Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 58. Masih Mencari Nadia


__ADS_3

Encik Rafiq berangkat kekantor dengan perasaan yang tidak karuan.


Tiga hari sudah Nadia menghilang.


Kepergian Nadia membuatnya hancur.


Hati nya semakin hancur ketika mengetahui Nadia pergi dalam keadaan sedang mengandung anak mereka.


Encik Rafiq menyalahkan diri nya.


"Hai... "sapa Zizi dengan senyuman manis menyambut sang suami di depan ruang kerja nya.


Namun tidak sedikitpun Encik Rafiq merespon.


Encik Rafiq terus berjalan memasuki ruang kerja nya disusul oleh Zizi.


"Mau Aku buatkan kopi?" tanya Zizi sambil berdiri tepat di depan meja kerja Encik Rafiq.


"Tak perlu.. Aku sudah meminta Meri untuk membuatkan ku segelas whitecofee" jawab Encik Rafiq dengan sedikit senyuman.


"Fik.. sampai kapan kamu seperti ini?? pulanglah karumah.. Lupakan wanita itu.. Beri Aku kesempatan untuk memperbaiki pernikahan kita Fik.. Berhentilah mencari nya.. Pulang kerumah.. Ada Aku Fik.. Aku lah istri sah kamu.. " ujar Zizi sedikit emosi karena lelah melihat tingkah Encik Rafiq yang tidak karuan semenjak kepergian Nadia.

__ADS_1


" Zizi Please.. ini masih pagi.. Dan Aku tidak ingin kita bertengkar dan merusak mood untuk bekerja" jawab Encik Rafiq dengan tegas.


"Oke.. Aku minta maaf.." ujar Zizi meninggalkan Encik Rafiq sendirian.


"Sampai kapan kamu seperti ini?? Setiap orang memiliki batas kesabaran Fik.. Jika Nadia sudah memilih untik pergi dari hidup mu mjlungkin karena iya sudah lelah bersabar, dan begitupun Aku.. Jagan sampai kesabaranku habis juga. ini untuk terakhir kalinya Aku memintamu kembali kerumah dan mencoba menata kembali rumahtangga kita yang telah hancur. Jika kamu tidak bersedia, maka Akupun sudah cukup lelah. Mungkin Aku juga akan mengikuti jejak Nadia untuk meninggalkan mu sendirian!" ujar Zizi lagi sebelum pergi keluar dan menutup pintu ruang kerja Encik Rafiq.


Encik Rafiq terdiam mendengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Zizi.


Dia benar-benar tidak tau harus bebuat apa.


Kepala nya terasa sangat sakit.


Encik Rafiq mengalami mual yang hebat.


Iya berlari menuju kamar mandi dsn memuntahkan semua isi perut nya.


Meri yang baru saja masuk mengantarkan whitecoffee pesanan Encik Rafiq segera menuju kamar mandi ketika mendengar Encik Rafiq muntah-muntah.


"Bos... Are you Ok?" tanya Meri sedikit cemas.


"Aku baik-baik saja.." jawab Encik Rafiq singkat.

__ADS_1


"Tolong panggilkan Sahrul untukku" ujar nya lagi memerintah Meri.


Meri mengangguk dan segera keluar memanggil Sahrul.


Tidak lama kemudian Sahrul pun menemui Encik Rafiq.


"Maaf Bos.. Saya sudah berusaha mencari nya, bahkan orang-orang yang kita sewa juga sudah berusaha untik menemukan nya, Tapi seperti nya istri Bos tidak ada di kota ini" ujar Sahrul menjelaskan pada Encik Rafiq perihal pencarian Nadia.


"Kemana Dia pergi??? Dia benar-benar menghilang seperti di telan bumi.. Dia hamil Rul.. Nadia sedang hamil.. Dia mengandung anakku.. Darah daging ku.. Aku harus menemukan nya..".ujar Encik Rafiq sedikit mengagetkan Sahrul.


"Kita akan terus berusaha sampai Nadia ketemu.. Bos yang sabar ya.." ujar Sahrul menenangkan Encik Rafiq.


Encik Rafiq hanya mengangguk pelan.


"Jelas sudah sekarang mengapa Pak Bos selalu mual setiap pagi nya... Dan gemar sekali makan rujak dan buah akhir-akhir ini.. Ternyata Pak Bos mengalami ngidam karena Nadia sedang hamil muda.. " Ujar Sahrul sambil tersenyum bahagia.


"Bantu Aku menemukan Nadia ya Rul.. Aku sangat mencintai nya.. Aku tidak ingin Dia dan calon anak kami kenapa-kenapa" ujar Encik Rafiq lagi pada Sahrul.


"Insyaallah istri Bos segera kita temukan" jawab Sahrul lagi pada Encik Rafiq.


"Aamiin" jawab Encik Rafiq pula penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2