Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 54. Ngidam Part 2


__ADS_3

Encik Rafiq bersiap-siap untuk pulang ketika Zizi masuk kedalam ruangan kerja nya.


"Fik.. Kita pulang bareng ya.." ujar nya pada Encik Rafiq.


"Maaf Zi.. Tapi malam ini Aku masih harus keapartemen. Nadia masih marah dan Aku masih harus membujuk nya dulu.. Besok malam Aku pulang ya.." ujar Encik Rafiq membuat kecewa hati Zizi.


"Oke" ujar nya singkat meninggalkan Encik Rafiq dari ruang kerja nya.


Zizi tidak bisa berbuat apapun.Dia tidak mungkin bersikeras membantah ucapan Encik Rafiq dan memaksanya pulang bersama. Iya tahu semua ini terjadi karena kesalahan terdahulu nya. Dia akan berusaha mendekati Encik Rafiq secara perlahan sampai Encik Rafiq kembali kedalam pelukannya dan meninggalkan Nadia istri siri nya.


"Assalamualaikum" ujar Encik Rafiq membuka pintu apartemen.


"Waalaikunsalam" jawab Nadia yang baru saja selesai mandi dan sedang duduk menikmati beberapa potong buah naga yang kemarin di bawakan oleh Lisa.


"Sayang... Masih marah ke?" tanya Encik Rafiq dengan logat melayu nya dan wajah yang dibuat manja.


"Tak.." jawab Nadia singkat menahan geli melihat tingkah sang suami.


"Betul??? Sayang dah maafkan Abang?? please.. Abang minta maaf ya!?" ujar nya sekali lagi dengan posisi berjongkok di depan Nadia.


Nadia luluh dan mengangguk pelan.

__ADS_1


Dia benar-benar tidak bisa membenci lelaki dihadapan nya ini. Sesakit apapun perasaan nya saat ini, tetap saja iya tidak mampu membenci nya walaupun Dia ingin.


"Makasih sayang" kecup Encik Rafiq di kening Nadia.


"Abis shalat magrib kita makan diluar ya! Tiba-tiba Abang ingin sekali makan Canai dan Sate madura" ujar Encik Rafiq lagi pada Nadia.


Nadia hanya mengangguk.


Nadia semakin yakin kalau suami saat ini mengalami ngidam karena kehamilan nya.


Tapi Nadia masih bingung bagaimana cara memberitahu Encik Rafiq perihal kehamilan nya.


Nadia takut dan ragu.


Dan baru saja iya ingin mengatakannya pada Encik Rafiq, tiba-tiba Hp nya berdering.


"Assalamualaikum Mak" jawab Nadia mengangkat telepon.


"Waalaikumsalam sayang.. Diah apa kabar sayang?? Dah lama Mak tak dengar kabar, Mak rindu" ujar Mak dari seberang telepon.


"Diah juga rindu Mak.. Maaf ya.. soalnya beberapa minggu ini Diah agak sibuk, jadi lupa menghubungi Mak" ujar Diah lagi pada Mak nya.

__ADS_1


"Rafiq sehat?" tanulya Mak lagi.


Diah kemudian memberikan telepon nya pada Encik Rafiq dan membiarkan Mak sedikit melepas rindu dengan menantu satu-satu nya.


"Mak kapan kemari lagi?? Kemarilah Mak.. Rafiq rindu makan nasi kuning buatan Mak" cerita Encik Rafiq pada mak mertua nya.


" Insyaallah nanti kalau siap panen mak datang ya.." jawab Mak pula dari seberang telepon sebelum pamit dan menutup telepon nya.


Setelah telepon Mak selesai, Nadia kembali ingin mencoba memberitahu Encik Rafiq tentang kehamilan nya.


"Tiiitt..tiit.." sebuah pesan masuk membuyarkan kesiapannya lagi.


"Saya tunggu kamu besok di morning resto. Zizi" pesan WA yang singkat dari Zizi terbaca oleh Nadia.


"Mengapa Dia ingin bertemu dengan ku??.Apa yang ingin Dia bicarakan??" tanya Nadia dalam hati.


Pesan dari Zizi membuat perasaan Nadia menjadi tidak enak.


Nadia akhirnya kembali membatalkan niat memberitahu Encik Rafiq tentang kehamilan nya.


Selesai shalat magrib, Encik Rafiq tiba-tiba membatalkan rencana makan malam diluar.

__ADS_1


"Sayang... makan malam nya lain kali aja ya.. Abang lelah.. Beberapa hari ini Abang rasa tak enak badan. Nafsu makan Abang pun berkurang. Abang istirahat dulu ya.. Abang lelah sekali" ujar Encik Rafiq lalu membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Nadia hanya mengagguk dan tersenyum melihat tingkah sang suami yang sedang mengalami masa ngidam.


__ADS_2