
Nadia dengan dibantu oleh Mak telah mempersiapkan jamuan makan malam romantis untuk Encik Rafiq suaminya.
Surprise mendadak yang iya buat ketika menyadari kalau hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah untuk nya dan Encik Rafiq.
Berbagai masalah dan pertengkaran yang terus datang silih berganti membuat Nadia nyaris lupa kalau hari ini adalah perayaan satu tahun pernikahan nya dengan Encik Rafiq.
Nadia yakin Encik Rafiq pasti lupa.
Sehingga iya berencana untuk mempersiapkan makan malam romantis bersama suami untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Semua telah siap berkat bantuan Mak.
Dan pesan WA yang barusan datang dari Encik Rafiq yang memberi kabar akan pulang sedikit terlambat membuat Nadia merasa bersyukur karna memiliki waktu yang agak longgar untuk mempersiapkan segala nya.
"Makasih ya Mak udah bantu Diah masak dan mempersiapkan semua nya" ujar Nadia berterimakasih pada Mak dengan memeluknya erat-erat penuh rasa sayang dan bahagia.
Mak membalas pelukan sembari menepuk-nepuk pelan punggung Nadia.
"Yaudah, Sebentar lagi pasti suami mu pulang.. Mak mau tidur duluan ya.. Mak penat habis jalan seharian dan bantu kamu.. Mak juga tidak ingin mengganggu malam romantis kalian berdua.." ujar Mak sembari melepaskan pelukan Diah dan beranjak menuju kedalam kamarnya.
"Makasih Mak!!" ucap Nadia lagi mengantarkan Mak menuju kedalam kamar.
Lalu iya pun segera bersiap-siap, berdandan secantik mungkin dan duduk di sofa sembari menunggu sang suami pulang dari bekerja.
Dengan bosan Nadia menonton berita di layar TV, lalu bergantian melirik ke arah jam dinding dan hp nya berulang kali.
22.30 Wib waktu tertera di dinding.
Encik Rafiq yang di tunggu belum juga pulang.
Nadia mulai gelisah.
Nadia segera menghubungi telepon Encik Rafiq.
Tidak ada jawaban.
Nomor nya diluar jangkauan.
"By.. kamu dimana??" tanya Nadia berulang kali di dalam hati nya.
Nadia terus berusaha menghubungi Hp sang suami.
Tapi selalu di luar jangkauan.
Beberapa pesan WA dan pesan Suara telah dikirim nya.
Tali tak satupun balasan iya terima.
__ADS_1
Nadia akhirnya menyerah dan kecewa.
Iya kemudian duduk memperhatikan semua makanan yang iya siapkan di meja makan.
Semuanya telah dingin.
Dibakarnya tiga buah lilin yang tersusun rapi di tengah meja.
Nadia termenung dan terus termenung hingga lilin padam dan habis.
Nadia kembali duduk di sofa.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Nadia menangis pelan tertahan.
Iya tidak ingin Mak terbangun mendengar suara tangisan nya.
Nadia kecewa.
Surprise nya gagal.
Encik Rafiq ternyata tidak pulang malam ini.
Nadiapun Akhirnya tertidur di sofa.
Encik Rafiq masuk kedalam apartemen.
Perlahan iya menyusuri ruangan yang gelap menuju kedalam kamar.
Encik Rafiq berfikir sang istri pasti telah tidur di kamar menunggu nya yang tidak kunjung pulang dan tidak memberi kabar karena HP nya mati kehabisan batrai.
Encik Rafiq terpaksa pulang terlambat karena tidak tega meninggalkan Zizi yang sedang mengalami kram perut.
Kelelahan setelah seharian bekerja membuatnya tertidur hingga jam 2.30 wib.
"Dimana dia?" tanya Encik Rafiq ketika melihat tempat tidurnya bersih tanpa sang istri.
Perlahan Encik Rafiq keluar kamar menuju kamar Mak mertua nya.
Pelan di buka nya dan dilihat nya Mak sedang lelap tertidur sendiri tanpa Nadia di samping nya.
Encik Rafiq semakin bingung.
Iya kemudian berjalan menuju dapur.
Lalu di hidupkan nya satu buah lampu dapur agar sedikit terang.
__ADS_1
Tampaklah oleh nya surprise yang telah susah payah Nadia siapkan untuk merayakan satu tahun pernikahan mereka.
Terdapat sebuah kue tart dengan tulisan Happy 1st aniversarry dan sebuah lilin kecil diatas nya.
Berbagai makanan yang enak pun telah tersaji dengan sangat rapi.
Encik Rafiq merasa sangat bersalah.
Dan semakin merasa bersalah ketika mendapatkan sang istri tertidur di sofa luar karena menunggu nya pulang.
Encik Rafiq berfikir keras.
Iya tidak ingin Nadia kembali marah pada nya.
Segera iya menuju dapur lalu menghangatkan kembali semua masakan buatan Nadia dan kembali menyajikan nya di atas meja.
Encik Rafiq kemudian membuat dua biah whitecoffee dan menyalakan lilin yang terdapat di atas kue.
Semua siap tepat jam 04.20 Wib.
Encik Rafiq perlahan membangunkan Nadia.
Dikecupnya kening sang istri berulang kali agar terbangun.
Nadia kaget ketika melihat Encik Rafiq duduk di tepi sofa sambil tersenyum kearah nya.
"Happy Universarry sayang... Maaf Abang pulang terlambat" ucap Encik Rafiq kembali mencium kening sang istri.
Nadia yang kecewa hanya menyunggingkan sedikit senyuman pada sang suami.
"Sekali lagi Abang minta maaf ya sayang.. Ayo kita rayakan.. Bukankah sayang sudah mempersiapkan makan malam romantis untuk kita berdua?" tanya Encik Rafiq membujuk sang istri.
"Sepertinya sudah tak perlu di rayakan. Lagi pula makanan nya juga sudah dingin" jawab Nadia agak ketus.
Encik Rafiq hanya tersenyum lalu sedikit menyentil hidung bangir sang istri yang sedang merajuk.
"By...!!!" ujar Nadia setengah berteriak ketika Encik Rafiq menggendongnya kearah meja makan.
Dan betapa kaget nya Nadia ketika melihat semua makanan di meja makan telah di hangatkan oleh sang suami.
Dan Nadia kembali tersenyum ketika melihat lilin yang meyala di atas kue tart yang di apit oleh dua gelas whitecoffee panas di kiri dan kanan nya.
"By...??!".tanya Nadia kearah sang suami.
"Happy Universarry sayang... I love You so much.." ujar Encik Rafiq lalu meraih bibir merah sang istri.
Nadia luluh dan membalas ciuman sang suami dengan lebih dalam lagi.
__ADS_1
Mereka kemudian merayakan ulang tahun pernikahan dengan sangat romantis sampai subuh menjelang.