Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 35. Amarah Zizi


__ADS_3

Encik Rafiq melajukan mobil nya meninggalkan kantor untuk kembali kerumah.


Fikiran nya berkecamuk tidak karuan.


Kehadiran Zizi semakin membuat nya menjadi kacau.


"By.. Kok sudah pulang?" tanya Nadia ketika melihat Encik Rafiq berjalan menaiki tangga menuju kamar.


"Kepala Abang agak pusing.. Abang istirahat dulu ya" jawab Encik Rafiq kemudian meninggalkan Nadia yang keheranan berdiri di anak tangga.


Nadia merasa ada yang aneh dengan sikap sang suami.


Nadia lalu kedapur mengambilkan segelas air hangat dan obat sakit kepala untuk Encik Rafiq.


"By..." ujar nya pelan sembari duduk di tepi ranjang disisi Encik Rafiq yang sedang berbaring menutup seluruh wajah nya dengan bantal.


"Ini Diah bawakan obat sakit kepala. Minumlah agar sakit nya reda" ujar Nadia lagi membujuk sang suami.


Encik Rafiq menyingkirkan bantal yang menutupi wajah nya.


Lalu memeluk pinggang Nadia dengan erat dan membenamkan seluruh wajahnya dalam pangkuan Nadia.


"Abang sayang Diah.. Abang Cinta Diah.. Berjanjilah Diah tidak akan pernah meninggalkan Abang..!!" ujar nya lirih memohon.


"By... Ada apa?? Apa semua baik-baik aja??" tanya Nadia bingung dengan sikap aneh sang suami.

__ADS_1


"Zizi tadi datang ke kantor.. Dia minta maaf.." ucap Encik Rafiq kemudian setelah duduk disisi sang istri.


Nadia kaget mendengar ucapan Encik Rafiq. Tak satupun kata yang mampu di ucapkan Nadia. Tiba-tiba ketakutan bersarang memenuhi seluruh fikiran Nadia.


"Abang tidak menggubris permintaan maaf nya. Abang tidak tau harus berbuat apa. Abang bingung.. Abang ingin sekali memaki nya dan meluahkan perasaan sakit hati Abang. Tapi Abang tak bisa.. Abang pulang kerumah meninggalkan nya terpaku berdiri menangis di dalam ruangan kerja Abang.." cerita Encik Rafiq dengan jujur pada sang istri.


"Tok..tok..tok.." terdengan suara ketukan pintu dari arah luar kamar.


Nadia turun beranjak dari tempat tidur membuka pintu kamar.


"Siapa kamu??" tanya seorang perempuan yang berdiri memegang koper besar dengan wajah memerah pada Nadia yang terpaku menatap nya.


Encik Rafiq kaget mendengar suara yang begitu iya hafal di luar kepalanya.


Encik Rafiq segera bangkit setengah berlari kearah pintu kamar.


"Siapa perempuan ini Fiq?? mengapa iya berada si dalam kamar kita?? kamu selingkuh??" tanya Zizi bertubi-tubi pada Encik Rafiq yang masih terdiam kaget bukan kepalang.


"Maaf.. ini Nadia.. istri ku.." jawab Encik Rafiq pelan tapi dengan notasi yang sangat jelas terdengar di telinga Zizi.


"Sejak kapan kalian menikah?? tidak mungkin.. Kamu menikah dengan wanita lain tanpa persetujuan ku?? itu sama saja dengan kamu selingkuh Fiq... Kamu boleh memaki ku karena meninggalkan mu..!! Tapi kamu tidak berhak menikahi perempuan lain di belakangku tanpa seizinku Fik.. Aku ini masih istri sah kamu!!! Aku telah kembali.. Kita akan kembali hidup seperti dahulu kala.. Ceraikan perempuan busuk ini sekarang juga!!! " teriak Zizi meluahkan amarahnya.


Encik Rafiq terdiam.


Nadia pun terdiam.

__ADS_1


"Dasar perempuan gatal.. Perebut suami orang.. Pelakor... Perempuan murahan!!! tidak beradab..!!" Maki Zizi pada Nadia yang tertunduk menangis.


"Plaaakk.." sebuah tamparan cukup keras dari Encik Rafiq mendarat dipipi kanan Zizi.


Zizi terdiam dan menghentikan hinaan nya terhadap Nadia.


Nadia menangis lalu berlari kearah luar kamar menuruni tangga menuju dapur.


Encik Rafiq mengejar nya.


Meninggalkan Zizi yang meringis kesakitan.


"Diah.. Sayang.. Please.. Maaf.. Abang akan bicarakan semua nya pada Zizi.. Abang janji!!" ujar Encik Rafiq menenangkan Nadia yang menangis dalam pelukan Mak Tua.


"Jadi kalian semua bersekongkol merahasaiakn pernikahan Rafiq dengan perempuan ****** itu!!!" terdengar teriakan Zizi dari arah luar dapur yang berjalan kearah Nadia dengan penuh amarah.


"Plaakk" Zizi menampar keras pipi Nadia.


"Kamu tidak akan pernah pantas menggatikan posisiku di sisi Rafiq.. Pergi kamu dari rumah ini!!!" ujar nya lagi mengusir Nadia dengan kasar.


"Zizi..!!!! Kamu tidak punya hak mengusir Diah!!! Diah adalah istri sah saya.. Saya yang punya hak atas dirinya dan rumah ini..!!" teriak Encik Rafiq pula dengan penuh amarah.


Suasana sangat menegangkan.


Mak Tua, Bik sari dan Abang Sugi yang ada diruangan hanya terdiam menyaksikan amarah yang meledak- ledak antara Zizi dan Encik Rafiq.

__ADS_1


"Tidak.. Aku tidak akan pernah mau di madu dengan perempuan menjijikkan ini.. Dan Aku tdiak akan pernah mau bercerai dengan mu!! Kamu harus ingat dengan janjimu terhadap almarhum Papaku. Janji untuk tidak akan pernah meninggalkanku selamanya..!!!" ujar Zizi pula menatap tajam kearah Encik Rafiq.


Lalu iya pergi meninggalkan semua yang berada diruangan dapur.


__ADS_2