Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 75. Perceraian


__ADS_3

Maaf ya manteman... agak slow update nya... soalnya mau dekat lebaran.. mak mak lagi banyak kerjaan.. insyaallah abis lebaran ntar di lanjut yakk... makasih yang tetap setia menjadi para readers author... Selamat menyambut hari raya idul adha.. mohon maaf lahir dan bathin.. 😘🙏🙏


Tepat jam 11. 20 Wib, Hakim pengadilan akhirnya mengetukkan palu sidang pengesahan perceraian antara Zizi dan Encik Rafiq.


Tentu saja Ada tangisan yang hadir disana, di tengah-tengah mereka berdua.


karena bagaimanapun Zizi pernah menjadi bahagian dalam hidup Encik Rafiq, begitupun sebaliknya.


"Berjanjilah kita akan tetap baik-baik saja.. " ucap Zizi dalam pelukan terakhirnya pada Encik Rafiq yang kini telah menjadi mantan suaminya.


"Tentu... Bukankah kamu sendiri yang mengatakan padaku bahwa sanya Aku masih tetap dapat mewujudkan janjiku menjagamu sekalipun status kita telah Berbeda...? Aku akan selalu memastikan dirimu baik-baik saja selama Aku masih hidup!" ujar Encik Rafiq berbisik sembari mempererat pelukannya nya pada Zizi yang sedang menangis.


"Ada satu hal lagi yang harus kamu tau" ucap Encik Rafiq sembari melepaskan pelukannya.


"Apa? " tanya Zizi mengernyitkan sebelah Alis nya bingung.

__ADS_1


"Tentang Sahrul. Dia adalah sosok yang sangat baik. Dan Dia sebenarnya sudah sangat lama menjadi pemuja rahasiamu. Aku telah merebut Dirimu dari nya, dan Aku yakin bahkan sampai saat ini iya masih sangat menyukaimu. Dan Aku harap kamu bersedia untuk memberikan nya kesempatan agar dapat membuktikan perasaan nya padamu" Ucap Encik Rafiq mengagetkan Zizi yang selama ini tidak tau dan tidak menyadari tentang perasaan Sahrul terhadap dirinya.


"Untuk saat ini Aku ingin fokus pada diriku dulu.. Lagi pula kalaupun iya Sahrul pernah suka padaku, Itu mungkin dulu. Sekarang Aku adalah janda bekas istri Sahabatnya sendiri jadi mana mungkin Dia mau lagi padaku" ujar Zizi sambil terkekeh.


"Aku lebih tau Dia Zi... Setiap Kali Dia memandang wajahmu, binar mata nya tidak bisa berbohong kalau iya masih sangat menyukaimu" ucap Encik Rafiq lagi meyakinkan Zizi.


"Udah deh.. Kita ini masih di depan Kantor pengadilan, dan baru saja bercerai, sekarang kamu udah mau jodoh-jodohin mantan Istrimu sama sahabat mu sendiri??! Jangan gila Fik..!! " ucap Zizi lagi sambil tertawa.


Encik Rafiq pun tertawa mendengar ucapan Zizi yang ada benarnya juga.


"Makasih Zi... Omonganku tentang Sahrul itu serius.. Cobalah dipertimbangkan.. " ujar Encik Rafiq pula sambil melambaikan tangan pada Zizi sang mantan istri.


Sepulang nya dari Kantor pengadilan Encik Rafiq tidak langsung pulang kerumahnya, iya melajukan motor nya kearah supermarket yang berada tidak jauh dari apartment Nadia.


Tadi Bang Sugi menghubunginya meminta izin untuk mengantar Nadia dan Mak pergi kesupermarket untuk berbelanja bulanan.

__ADS_1


Dari Kejauhan Encik Rafiq mengikuti langkah Nadia di dalam supermarket yang cukup luas.


Kini bagi Encik Rafiq cukuplah iya menyaksikan Dan memastikan Nadia dan calon bayi mereka dalam keadaan sehat dari kejauhan, Itu sudah lebih dari cukup.


Tiba-tiba Encik Rafiq kembali merasa mual yang luar biasa, Ketika sedang asik memandang Nadia yang terlihat bersemangat memilih beberapa macam buah.


Dengan tergopoh iya kembali kemobil dan melajukan kendaraan nya kembali kerumah.


Sakit nya sudah tidak bisa di tahan.


Encik Rafiq bahkan dengan gemetar membuka pintu Mobil, melangkah masuk kedalam rumah dan menaiki anak tangga perlahan sambil memegang erat perutnya.


Namun ketika Kakinya menginjak anak tangga ke Lima, tubuhnya semakin Lemah dengan keringat yang sudah bercucuran.


Lalu Encik Rafiq tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2