Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 81. Rujuk


__ADS_3

Nadia menangis terisak dalam pelukan Mak, ketika dokter menyatakan tentang hasil tes untuk pendonor ginjal bagi Encik Rafiq.


"Maaf.. Dari hasil tes yang kami lakukan tidak satupun dari semua pendaftar memiliki ginjal yang cocok untuk di donorkan pada pasien" ucap Dokter pelan.


Semua kecewa mendengar beritanya.


Mak Tua dan Bik Sari saling bepelukan.


Bang Sugi pun tampak menunduk sedih menahan genangan air mata sekuat tenaganya.


Terlebih Nadia.


Nadia terus menangis di dalam pelukan Mak dan Mak Ipah.


"Ya ALLAH...!!" ucapnya lirih penuh kepedihan.


Sementara Encik Rafiq sendiri hanya bisa berbaring terdiam menyaksikan hancurnya harapan-harapan dari orang-orang yang benar-benar menyayangi nya dengan tulus dan sangat berharap dirinya bisa kembali sembuh seperti sediakala.

__ADS_1


"Maafkan kami Boss.. Kami tidak bisa membantu Boss.. Kami sangat menyesal.. " ucap sahrul yang tidak dapat menyembunyikan kepedihan nya melihat sahabat sekaligus Boss terbaiknya terbaring Lemah di atas tempat tidur rumah sakit.


"Tak perlu sedih... Bukankah semua sudah di tentukan sama sang pemilik kehidupan.. Aku Ikhlas... Aku akan tetap berjuang sampai detik terakhir meskipun sulit. Aku cuma butuh dukungan kalian semua agar Aku mampu untuk bertahan" ucap Encik Rafiq mencoba menenangkan semua yang ada diruangan kamar rawat nya.


"Lusa.. Setelah selesai menjalani cuci darah, Aku ingin kembali menikahi Diah..." Ucap Encik Rafiq lagi mengagetkan Nadia.


"Sayang.. kamu mau kan kembali rujuk dengan Abang? Kembali menjadi istri Abang.. Abang minta Maaf atas semua yang telah terjadi padamu... Abang butuh kamu.. Kamu mau kan terus menemani Abang sampai detik terakhir.. Abang butuh kamu dan bayi kita.. Please..!?! " Ucap Encik Rafiq menatap dalam kearah Nadia yang masih saja meneteskan air mata.


Nadia mengangguk kuat sambil tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah... " ucap Encik Rafiq Bahagia.


"Sugi.. Sahrul.. mohon bantuannya ya.. Tolong bantu pengurusannya.. Kali ini Aku ingin pernikahan kami tidak hanya sah di mata agama, tapi juga sah di mata hukum" Ucap Encik Rafiq lagi meminta bantuan Bang Sugi dan Sahrul.


"Dengan senang hati Boss" jawab Sahrul Turut Bahagia.


Bang Sugi mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


"Kalau begitu Mak-Mak yang tua ni akan bantu uruskan persiapan mempelai wanita nya.. " ucap Mak Tua pula sambil terkekeh.


Suasana pun menjadi cair.


Dari tangisan sedih menjadi haru bahagia.


Encik Rafiq memandang lekat kearah Nadia yang semakin terlihat cantik dimatanya.


Wanita yang begitu sederhana dan sangat mencintai dirinya.


"Kuatkan Aku ya ALLAH.. Izinkan Aku memenuhi janjiku pada nya, untuk menjadikannya sebagai istriku yang sebenar-benar nya. Istri yang tidak hanya sah di mata agama, tapi juga sah dimata hukum. Bantu Aku ya ALLAH... Lancarkan Segalanya.. Aamiin" bisik hati Encik Rafiq penuh harap.


Ada kekuatan baru yang menjadi penyemangat hidupnya untuk dapat bertahan dan melawan rasa sakit sampai pada titip terakhir kemampuannya.


Dengan tekad dan berserah diri, kali ini Encik Rafiq benar-benar ingin bangkit dan tidak lagi putus asa.


Keputusan untuk menyembunyikan penyakitnya diwaktu dulu itu ternyata adalah sebuah keputusan yang salah.

__ADS_1


Kehadiran mereka yang begitu menyayangi dirinya dengan ikhlas, membuat Encik Rafiq kembali memiliki semangat untuk hidup.


Apalagi sekarang, setelah kelahiran sang bayi mungil mereka, Encik Rafiq benar-benar berharap dapat sembuh dan kembali sehat seperti sediakala demi Nadia dan bayi yang begitu iya cintai.


__ADS_2