Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 42. Masuk Angin


__ADS_3

"Sayang... Masih marah kah??" tanya Encik Rafiq pada Nadia yang memejamkan mata, berpura-pura tidur menghadap kearah tembok.


"Sayang.. Boleh bangun sebentar?? tolong buatkan Abang teh hangat, please..!!" bisik Encik Rafiq lagi di telinga Nadia istrinya.


"Perut Abang tak enak sayang.. Agak nya Abang masuk angin.." ujar nya lagi mencoba membangunkan Nadia.


Nadia yang tak tega mendengar permintaan sang suami, akhir nya bangkit menuju dapur untuk membuatkan nya segelas teh hangat.


Encik Rafiq turun dari tempat tidur nya, perlahan iya berjalan kearah dapur sembari memegang erat perutnya yang sakit lalu duduk di meja makan menunggu teh hangat buatan Nadia.


"Ini teh nya" ujar Nadia menyajikan segelas teh hangat di atas meja tepat di depan Encik Rafiq duduk.


"Makasih.." jawab Encik Rafiq lembut.


Nadia hanya tersenyum sebentar lalu meninggalkam Encik Rafiq sendirian menikmati teh hangat nya di meja makan.


Nadia kembali kedalam kamar.


Berusaha untuk tidur agar semua masalah yang iya hadapi dapat terlupakan sejenak.


Di dengar nya suara langkah sang suami yang telah kembali kedalam kamar.


Segera di pejamkan nya erat-erat mata nya.


Encik Rafiq melirik sebentar kearah sang istri.


Perutnya benar-bsnar terasa tidak nyaman.


Sangat sakit.

__ADS_1


Terasa melilit-lilit.


Encik Rafiq mengerang pelan dengan posisi meringkuk untuk menahan rasa aakit yang di alami nya.


Iya bedusaha untuk tidak membangunkan sang istri.


Dia tau betul, kalau maag nya kambuh karena beberapa hari ini makan tidak teratur bahkan kadang tidak makan karena nafsu makan nya hilang sejak memiliki banyak permasalahan yang muncul.


Nadia yamg hanya berpura-pura tidur, akhir nya merasa khawatir mendengar erangan Encik Rafia yang sedang mdnahan sakit.


"By..?? Kenapa??" tanya nya sambil membalikkan tubuh nya menghadap sang suami.


Encik Rafiq terdiam tidak menjawab.


Keringat dingin bercucuran hebat di seluruh tubuh nya.


Nadia mulai panik melihat kondisi sang suami.


Kurang lebih 40menit kemudian, Abang Sugi datang membawakan obat Encik Rafiq pada Nadia.


Nadia segera membantu Encik Rafiq meminum nya.


Lalu dipijitnya perlahan bagian perut Encik Rafiq dan membalurkan minyak telor agar sakit nya segera hilang.


Nadia akhir nya tertidur dengan posisi tangan yang berada di atas perut sang suami.


Pagi hari nya, Nadia terbangun ketika mendengar Encik Rafiq yang muntah-muntah dari arah kamar mandi.


Nadia segera menyusul nya.

__ADS_1


Mengambilkan nya segelas air hangat dan memijitkan bagian tengkuk bdlakang Encik Rafiq agar iya terasa sedikit lega.


Encik Rafia kemudian kembali berbaring lemas di tempat tidur.


"Kita kedokter aja yuk By.." ajak Nadia pada Encik Rafiq.


"Gak pelu.. Abang cuma masuk angin dan maag yang kambuh.. Paling bentar lagi sembuh.. Lagi pula di rawat sama kamu jauh lebih baik dari pada perawat dirumah sakit" ujar Encik Rafiq pula menggoda istrinya.


Nadia sedikit menyunggingkan senyum.


Encik Rafiq kemudian mengabari Sahrul asksyen pribadi nya, bahwa iya tidak bisa ke kantor hari ini.


Kemudian dengan manja nya iya menikmati bubur buatan Nadia suap demi suap dari tangan sang istri.


"Sayang... Makasih ya.. " ujar nya sambil memengang tangan Nadia lalu dicium nya.


Nadia tidak menjawab ucapan ferimakasih Encik Rafiq.


Iya kemudian kembali kedapur meletakkan piring sisa bubur lalu mencuci nya pelan.


"Sayang... Makasih sudah negadsng semalaman buat jagain Abang ya..." bisok Encik Rafiq di telinga kanan Nadia.


"Asfsgfirullah.. "ujar Nadia kaget karena mencuci piring sembari melamun.


Encik Rafiq lalu membalikkan tubuh sang isti dengan sekali hentakan. lalu di raupnya dengan cepat bibir yang merekah terkaget.


Nadia tidak bisa menolak nya.


Permainan bibir Encik Fafiq selalu saja membuat Nadia tidak mampu untuk mengelak nya.

__ADS_1


Suasana pagi menjelang siang mengantarkan Nadia dan Encik Rafiq kembali pada titip puncak kenikmatan yang tiada tandingan nya di muka bumi.


"Sayang.. I love you.." Bisik Encik Rafiq lagi ditelinga sang istri tercinta.


__ADS_2