Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 57. Encik Rafiq Panik


__ADS_3

Seharian sudah Encik Rafiq mencari Nadia ke setiap tempat yang iya tau. Namun semua hasilnya nihil.


Nadia tak juga Encik Rafiq temukan.


Dengan langkah gontai, Encik Rafiq kembali ke apartemen Nadia. Berharap dapat menemukan sosok yang dicintai nya disana.


"Kreeekk" perlahan pintu apartemen dibukanya.


"Assalamualaikum" ujar nya pelan mengharapkan dapat jawaban salam dari sang istri yang biasa telah menanti nya di kursi makan sambil menikmati secangkir whitecofee kesukaan nya.


"Sayang... Kamu dimana??" bisiknya pelan tanpa jawaban.


Kembali diraihnya telepon genggam nya mencoba menghubungi Nadia kembali.


Dan tetap saja nomor telepon Nadia sudah tidak bisa di hubungi.


Encik Rafiq sudah putus harapan.


Iya sudah berusaha mencari pada Lisa sahabat terbaik Nadia, tapi Nadia tidak ada disana.


Encik Rafiq bahkan sudah menghubungi Mak Mertua nya berulang kali, namun Nadia juga tidak ada di kampung nya.


Bahkan Encik Rafiq sampai meminta bantuan pada istri Bang Sugi untuk mendatangi rumah Mak Mertua nya mencari Nadia. Tapi Nadia memang tidak ada di kampung nya.


"Sayaangg... Kamu dimana??" teriak nya di dalam kamar meluahkan kemarahan dan rasa penyesalannya yang mendalam.


Kembali di baca nya sebuah surat yang Nadia tinggalkan di atas nakas sebelum iya pergi meninggalkan apartemen.


"Assalamualaikum By.. Maafkan Diah sebelumnya.. Mungkin ketika Abang membaca surat ini, Diah sudah pergi jauh meninggalkan Abang. Maafkan Diah karena pergi tanpa pamit sebelumnya.

__ADS_1


Banyak hal yang sudah kita lalui By..


Semakin hari Diah semakin menyadari semua masalah yang terus terjadi disebabkan oleh Diah sendiri.


Diah mengalah By...


Mungkin kepergian Diah adalah jalan terbaik agar hubungan Abang dan Zizi kembali harmonis.


Diah tidak ingin terus menjadi pengganggu dalam rumahtangga kalian.


Selamat tinggal By..


Berbahagialah.. Semoga ALLAH kembali menumbuhkan cinta diantara kalian berdua.


Lupakan Diah."


Encik Rafiq kembali meremas dengan kuat surat singkat dari Nadia itu.


Kedua tangan nya mencengkram erat kepala yang terasa berdenyut sangat kencang.


"Kriingg..." suara HP nya berdering.


Segera diraih telepon genggam nya berharap Nadia lah yang menelepon.


Namun Encik Rafiq segera kembali kecewa ketika melihat nama Mak Tua yang tertera di layar Hp.


"Assalamualaikum Mak" jawab Encik Rafiq dengan malas.


"Waalaikumsalam Tuan muda.. Bagaimana?? Diah sudah ketemu?" tanya Mak tua risau.

__ADS_1


"Belum Mak.. Rafiq sudah tidak tau harus cari kemana" jawab Encik Rafiq pula sembari memijit pelan kening nya.


"Tuan muda mesti cari Diah sampai ketemu.. Mak risau, Mak takut Diah kenapa-kenapa" ujar Mak Tua lagi dari seberang telepon.


"Rafiq juga risau Mak.. Tapi rafiq betul-betul dah putus asa dan tak tau nak cari Diah kemana" ujar Encik Rafiq lagi pada Mak Tua.


"Tuan.. Apa Tuan muda tau kalau Diah sekarang sedang mengandung anak Tuan?" tanya Mak Tua pelan dan ragu-ragu.


Encik Rafiq kaget bukan kepalang.


"Maksud Mak Tua??Nadia hamil??" tanya Encik Rafiq lagi tidak percaya.


"Iya Tuan... Diah hamil.. Diah sedang mengandung anak Tuan Muda. Maafkan Mak karena baru bagi tau sekarang. Sebab sebelumnya Diah yang minta, Diah bilang nak bagi tau sendiri pada Tuan Muda" jawab Mak Tua lagi menyesal.


"Ya ALLAH... Astagfirullah.. Mak!!! Apa yang harus Rafiq lakukan sekarang?? Kemana Rafiq mesti mencari Diah Mak?" tanya Encik Rafiq dengan suara serak menahan kepedihan nya.


"Maafkan Mak Tuan.. Mak menyesal.. Sangat menyesal" ujar Mak Tua yang menangis karena merasa menyesal dan bersalah atas kepergian Nadia.


Encik Rafiq tidak tau lagi harus berkata apa.


Ditutupnya telepon dari Mak Tua tanpa memberi salam.


Hati nya terasa sangat pedih dan kecewa.


Encik Rafiq menangis sendiri di dalam kamar.


Meratapi kepergian Nadia yang kabur membawa calon bayi mereka.


"Ya ALLAH.. Apa yang harus Aku lakukan? Kemana istriku pergi ya ALLAH? Aku sangat mencintai nya.. Jaga Dia ya ALLAH.. Dia sedang mengandung anakku!?" ujar Encik Rafiq di sela tangis nya.

__ADS_1


"Diah... Sayang.. Kamu dimana?? Pulanglah.. Please Abang mohon!!" ujar nya lagi dalam kesunyian.


Encik Rafiq sangat terpukul dan menyesal.


__ADS_2