Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 41. Penjelasan pada Mak


__ADS_3

Mak terbangun setelah beberapa jam pingsan tidak sadarkan diri.


Terlihat oleh nya Nadia yang duduk menangis sambari terus mencium tangan kanan nya.


Sementara di tangan kiri nya terdapat selang infus yang membuat lengan nya agak terasa ngilu.


"Diah..." Panggil Mak pelan.


"Alhamdulillah.... Mak dah sadar?? Diah panggilkan dokter ya.." jawab Nadia senang.


Dokter kemudian datang untuk memeriksa kesehatan Mak yang masih terbaring lemah dengan wajah yang masih pucat.


Setelah selesai di periksa, Nadia kemudian memeluk Mak dengan erat.


menciumi pipi dan tangan kanan nya berulang kali meminta maaf.


Mak mengusap kepala Nadia dengan penuh kasih sayang.


Permintaan maaf Nadia yang tulus membuat nya luluh dan membalas pelukan Nadia dengan haru.


Nadia kemudian menceritakan semua yang telah terjadi antara dirinya dan Encik Rafiq.


"Lalu dimana Rafiq?" tanya Mak kemudian setelah mendengarkan kisah Nadia.


"Diah meminta nya untuk pulang Mak. Diah rasa memang perceraian adalah jalan terbaik untuk kami. Diah tak nak buat Pakcik terus bimbang... Diah juga tak nak terus bermusuhan dengan Zizi dan selalu di anggap sebagai pelakor" ucap Nadia lirih.


Mak kembali memeluk Nadia.


Berharap pelukan nya dapat membantu meringankan semua beban dan kesedihan anaknya.


Nadia kembali menangis dalam pelukan Mak tercinta.

__ADS_1


Dua hari lama nya Mak dirawat dirumah sakit.


Setelah kondisi kesehatan nya mulai membaik, Mak pun di perbolehkan untuk rawat jalan oleh dokter.


Tidak sekalipun Encik Rafiq datang mengunjungi nya dirumah sakit.


Encik Rafiq takut kehadiran nya akan memperburuk kondisi kesehatan Mak mertua nya.


Hanya Mak tua dan Bik Sari yang datang kemarin sore dan ikut menceritakan kebenaran yang telah terjadi antara Encik Rafiq dan Nadia.


Mak dan Nadia kemudian diantar oleh Bang Sugi menuju apartemen.


"Rumah siapa ini Diah?" tanya Mak pada Nadia.


"Apartemen Diah Mak.. Hadiah Pakcik sewaktu Diah ulang tahun" jawab Nadia dengan senyum.


Mak mengangguk dan perlahan berjalan pelan di papah Nadia menuju kedalam kamar untuk beristirahat.


"Diah buatkan Mak teh hangat ya.." ujar Nadia meninggalkan Mak yang duduk bersandar di tepi ranjang.


Tak terasa air mata Mak menetes.


Cerita Mak tua dan Bik Sari kemarin tentang cinta yang begitu tulus dari Encik Rafiq pada Nadia jelas terlihat dari semua perlakuan nya.


Mak yakin benar diantara Nadia, Zizi dan Encik Rafiq, Encik Rafiqlah yang paling tersiksa karena memikirkan kedua istrinya.


Antara Janji dan Cinta, dua pilihan yang tidak bisa Encik Rafiq putuskan.


"Krrekk..." terdengar suara pintu terbuka.


Nadia tau pasti yang datang itu adalah suaminya.

__ADS_1


Namun iya tidak memperdulikan nya sama sekali.


Nadia tetap berdiri menghadap dapur sembari membuatkan segelas teh hangat untuk Mak.


Di biarkan nya Encik Rafiq masuk kedalam kamar menemui Mak.


Encik Rafiq sujud di kaki Mak yang sedang duduk bersandar di tepi ranjang.


Mak kaget dan tersadar dari lamunan nya.


Encik Rafiq menangis memita ampun.


Mak memukul punggung Encik Rafiq beberapa kali sambil menangis juga.


Lalu di usapnya pelan kepala sang menantu yang masih tertunduk menangis memeluk kedua kaki nya.


Nadia pun ikut menangis melihat apa yang sedang terjadi antara Mak dan suami nya.


"Rafiq mohon Mak.. Maafkan Rafiq.. Tolong jangan minta Rafiq menceraikan Diah... Rafiq mencintai Diah Mak..!!?!" ujar Encik Rafiq lagi memohon.


"Bangunlah Fik.. Bangunlah..!!" ucap Mak lagi pada menantu nya.


Encik Rafiq bangun dari sujud nya lalu mendekat menciumi kedua tangan Mak mertua nya.


Mak lalu meraihnya kedalam pelukan.


Mereka kembali menangis.


"Rafiq sangat mencintai Diah Mak.." bisiknya dalam pelukan Mak.


"Mak tau... Mak serahkan semua masalah ini pada kalian.. Ini adalah permasalahan rumah tangga kalian, Mak tak akan ikut campur. Mak cuma dapat mendoakan yang terbaik untuk hubungan kalian nak..!!" jawab Mak dengan wajah pilu.

__ADS_1


"Makasih Mak.." ucap Encik Rafiq lagi.


Dan sekali lagi diciumnya ksdua tangan Mak mertua kesayangan nya.


__ADS_2