Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 65. Curhat pada Sahrul


__ADS_3

Encik Rafiq duduk termenung di ruang kerja nya.


Wajah nya sangat kusut dan lusuh.


"Pagi Boss.." Sapa Sahrul dengan semangat.


"Pagi.." jawab Encik Rafiq singkat.


"Boss sakit ya? kok wajah Boss kelihatan pucat?" tanya Sahrul lagi pada Encik Rafiq.


"Rul.. Aku sudah menceraikan Nadia.." ujar Encik Rafiq dengan wajah muram.


"Astagfirullah... Serius?? Kapan? Kenapa? Bukan kah Boss sangat mencintai nya?" tanya Sahrul kaget dan penasaran.


"Bukankah cinta tidak harus memiliki?" ujar Encik Rafiq balik bertanya.

__ADS_1


"Tapi mengapa? Bukankah kalian saling mencintai? Apa semua ini ada hubungan nya dengan Zizi? Apa Zizi tidak bisa terima di madu sama Nadia?" ucap Sahrul lagi balik bertanya.


"Aku mencintai nya.. Karena itulah Aku melepasnya.. Aku harap setelah ini Dia bisa memulai hidup baru yang bahagia.." ujar Encik Rafiq lagi pilu.


"Bukan nya Nadia sedang mengandung anakmu?" tanya Sahrul lagi.


"Aku tau... Itulah yang paling Aku sesali.. " ujar Encik Rafiq lagi.


"Lalu kenapa Boss mengambil keputusan yang salah?" tanya Sahrul bingung dengan keputusan Encik Rafiq.


"Keputusanku sudah bulat Rul.. Aku hanya ingin Nadia bahagia... Juga anakku yang di kandungnya. Kau tau, Zizi selalu mengancam akan membuat berita palsu tentangku dan Nadia. Dan Dia bilang akan membeberkan wajah Nadia di media sebagai pelakor yang merebut suami nya. Dan Aku tidak ingin itu sampai terjadi. Aku sudah terlalu banyak mengecewakan nya Rul.. Aku tidak pantas untuknya.. Lagi pula sepertinya hidupku tidaklah lama lagi.. " Ujar Encik Rafiq menceritakan kegalauan nya pada Sahrul asisten pribadi sekaligus sahabat dekatnya.


"Saya tidak mengerti dengan jalan fikiran Boss... Ada apa dengan kematian? Umur siapapun tidak ada yang dapat mengukur Boss.. Tidakkah Boss memikirkan bagaimana perasaan Nadia saat ini? Atau setidaknya Boss berfikir bagaimana dengan nasib bayi yang ada didalam kandungan nya? Dia butuh Boss.. Ayah nya!" nasehat Sahrul sebagai sahabat.


"Tentu saja Aku memikirkan nya Rul.. Aku sudah memutuskan untuk mengalihkan semua harta yang kumiliki atas nama Nadia, Termasuk 30% saham yang Aku miliki di Belibis ini. Aku akan memberikan jaminan hidup yang nyaman dan tidak kekurangan sedikitpun untuk Nadia dan Anakku kelak" ucap Encik Rafiq memastikan.

__ADS_1


"Satu lagi yang harus kamu tau, Insyaallah setelah pembangunan resort di Bintan, Aku berencana untuk melakukan pensiun dini dari perusahaan setelah peresmian. Perusahaan ini akan seutuhnya Aku berikan pada Zizi sebagai penanggung jawab atas kelangsungan Belibis grup" ujar Encik Rafiq lagi semakin mengagetkan Sahrul.


"Boss serius??" tanya Sahrul tidak percaya.


Encik Rafiq mengangguk kuat sambil sedikit tersenyum.


"Aku perlu bantuan mu Rul.. Tolong Aku ya.. Cuma kamu yang bisa kupercaya saat ini" ujarnya lagi sambil menepuk pundak Sahrul pelan.


"Saya cuma dapat mendukung setiap langkah yang Boss ambil.. Tapi sebaiknya Boss fikirkan lagi dulu matang-matang. Agar tidak ada penyesalan nantinya" ucap Sahrul menasihatkan lagi


"Makasih Rul.." balas Encik Rafiq sedikit merasa lega setelah menceritakan unek-unek nya pada Sahrul sahabatnya.


"Yaudah.. Saya keluar dulu ya Boss...Mau lanjut kerja" ucap Sahrul Lagi pamit.


Encik Rafiq mengangguk pelan dengan sedikit meringis menahan perih di bagian perutnya.

__ADS_1


Encik Rafiq setengah berlari kearah kamar mandi lalu memuntahkan semua isi perutnya.


"Aaauuhhh... Astagfirullah" ujar Encik Rafiq meringis.


__ADS_2