Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 46. Berita Website


__ADS_3

Encik Rafiq berangkat ke kantor agak siang hari ini.


Setelah menghabiskan subuh bersama Nadia, Encik Rafiq menyempatkan diri untuk tidur sebentar.


"Kamu datang terlambat hari ini" sapa Zizi yang menantinya di depan ruang kerja.


"Maaf" jawab Encik Rafiq singkat.


"Terimakasih semalam sudah merawat dan menemaniku" jawab Zizi lagi lalu menyodorkan segelas kopi hitam ke tangan Encik Rafiq.


Terlihat dari kejauhan Sahrul datang mendekat kearah Encik Rafiq dan Zizi dengan jalan yang cukup tergesa-gesa.


"Bos.. Ada berita kurang baik yang ingin saya sampaikan" ujar Sahrul memotong pembicaraan Zizi dan Encik Rafiq.


"Ayo kita bicarakan di ruangan saya" ajak Encik Rafiq kemudian.


"Apa saya juga boleh ikut?" tanya Zizi lagi.


Encik Rafiq menangguk mengizinkan.


Sahrul kemudian memperlihatkan sebuah website bisnis yang menjadikan Encik Rafiq sebagai topik dalam salah satu artikel

__ADS_1


nya.


"Astsgfirullah" Encik Rafiq kaget ketika membaca isi artikel yang membahas permasalahan rumah tangga nya dengan Zizi.


Bahkan di dalam artikel jelas memberitakan tentang perselingkuhan Encik Rafiq dengan seorang mahasiswi yang masih muda.


Di dalam artikel juga jelas memajang dua buah foto Encik Rafiq bersama seorang gadis yang sedang berjalan di sebuah mall.


Dan tentu saja gadis itu adalah Nadia.


"Untung nya wajah Diah tidak terlihat jelas Bos.." ucap Sahrul lagi pada Encik Rafiq.


Zizi yang juga ada di ruangan itu tidak memberi komentar sama sekali terhadap berita yang sedang mereka bahas.


"Barusan saya hubungin orang IT untuk segera menghapus website tersebut. Tapi tetap saja web itu sudah terlanjur tersebar. Dan barusan saya dapat telepon dari beberapa investor yang ingin mengadakan rapat lusa perihal kelanjutan pembangunan resort di Bintan. Dan saya rasa pemberitahuan rapat mendadak ini mungkin terkait dengan berita miring ini Bos" jawab Sahrul lagi.


"Tentu saja seperti itu.. Tolong cari tau dalang dari penyebar gosip murahan ini ya.." Ujar Encik Rafiq lagi memerintahkan.


"Baik Bos.. Lalu apa yang akan Bos lakukan untuk rapat lusa? Apa Bos bersedia hadir?"


" Mau tidak mau saya harus datang untuk meluruskan keadaan. Saya tidak ingin proyek pembangunan ini gagal. Dan saya butuh Kamu Zi untuk ikut hadir dalam rapat lusa" jawab Encik Rafiq.

__ADS_1


"Kenapa harus saya?" tanya Zizi.


"Tentu saja.. Para investor itu mengudang rapat mesti sebab terkait berita murahan ini. Dan jika kita hadir berdua pada rapat tersebut, maka tentu saja secara tidak langsung akan mematahkan semua isi artikel bodoh itu. Dan kita tinggal menyampaikan pada mereka kalau pernikahan kita baik-baik saja dan artikel itu hanyalah sebuah gosip murahan dari lawan bisnis kita. Dan para investor itu pasti akan berfikir kalau pernikahan kita baik-baik saja" jawab Encik Rafiq pada Zizi.


"Bukankah gosip itu memang benar ada nya??" tanya Zizi begitu sinis.


"Zi... Please.. Jangan memulai pertengkaran lagi.. Apa saya harus membuat konfrensi pers mengatakan pada mereka kalau perempuan itu bukan selingkuhan? tapi adalah istri kedua saya yang saya nikahi secara siri..!! Apakah saya harus menceritakan pada semuanya tentang bagaimana pernikahan kita sebenarnya sehingga saya akhirnya menikah lagi? Apa itu yang kamu inginkan?" tanya Encik Rafiq sedikit keras.


Zizi terdiam.


Sahrul yang ada di dalam ruangan pun terdiam.


"Okay.. Baiklah.. Besok saya akan ikut ke Bintan" jawab Zizi kemudian.


"Baiklah.. kalau gitu saya akan persiapkan semua nya dulu.." Ujar Sahrul pula pamit dari ruangan.


Encik Rafiq tak punya waktu yang cukup untuk pulang ke apartemen sebelum berangkat ke Bintan.


Begitu banyak pekerjaan yang harus iya selesaikan sebelum berangkat ke Bintan Besok.


Dengan berat hati, iya hanya memberi kabar pada Nadia melalui sambungan telepon saja.

__ADS_1


Dan sejujurnya, terselip rasa kecewa dan takut di hati Nadia ketia mendengar Encik Rafiq berangkat ke Bintan tidak sendirian, Tetapi bersama Zizi sang istri sah.


__ADS_2