Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 51. Dukungan Sahabat


__ADS_3

Nadia berbaring malas di ranjang rumah sakit ketika Lisa datang untuk menjenguk nya.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Lisa khawatir.


"Sudah baikan.. insyaallah besok sudah boleh pulang" jawab Nadia dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


"Kok kamu sendirian? Apa suami mu belum pulang dari Bintan?" tanya Lisa lagi.


Nadia hanya menggeleng dengan segaris senyuman.


Beningan air mulai menggenang di pelupuk mata nya.


Lisa sangat mengerti perasaan sahabat nya itu.


Diraihnya Nadia dalam pelukan nya.


Di usapnya pelan punggung Nadia yang bergetar menahan kepedihan hati nya.


Nadia benar-benar terluka dan kecewa pada sikap Encik Rafiq.


"Aku hamil Lis.." bisiknya pada Lisa masih dengan tangisan nya.


Lisa kaget dan segera kembali memeluk sahabat nya.


"Alhamdilillah.. Selamat ya say.. Sebentar lagi bakalan jadi calon ibu.." jawab Lisa bahagia.

__ADS_1


Nadia menggeleng kuat.


"Aku belum siap Lis.. Aku benar bensr menyesal atas keteledoranku.. Apalagi dengan kondisi seperti ini.. Hubunganku dengan Pakcik diambang perpisahan.. Apa yang harus Aku lakukan?" ujar nya dengan air mata yang semakin deras.


Lisa memeluknya lagi lebih erat. Mencoba menguatkan sahabat nya.


"Anak itu adalah rejeki dari ALLAH Di.. Tidak perlu disesali.. Apa suamimu sudah tau?" Tanya Lisa.


Nadia menggeleng.


"Sebaiknya segera beritahu.. Mungkin ini adalah jalan dari ALLAH untuk kalian memperbaiki hubungan. Aku yakin Encik Rafiq pasti akan sangat bahagia jika mengetahui kabar bahagia ini" ujar Lisa menenangkan sahabatnya.


Nadia hanya diam lalu menghela mafas panjang.


"Sudah.. Ibu hamil tidak boleh banyak menangis... Gak boleh stres.. Kasian sama dedek bayi dalam perut.." nasehat Lisa sambil menghapuskan sisa air mata di pipi Nadia.


Nadia mengangguk dan tersenyum sedikit.


"Makasih ya Lis.. Kamu udah baik sama Aku.." ujar Nadia sambil menikmati potongan buah naga.


"Memang itulah guna nya Aku sebagai sahabat kamu.. Pokoknya Aku akan selalu ada untuk berdiri di bagian paling depan untuk melindungi mu dan calon ponakan tersayang. Jadi, jangan pernah merasa sendrian oke..?! Aku siap untuk menemanimu menghadapi semua cobaan yang datang" jawab Lisa dengan tulus.


Nadia begitu terharu dan bersyukur karena memiliki sahabat sebaik Lisa.


"Kak Ridwan tadi mencarimu di kampus. Sebaiknya kamu segera memberitahu nya kalau kamu telah menikah dan akan segera memiliki anak agar iya tidak terus mengejar mu" kata Lisa lagi.

__ADS_1


"Aku sudsh berulang kali menolak nya dan memberitahu kalau Aku sudah menikah tapi Kak Ridwan tetap saja tidak percaya dengan omonganku" jawab Nadia pula.


"Mungkin setelah mengetahui kehamilanmu maka Dia akan percaya dan tidak akan lagi mengincarmu" ujar Lisa sebari tertawa.


Nadia ikut tertawa pula.


"Lis.. Aku pengen makan rujak kemang.." ucap Nadia.


"Wah... sudah mulai ngidam ya.. Kita pesan online aja gimana? " tanya Lisa.


"Boleh.. " jawab Nadia semangat.


Lisa pun segera memesan Rujak Kemang secara online dari hp nya.


Sembari menanti rujak, mereka terus bercerita banyak hal dari mulai mata kuliah, bercerita tentang kampung halaman, mantan Lisa dan bahkan sampai nama untuk calon bayi Nadia.


"Gibran aja Di untuk nama anak lelaki mu!!" ujar Lisa memberi masukan nama anak lelaki pada Nadia.


"Dan kalau perempuan, kasih nama Naysila aja.. gimana?" tanya nya lagi penuh semangat.


"Boleh dipertimbangkan" jawab Nadia sambil tertawa.


Kedatangan Lisa benar-benar menghiburnya hari ini.


Lisa juga memberinya semangat untuk tetap berjuang menghadapi semua masalah yang sedang iya hadapi saat ini.

__ADS_1


"Terimakasih ya ALLAH untuk sahabat yang telah engkau kirimkan untukku" bisik Nadia di dalam hati nya.


__ADS_2