
Segera setelah selesai menikmati indahnya surga dunia, Encik Rafiq bergantian dengan Nadia mebersihkan tubuh nya di toilet yang tersedia di dalam ruang kerja Encik Rafiq.
"Permisi Pak.. " ketuk Meri dari luar pintu yang segera di buka oleh Encik Rafiq.
"Ini pak pesanan nya.. Ponakan bapak mana?" tanya Meri sembari meletakkan dua porsi burger dan minuman isotonik di atas meja depan sofa.
"Dia lagi di toilet. Terimakasih ya.." jawab Encik Rafiq sembari kembali fokus pada pekerjaan nya.
Encik Rafiq kemudian mengingat ada panggilan telepon yang tidak dia angkat ketika sedang asik bersama Nadia barusan.
Segeralah di raih nya HP nya dan melihat 3 panggilan tak terjawab di layar HP nya.
'My wife' nama yang tertera dengan gambar Zizi istri pertaman nya.
"Deg.." jantung Encik Rafiq berdetak kencang seketika.
Masih dengan perasaan tidak percaya dilihatnya kembali panggilan di layar Hp nya.
Dan nama 'My wife' jelas tertera disana dengan 3 panggilan tidak terjawab.
Sedikit bergetar.
Sedikit berkeringat.
Encik Rafiq menekan tombol telepon mencoba menelepon balik panggilan yang tidak terjawab.
"Hai.. Apa kabar?" Terdengar suara lembut dan seksi khas Zizi menyapa Encik Rafiq dari seberang telepon.
__ADS_1
"Hai.. Baik.. kamu?" tanya Encik Rafiq balik dengan kaku.
"Aku juga baik. Aku sekarang di indonesia, Lusa akan berangkat ke Singapura. Maaf Aku tidak bisa menemui mu. Jadwalku padat. Segera setelah pulang dari Singapura Akan kuatur jadwal pulang kerumah ya.." ucapnya lagi dari seberang telepon.
Tidak ada jawaban dari Encik Rafiq.
Fikiran nya menjadi tidak karuan.
"Baiklah.. bye" ucapnya kemudian menutup telepon ketika mendengar Nadia keluar dari toilet.
"Pakcik kenapa?" tanya Nadia yang melihat wajah pucat suami nya.
Encik Rafiq hanya menggeleng kuat lalu tersenyum dan menyodorkan burger pada Nadia.
Nadia duduk di pangkuan Encik Rafiq dengan manja.
"Berhentilah memanggil saya Pakcik.." pinta Encik Rafiq pada Nadia.
Nadia terkekeh.
"Jadi Diah harus panggil apa?" tanya Nadia pula.
"Terserah apa saja.. Suami misalnya, sayang, atau Abang aja pun boleh" jawab Encik Rafiq pula sambil menggigit burger nya.
"Tak nak lah.. Kalau panggil Abang terlalu lumrah. Macam manggil Bang Sugi atau Abang Thamrin. Diah tak mau lah.." jawab Nadia manja dengan logat melayu nya.
"Terus mau panggil Pakcik aja?? gitu.." ujar Encik Rafiq agak merajuk.
__ADS_1
"Bagaimana kalau Diah panggil Hubby? boleh tak?" tanya Nadia.
"Bagus..." jawab Encik Rafiq kemudian.
"Baiklah My Hubby.. I love You" ucap Nadia berbisik ditelinga kanan sang suami.
Encik Rafiq tersenyum bahagia.
Lalu merampas minuman isotonik yang berada di dalam mulut Nadia.
Dan lagi.. Mereka saling berbagi saliva.
Mereka tiba dirumah sakit jam 17.45 wib, ketika Datuk baru saja selesai membersihkan diri di bantu oleh seorang perawat lelaki.
"Maaf kami lama Pa.. Kerjaan Rafiq terlalu banyak, mungkin lusa Rafiq akan berangkat ke Bintan untuk meninjau lokasi pembangunan Resort" ucap Encik Rafiq pada Datuk Iskandar Papa nya.
"Its OK sayang.. Papa mengerti. Tadi kamu di cari dokter? Katanya ada yang mau dia bicarakan padamu" Jawab Datuk Iskandar pada anaknya.
"Oh oke.. Kalau begitu Rafiq keruangan dokter dulu ya Pa.." pamit Encik Rafiq meninggalkan Datuk Iskandar dan Nadia yang sedang mengupaskan buah jeruk untuk Datuk Iskandar.
"Bagaimana tadi di kantor Rafiq?" tanya Datuk pada Nadia.
"Kantor nya bagus sekali Tuk..Diah jadi betah. Tapi Diah agak tidak suka dengan dengan sekertarisnya yang sok cantik dan seksi sekali. Pakaian nya terlalu ketat dan sangat menggoda. Dia juga sepertinya tidak suka dengan Diah" cerita Nadia pada Datuk Iskandar.
Datuk Iskandar tekekeh.
"Namanya Meri.. Dia sudah lama bekerja sebagai sekertaris Rafiq. Dia memang sangat seksi. Semua orang di kantor sangat mengenal siapa Mira. Tidak satupun lelaki mau menjadi pacarnya. Karena Dia suka memeras dompet lelaki yang menjadi pacar nya. Jadi kamu tidak perlu cemburu. Datuk jamin, Rafiq tidak akan pernah tertarik pada nya sedikitpun. Rafiq hanya menghargai pekerjaan nya uang rapih dan selalu selesai tepat waktu" Ucap Datuk Iskandar pula pada Nadia.
__ADS_1
Nadia pun mengangguk dan membalas hangat senyuman Datuk Iskandar.