Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 67. Zizi meminta Cerai


__ADS_3

Hari-hari yang di lalui Nadia begitu berat.


Begitu pula dengan Encik Rafiq.


Tidak satu orang pun tau bagaimana Encik Rafiq sebenarnya.


Termasuk Zizi sang istri sah.


Encik Rafiq kembali terbayang ucapan Mak yang memaki diri nya di rumah sakit kemarin.


" Mak sangat percaya padamu Ketika kamu berjanji membuat komitmen pada Nadia. Kamu telah membangunkan harapan baru untuk putri semata wayang Mak. Dan Mak berharap kamu akan menepati janji dengan membangun kepercayaan Mak sepenuh nya. Namun kenyataan nya ternyata sungguh menyakitkan.. Kamu telah menghancurkan semua harapan dan kepercayaan Mak atas diri mu Fik.. Mak Sungguh kecewa.. Kamu telah menghancurkan hidup Nadia!! Harta Mak satu-satu nya.. Mak sangat membenci mu!! Dasar lelaki tidak bertanggung jawab!!" ucap Mak memaki.


Semua kembali terngiang jelas di telinga Encik Rafiq.


Sungguh sangat menyakitkan.


Encik Rafiq kembali menangisi keputusan sepihak nya.


Hatinya sangat terluka.


Namun bagaimanapun iya harus berusaha kuat.


Semua sudah terlanjur.


Zizi masuk keruangan kerja nya tanpa iya sadari.

__ADS_1


"Kamu selalu saja seperti ini.. melamun dan terus melamun.. lagi-lagi kamu terus saja melamunkan perempuan kampung itu.. Cukuplah Fik..Aku lelah melihatmu seperti ini" ujar Zizi membuyarkan lamunan Encik Rafiq.


"Tidak bisakah kamu mencoba untuk menerima kenyataan dan berusaha untuk kembali memperbaiki hubungan kita Fik?" ujar Zizi lagi dengan nada putus asa.


Encik Rafiq menghela nafas panjang.


"Maafkan Aku Zi.. Aku yang salah atas semua yang terjadi padamu dan Nadia.. Akulah yang bersalah.." ujar Encik Rafiq memohon maaf pada Zizi.


Zizi mulai menangis meluapkan kepedihan hati nya selama ini.


Dia begitu berharap kepergian Nadia akan mengembalikan Encik Rafiq padanya.


Dan mereka akan memulai kembali rumahtangga mereka yang pernah hampir hancur disebabkan dirinya.


Encik Rafiq kini memang ada disisinya dan telah melepaskan Nadia sesuai keinginan nya.


Tapi Hati dan perasaan Encik Rafiq tidak bisa lagj berpaling dari Nadia.


Tatapan nya kini terlihat kosong.


wajahnya selalu suram.


Encik Rafiq seperti kehilangan semangat hidup setelah berpisah dari Nadia.


Hal ini lah yang membuat Zizi semakin sakit hati.

__ADS_1


"Zi.. Aku minta maaf.. Aku memang salah.. Kamu boleh mencaciku.. memaki ku..memukulku.. menamparku.. bahkan mengusirku jika kamu mau.." ucap Encik Rafiq penuh sesal.


Zizi terus menangis mendengar ucapan Encik Rafiq.


"Kita cerai aja Fik... Aku sudah lelah.. Seberusaha apapun Aku, sepertinya tidaklah ada guna nya. Aku benar-benar sudah tidak punya tempat lagi di hatimu. Mungkin bercerai memang yg terbaik untuk kita. Aku mengalah.." ujar Zizi mengagetkan Encik Rafiq.


"Aku minta maaf.. Akulah yang meminta Nadia untuk pergi meninggalkanmu.. Aku lah yang mengatakan pada nya kalau iya tidak pantas mendampingimu.. Ternyata Aku salah.. Akulah yang tidak pantas.. Aku lah yang tidak bisa mendampingimu.. Aku menyerah.. Ceraikan Aku. Kembalilah pada Nadia... Aku ikhlas Fik" ujar Zizi lagi dengan tegas.


"Aku janji tidak akan menuntut apapun darimu. Kita berpisah secara baik-baik.. " ucap Zizi lagi lalu pergi meninggalkan Encik Rafiq yang terpaku tak bersuara.


Encik Rafiq linglung tak mampu berbuat apapun.


Iya merasa begitu bersalah atas semua kejadian ini.


Setelah Nadia, kini iya pun akan kehilangan Zizi.


Encik Rafiq menangis tertahan.


Menjambak rambut nya kuat-kuat.


Menyesali semuanya.


Tiba-tiba iya kembali merasa mual yang hebat.


Lagi.. untuk yang kesekian kali nya Encik Rafiq memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


__ADS_2