Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 43. Zizi dalam belibis group


__ADS_3

Encik Rafiq menyalami Mak mertua nya dan mencium Nadia sang istri berulang kali sebelum pamit berangkat kerja.


Hari ini perasaan nya jauh lebih tenang di bandingkan beberapa hari yang lalu.


Masuk Angin kemarin membawa hikmah yang cukup baik untuk hubungan nya dengan sang istri.


Kini Nadia sudah tidak marah lagi.


Iya bahkan merawat dan melayani Encik Rafiq dengan penuh kasih sayang.


Mereka kembali terlihat mesra setelah berbagai masalah membuat jarak diantara kedua nya.


"Sayang... Barusan Abang ada transfer uang ke rekening sayang ya..!!" ujar Encik Rafiq sebelum meninggalkan apartemen.


"Untuk apa?? Uang Diah masih ada kok" jawab Nadia sembari mengantar sang suami sampai di depan pintu.


"Gak apa.. Pakai saja.. Bawa Mak jalan dan berbelanja. Biar Mak fresh dan tak bosan terkurung di apartemen saja" jawab Encik Rafiq lalu mencium kening Nadia sekali lagi.


Nadia tersenyum bahagia dengan perhatian Encik Rafiq terhadap Mak.

__ADS_1


"Makasih ya By.." ujar Nadia lagi sambil memeluk mesra sang suami.


Lagi.


Encik Rafiq mendaratkan sebuah ciuman hangat di kening sang istri tercinta sebelum iya benar-benar pergi meninggalkan apartemen.


Sesampainya di kantor, Encik Rafiq terperanjat kaget melihat Zizi yang sedang duduk menikmati secangkir teh hangat di ruang kerja nya.


"Hai.." sapa Zizi dengan sebaris senyum


"Kenapa kamu ke kantor?" tanya Encik Rafiq tidak menghiraukan sapaan Zizi barusan.


"Maksud kamu?" tanya Encik Rafiq bingung.


"Bukankah Aku memiliki 65% saham di perusahaan ini? Dan Aku rasa sudah waktu nya bagiku untuk ikut terjun langsung dalam menjalankan perusahaan. Tidak masalah bukan?" tanya nya dengan nada sedikit sinis.


Encik Rafiq kaget dan terdiam sejenak.


"Tidak masalah..." jawab Encik Rafiq kemudian.

__ADS_1


"Tapi kamu kan tidak punya pengalaman sama sekali dalam menjalankan bisnis, lagi pula agak aneh rasa nya mendengarmu tiba-tiba ingin bekerja di perusahaan ini. Bukan kah sejak dulu kamu tidak tertarik sama sekali untuk menjalankan perusahaan?? Kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak suka bekerja dengan penuh target dan tekanan. Kok tiba-tiba ingin bergabung?" tanya Encik Rafiq dengan penasaran.


" Mungkin salah satu alasan nya adalah karena Aku merasa terancam. Suamiku kini sudah mempunyai simpanan dan seperti nya sebentar lagi akan menceraikanku. Aku tidak ingin menjadi wanita bodoh yang bergantung dengan kamu lagi!!" jawab Zizi sangat sinis.


"Astagfirullah... Picik sekali fikiranmu..!!" jawab Encik Rafiq dengan sedikit amarah.


Zizi hanya diam tidak bergeming.


"Aku menjalankan perusahaan ini dengan penuh tanggung jawab.. Dan Aku bukan lelaki yang tidak tau diri yang hanya memanfaatkan mu saja!! Bukankah pernikahan kita memang sudah gagal sejak awal? Dan Aku sudah meminta maaf bukan ?? Seandainya sekalipun kita bercerai, Aku tidak akan pernah mengabaikan hakmu dalam perusahaan ini!!" ujar Encik Rafiq lagi mencoba mengendalikan emosi nya.


"Terserah... Yang pasti Aku ingin bergabung menjalankan perusahaan!!" jawab Zizi dengan nada sedikit tinggi.


"Baiklah jika itu yang kamu mau!!" jawab Encik Rafiq lagi lalu kemudian menghubungi Sahrul dan Meri untuk mempersiapkan sebuah ruangan kerja pribadi untuk Zizi istrinya.


Sejujurnya Encik Rafiq merasa sangat tidak tenang dengan bergabung nya Zizi di perusahaan.


Selain tidak memiliki pengalaman, Encik Rafiq sangat tau sifat Zizi yang mudah termakan tipuan dan sangat mudah percaya pada orang yang baru iya kenal.


Tapi apa boleh buat, Encik Rafiq terpaksa menuruti keinginan Zizi karena iya merupakan pemilik 65% saham Belibis group yang merupakan saham terbesar di dalam perusahaan.

__ADS_1


Dapat diartikan bahwa sanya posisi Zizi sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidup perusahaan Belibis Group.


__ADS_2