nya sebelum Sugi berangkat kerumah sakit.


"Diah pamit ya Tuk.. Datuk istirahat yang banyak.. jangan memikirkan hal-hal yang tak penting.. Besok Diah balik lagi ya.." ujar Nadia pamit pada Datuk Iskandar.


Datuk Iskandar mengangguk pelan dan membalas jabatan tangan Nadia dengan mengelus kepala nya.


"Diah pamit pulang Pak Cik.." ucap Nadia lagi pada Tuan Muda yang hanya mengangguk pelan dan menjawab salam Nadia.


Setelah kepergian Nadia dan Sugi, Tuan Muda mengganti pakaian nya dengan baju kaos oblong yang santai dan kemudian duduk di sofa yang menghadap ke televisi di bagian depan nya.


Perlahan di buka nya laptop dan kembali memulai beberapa pekerjaan yang tertunda siang tadi di kantor.


"Fiq.. kemarilah.." ujar Tuan Besar memanggil Encik Rafiq anak nya.


"Ada apa Pa? Ada yang sakit?" tanya Encik rafiq sembari mendekat ke arah Papa nya.


Tuan Rafiq hanya diam tak menjawab.


Pelan dia mengusap wajah dengan kedua tangan nya.


Lalu dia menghela nafas berat sekali.


"Fiq.. Papa mohon.. Menikahlah dengan Diah.. Papa yakin Diah mampu menjadi istri yang baik untuk mu.. Istri yang setia dan tidak menuntut apapun dari mu.. Mungkin usianya memang masih terbilang muda.. Tapi pemikiran dan sikap nya sangat dewasa.. Papa Yakin Diah akan menjadi istri yang setia mendampingimu dalam suka dan duka. Percayalah pada Papa Fiq..!! ujar Datuk Iskandar membujuk Tuan Muda anaknya.


"Tapi Rafiq sudah punya istri Pa.. Rafiq dan Zizi belum bercerai.. " jawab Encik Rafiq lagi pada Tuan Besar.

__ADS_1


"Bukankah di dalam agama kita seorang lelaki boleh menikahi 2,3 atau 4 orang wanita sekaligus jika mampu..?! Pernikahan mu dengan Zizi tidak berjalan baik Nak.. Istri macam apa yang pergi meninggalkan suami bertahun-tahun dan tidak pernah kembali sampai sekarang ini?? Tidak ada kebahagiaan dalam pernikahan kalian.. !! Papa cuma ingin melihat mu bahagia Fiq..!! Tolong kabulkan permintaan Papa ini nakk..!!?!" ucap Tuan Besar lagi dengan nada terbata-bata menahan emosi nya.


Nafas nya mendadak sesak.


Rafiq kaget dan panik.


iya segera berlari keluar memanggil perawat yang berjaga di depan.


Dua orang perawat segera memberikan pertolongan pada Datuk Iskandar.


Sementara satu lagi perawat segera menghubungi dokter yang menangani Datuk Iskandar.


Setelah di tangani oleh dokter dan perawat, kondisi Datuk Iskandar kembali membaik.


Encik Rafiq mendekat perlahan dan duduk di kursi sebelah Datuk Iskandar terbaring lemas.


"Fiq..!!" ujar nya pelan memanggil nama Tuan Muda.


Rafiq mencium tangan Tuan Besar.


Setetes demi setetes air mata mulai mengalir di sudut matanya.


"Maaf kan Rafiq Pa.. Rafiq janji akan memenuhi permintaan Papa.. Rafiq bersedia menikah dengan Nadia Pa.. Sesuai permintaan Papa.. " bisik Tuan Muda pelan di telinga Papa nya.


Tampak seguras senyum bahagia dan lega terlihat di bibir pucat Tuan Besar.

__ADS_1


"Papa hanya ingin melihatmu bahagia nak..!!" ucap nya lagi sambil memeluk putra semata wayang nya.


__ADS_2