Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 6. Menjadi Anak Angkat


__ADS_3

Datuk Iskandar kemudian mengumumkan pada seisi rumah tentang siapa Nadia sebenarnya.


"Jadi terhitung mulai hari ini, Diah bukan lagi perawat di rumah ini, melainkan anak angkat saya Datuk Iskandar" ucap nya menjelaskan pada semua nya.


Semua kemudian turut bahagia mendengar penjelasan Tuan Besar terkait siapa Ayah Nadia dan alasan mengapa Nadia di angkat menjadi anak oleh Datuk Iskandar.


"Mak Tua dan Bik Sari tolong bantu Nadia mengemas pakain nya dan pindahkan ke kamar atas yang berseberangan dengan kamar Rafiq ya..!!" ujar Datuk Iskandar lagi pada Mak Tua dan Bik Sari.


"Baik Tuan" jawab keduanya kemudian.


"Datuk.. Diah rasa tak apalah Diah tetap tinggal di kamar belakang dekat dengan Mak Tua dan Bik Sari Tuk.. Tak perlu lah pindah kamar.." ucap Diah pula pada Tuan Besar.


"No..No..No.. Pokoknya Diah mesti pindah ke kamar atas ya.. Tak boleh menolak karena ini perintah..!" jawab Datuk Iskandar kemudian.


"Sekarang waktu nya Datuk istirahat jadi tolong antar Datuk balik ke kamar ya.." ucap nya lagi pada Diah.

__ADS_1


Diah mengangguk dan menuruti perintah.


Mak Tua dan Bik Sari kemudian membantu Diah berkemas pindah ke kamar atas yang berseberangan dengan kamar Tuan Muda.


"Dulu kamar ini sering di pakai sama istri Tuan Muda.. Tapi semenjak Dia pergi ke luar negri kamar ini tak pernah lagi di pakai" ujar Mak Tua menjelaskan pada Diah tentang kamar yang akan Diah tempati mulai malam ini.


Kamar yang sangat indah dengan walpaper bunga lily yang di gradasikan dengan warna ungu.


Tempat tidur yang senada dengan lemari dan meja rias yang terbuat dari jepara asli, sangat cantik menghias kamar yang berukuran cukup besar ini.


Jendela besar yang mengarah ke luar taman membawa hawa sejuk ketika di buka.


"Makasih ya Mak sudah bantu Diah beberes kamar" ujar Diah sambil memeluk Mak Tua.


"Sama-sama sayang... Mak di kampung macam mana? Dia dah tau tentang ayah Diah dan Tuan Besar?" tanya Mak Tua kemudian.

__ADS_1


"Sudah Mak.. tadi Diah langsung telepon beliau dan Datuk pun berbicara langsung dengan Mak. Mak nangis terharu dan bersyukur sekali" jawab Diah pada Mak Tua.


"Alhamdulillah.. Syukurlah kalau begitu" Ujar Mak Tua lagi.


"Mak.. Diah takut Tuan Muda marah dan tak terima dengan semua ini.." kata Nadia lagi menceritakan kegelisahan nya pada Mak Tua.


"Insyaallah Tuan Muda tak akan marah.. Tenang saja ya.. " jawab Mak Tua pula menenangkan Nadia.


Nadia kemudian mengangguk pelan.


"Yaudah Mak mau turun masak untuk makan malam dulu ya.." ucap Mak Tua lagi berdiri dan meninggalkan Diah di kamar nya.


"Mak tunggu.. Diah ikutlah.. Diah bantu Mak dengan Bik Sari masak ya.. Sekalian belajar, biar nanti kalau dah berkeluarga boleh masak kan suami dan anak-anak... hahaha" Ujar Nadia sambil menggandeng tangan Mak Tua menuju dapur.


Mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Nadia merasa begitu bahagia hari ini dan merasa sangat bangga terhadap almarhum Ayah nya yang begitu baik dan sanhat menjaga persahabatan nya dengan Datuk Iskandar.


"Ya ALLAH terimakasih untuk semua ini.. tetap bimbing hamba ya ALLAH agar tidak menjadi manusia yang kufur nikmat.. Titip Mak di kampung ya ALLAH.. sehatkan beliau selalu.. Aamiin" ucap Nadia dalam doa nya yang terucap di hati.


__ADS_2