Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 82. Harapan Baru


__ADS_3

Encik Rafiq mencium lembut kening Nadia setelah ijab kabul selesai di laksanakan.


Wajah bahagia Nadia dan Encik Rafiq terlihat jelas sekali terpampang dengan nyata.


Semua larut dalam haru bahagia.


Satu persatu menyalami Nadia dan Encik Rafiq guna memberikan ucapan selamat dan turut bahagia atas rujuknya kembali mereka.


Zizi pun turut hadir disana.


Memberi doa untuk kesembuhan Encik Rafiq dan kebahagiaan untuk rumah tangga yang kembali di bangun Encik Rafiq dan Nadia.


Mak Ipah memeluk Mak Nadia yang menangis haru bahagia.


Mak Tua menggendong bayi mungil mereka yang seolah-olah juga Ikut menyaksikan pernikahan kedua orangtuanya yang kembali rujuk.


Semua tersenyum bahagia.


Banyak sekali harapan baru yang terselip menjadi doa pengantin bagi Encik Rafiq dan Nadia.


" Mulai hari ini mau tidak mau, Diah harus siap menjadi perawat pribadi Abang.. Abang mungkin akan sangat menyusahkan Diah dengan kondisi Abang seperti ini..." Ucap Encik Rafiq pilu mengingat penyakit yang di derita nya saat ini.

__ADS_1


"Ya ALLAH By.. Diah siap jadi pendamping Aby.. mengurus Aby sampai bila-bila.. Selamanya.. Diah janji.. " jawab Nadia meyakinkan sang suami.


Encik Rafiq tersenyum bahagia.


Kembali diraihnya sang istri kedalam pelukan hangatnya.


"Kita ambil foto dulu yuk! " Ucap Sahrul pula sembari menunjukkan kamera yang sedang di pengang nya.


Semua mengangguk tanda setuju.


Nadia begitu bahagia memangku sang bayi duduk dengan mesra dalam rangkulan Encik Rafiq.


"Ckreekk.. " terdengar suara kamera berbunyi jelas mengabadikan moment yang begitu indah hari ini.


Dokter yang menangani Encik Rafiq kemudian masuk kedalam ruangan memberikan ucapan selamat dan membawa sebuah kabar bahagia.


"Selamat ya Pak Rafiq telah kembali rujuk dengan sang istri, semoga semakin bahagia, langgeng selalu, dan jadi keluarga yang sakinah.. Aamiin"ucapnya mendoakan pernikahan Encik Rafiq dan Nadia.


"Aamiin.. " jawab Encik Rafiq dan semua yang hadir hampir bersamaan.


"Ada satu lagi kabar bahagia buat Bapak dan semua keluarga yang hadir saat ini. Alhamdulillah kita telah menemukan pendonor ginjal yang cocok untuk Bapak Rafiq. Setelah melakukan tes, ternyata ginjal Ibu Ipah cocok untuk menggantikan ginjal Bapak yang rusak. Oleh karena itu kita akan segera melakukan semua persiapan untuk melakukan operasi pencangkokan ginjal Ibu Ipah dengan Bapak Rafiq" ujar sang Dokter lagi mengagetkan semua yang berada di dalam ruangan.

__ADS_1


"Alhamdulillah.. " Ucap Mak Ipah membuyarkan keheningan.


"Alhamdulillah.. " jawab yang lain pula kemudian.


"Mak Ipah..?! " Ujar Encik Rafiq tidak menyangka akan kebaikan Mak Ipah yang begitu besar kepadanya.


Mak Ipah mengangguk berjalan mendekat kearah Encik Rafiq dan Nadia.


Nadia langsung memeluk Mak Ipah dengan erat.


Tidak satupun kata yang mampu keluar dari mulut Nadia untuk mengungkapkan rasa terimakasih nya pada Mak Ipah karena telah sudi menjadi pendonor ginjal bagi suami tercinta nya.


"Kalian berhak bahagia Nak.. Perjalanan cinta kalian masih sangat panjang.. Bayi kalian membutuhkan kedua orangtua nya.. Mak Ipah bahagia bisa memberikan ginjal ini sebagai kado atas pernikahan kalian.. Semoga ALLAH senantiasa melimpahkan kebahagiaan untuk keluarga kecil kalian selamanya sampai maut benar-benar memisahkan.. Aamiin"ujar Mak Ipah dengan begitu tulus.


Encik Rafiq mencium tangan Mak Ipah berulang kali tanda hormat dan ucapan terimakasih yang tak terkira untuk kebaikan Mak Ipah.


"Sekarang kita tinggal berdoa, semoga semua berjalan lancar sesuai harapan kita ya.. Aamiin" ucap Mak Ipah lagi dengan senyuman.


"Aamiin" jawab semua nya bersamaan.


"Bismillah... Harapan baru untuk hidup yang baru" ucap Encik Rafiq Bahagia di dalam hatinya.

__ADS_1


"Terimakasih Mak.. " ucap nya lagi pada Mak Ipah dengan mata berkaca-kaca karena bahagia.


__ADS_2