Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 28. Datuk Iskandar Kembali Kerumah


__ADS_3

Setelah pulang kuliah, Nadia bergegas pulang kerumah dengan menggunakan jasa ojek online.


Hari ini adalah hari spesial menyambut kepulangan Datuk Iskandar dari rumah sakit.


Nadia telah merencanakan kejutan penyambutan kecil-kecilan untuk Datuk Iskandar.


Mak Tua dan Bik Sari tentu saja bertugas di dapur untuk mempersiapkan jamuan makan yang lezat dan nikmat.


Sementara Nadia di bantu Pak Rital dan Bang Sugi mendekorasi ruang tamu menjadi sebuah ruangan pesta kecil yang cukup indah.


Dan yang bertugas menjemput Datuk Iskadar di rumah sakit adalah Abang Thamrin dan Encik Rafiq.


Beberapa teman dekat juga di undang untuk ikut memeriahkan acara.


Abang Sahrul misalnya, Asisten Pribadi Encik Rafiq dan beberapa karyawan yang cukup dekat dan mengenal Datuk Iskandar pun juga di undang untuk hadir.


Tepat jam 16.05Wib, Datuk Iskandar yang duduk dikursi roda, didorong masuk kedalam rumah oleh Encik Rafiq.


Nadia dan yang lain telah berdiri di depan pintu menyambut kedatangan Datuk Iskandar.


"Selamat Datang kembali kerumah Datuk.. Semoga dengan kembali nya kerumah, Datuk semakin sehat ya.. Aamiin" Ucap Nadia menyambut bahagia kepulangan Datuk Iskandar.


Semua kemudian satu persatu memberi ucapan selamat dan mendoakan kesehatan Datuk Iskandar.


"Selamat Datang kembali kerumah Tuan Besar" Sambut Mak Tua dengan rasa haru bahagia.


Setelah semua berkumpul dan memanjatkan doa, Encik Rafiq kemudian mempersilahkan semua nya untuk menikmati makanan yang telah di sediakan.


"Terimakasih sudah membuatkan kejutan yang luar biasa untuk Papa.. Papa terlihat sangat bahagia" ucap Encik Rafiq sembari menatap Nadia dengan hangat.


Nadia mengangguk dan tersenyum bahagia,


Kemudian menyodorkan sepotong kue kedalam mulut Encik Rafiq.

__ADS_1


Encik Rafiq menerima suapan itu dengan senyuman pula.


Terlihat gurat cemburu dan marah yang terpendam dari raut wajah Meri yang menyaksikan kemesraan antara Encik Rafiq dan Nadia.


Meri yang sejak dulu terobsesi terhadap Encik Rafiq merasa memiliki saingan baru ketika Nadia hadir dalam kehidupan Encik Rafiq.


Meri pernah berharap pernikahan Encik Rafiq dan Zizi yang tidak berjalan baik dapat segera berakhir dan Dialah yang akan terpilih menjadi pengganti Zizi sebagai istri dari Encik Rafiq pemiliki perusahaan Belibis group suatu saat nanti.


"Apa benar gadis kecil itu keluarga nya? kenapa mereka terlihat begitu mesra?" tanya Meri dalam hati nya.


Setelah menikmati berbagai jamuan yang tersedia, satu persatu tamu pun pamit pulang.


Meri dengan gaya yang begitu centil dan seksi datang berpamitan pada Encik Rafiq dengan suara manja yang tampak jelas dibuat-buat.


Kelakuan nya itu bukan nya membuat Encik Rafiq menjadi simpati, malah sebaliknya semakin merasa risih dibuat nya.


Meri bahkan tidak menyapa apalagi menyalami Nadia sama sekali. Padahal Nadia jelas berada disisi sebelah kiri Encik Rafiq suaminya.


Mungkin Meri akan murka seandainya Dia mengetahui bahwa Nadia sebenarnya kini adalah istri sah Encik Rafiq.


Setelah semua tamu selesai. Datuk Iskandar di bantuk oleh Abang Thamrin menuju kamarnya untuk beristirahat.


Sementara Nadia dan yang lain nya membereskan sisa-sisa pesta yang telah selesai.


Bahkan Encik Rafiq pun ikut membantu membersihkan ruang tamu.


Bersama Nadia, Encik Rafiq mengemaskan sisa dekorasi ruang tamu yang agak berantakan.


Pak Rital dan Abang Sugi yang juga ikut membantu hanya tersenyum bahagia melihat kedekatan Nadia dan Tuan Muda.


Encik Rafiq sepertinya sudah tidak malu lagi untuk menunjukkan perhatian nya terhadap Nadia di depan para pekerja rumah nya.


Nadia pun begitu.

__ADS_1


Dia menyambut bahagia setiap perhatian yang di berikan Encik Rafiq terhadap nya.


Selesai berkemas, Nadia dan Encik Rafiq bergandengan tanhan menaiki tangga menuju kedalam kamar nya.


"Diah mandi dulu ya.." pamit Nadia pada Suaminya ketika iya tiba didepan pintu kamarnya.


Encik Rafiq mengangguk sembari mengacak lembut rambut sang istri.


Selesai mandi, Nadia menuju dapur. Namun tidak satu orangpun ditemuinya.


"Sepertinya semua sedang beristirahat" ujar Nadia pelan lalu membuat segelas whitecoffee minuman kegemarannya.


"Muuacchh" Ciuman Encik Rafiq yang mendarat di pipi kirinya mengagetkan Nadia.


"Astagfirullah.. By..!!!" ujar Nadia setengah berteriak.


"Hubby..!!! Rambut Diah jadi berantakan..!!" rajuk Nadia dengan manja pula ketika Encik Rafiq tersenyum lalu mengacak dengan gemas rambut istrinya.


"Minum apa? Buatin kopi dong.." pinta Encik Rafiq pada istrinya.


"Coba deh minum ini" ujar Nadia menyodorkan whitecoffee nya pada Encik Rafiq.


Encik Rafiq kemudian mencoba meminumnya sedikit.


"Gimana? Enak kan? sesekali coba minuman yang lain.. jangan kopi pahit terus.." ujar Nadia pada suaminya.


"Enak.. whitecoffee ini rasanya manis dan pas banget. Boleh deh.. yang ini buat Abang aja ya.." Jawab Encik Rafiq sambil kembali menyeruput whitecoffee yang ada di tangan nya.


Lalu mereka berdua menikmati sore sambil berbincang hangat di tepi kolam renang dengan kaki terjulur kedalam air.


Begitu hangat dan mesra.


Nadia dan Encik Rafiq benar-benar telah saling jatuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2