Menikah Siri

Menikah Siri
BAB 70. Diusir dari Kampung


__ADS_3

Nadia menangis tersedu-sedu duduk di bangku belakang mobil di apit oleh Mak dan Mak Tua.


Hati nya benar-benar luka dan kecewa atas semua yang kini terjadi pada dirinya.


Dia sungguh tidak menyangka warga di kampung nya mampu dengan tega mengusir dirinya dan Mak dari tanah kelahiran nya sendiri.


Masih jelas sekali terbayang di pelupuk mata Nadia ketika waktu itu iya sedang memasak di dapur untuk membuatkan Mak sarapan sebelum Mak berangkat ke kebun karet.


Ketika sedang asik menggiling cabe, tiba-tiba Pak Lurah, Pak RT , Pak RW dan Pak Ramli seorang penjaga keamanan kampung datang bertamu.


Nadia masih tidak berfikir buruk tentang kedatangan mereka walaupun terasa agak aneh karena bertamu terlalu pagi.


Nadia mengira mereka datang untuk memberikan santunan pada Mak yang memang biasanya Mak selalu menjadi salah satu warga yang mendapatkan bantuan rakyat miskin dari pemerintah.


Namun tidak lama kemudian terdengar suara Mak menangis dan bersuara sedikit kuat seperti sedang marah, Nadia bergegas keluar dari dapur menuju ruang tamu sederhana mereka yang hanya di isi dengan satu set kursi kayu yang lusuh.

__ADS_1


"Maaf... Mak kenapa?" tanya Nadia mendekat.


Semua mata memandang kearah Nadia, kecuali Mak.


"Mereka semua ini sudah menuduh Diah yang bukan-bukan!" ucap Mak dengan muka memerah penuh amarah.


"Maksud nya apa? Diah tak faham" ujar Nadia bingung dan mendekat duduk di samping Mak, mengusap punggung nya mencoba menenangkan Mak yang masih menangis.


"Maaf Diah... Bapak selaku Lurah di kampung ini mewakili semua warga kampung ingin meminta Nadia untuk keluar dari kampung ini secara baik-baik" ujar Pak Lurah mengagetkan Nadia.


"Maaf.. Kami tidak ingin nama kampung ini tercoreng karena ada salah satu warga nya yang hamil tanpa suami. Dan kami semua tidak ingin kampung kita tercinta ini terkena sial karena ulah satu orang saja. Sejak kepulangan Diah, sudah hampir satu bulan ini kampung kita tidak diguyur hujan. Sawah, perkebunan, bahkan sumur pun mulai kering. Mwnurut para tetua ini adalah murka tuhan karena warga nya yang hamil di luar nikah. Dan Diah adalah satu-satu nya warga kampung ini yang sedang hamil sementara kami tidak pernah tau kapan Diah menikah dan tidak pernah tau suami Diah" ujar Pak Lurah menjawab dengan panjang lebar pertanyaan Nadia.


Nadia mulai menangis.


"Tapi ini bukan anak haram Pak.. Anak yang saya kandung ini adalah anak baik-baik pak.. Hasil pernikahan saya dengan suamj yang memang hanya menikah secara siri dan belum di sahkan di pemerintahan" ujar Nadia pula membela diri.

__ADS_1


"Lalu kalau begitu suami Diah kemana? Maaf Diah, kami juga sudah tau kebenaran tentang Diah yang menjadi istri simpanan pengusaha Belibis Group" balas Pak Lurah lagi sembsri memperlihatkan sebuah katalog bisnis yang dengan jelas memasang foto dirinya dan Encik Rafiq sedang berpelukan mesra.


Nadia begitu kaget ketika melihat nya.


Dan ssmakin kaget ketika Pak RT juga memperlihatkan sebuah screenshoot berita online yang juga membahas tentang dirinya yang menjadi pelakor dalam rumah tangga Encik Rafiq dan Zizi.


Nadia menangis terisak memeluk Mak yang sedari tadi juga menangis.


Nadia sudah tidak tau lagi bagaimana cara membela dirinya.


"Sebaiknya Diah pergi dari kampung ini sekarsng juga, mumpung masih pagi karena takutnya siang nanti warga akan datang kemari untuk mengusir Diah secara paksa" ujar Pak Lurah lagi membuat Mak dan Diah menjadi takut.


"Pak Ramli selaku keamanan akan berjaga di depan untuk memastikan Diah baik-baik saja sebelum keluar dari kampung ini. Sekali lagi kami minta maaf dan mohon agar Diah mengerti dan tidak berkecil hati. Semua ini demi kebaikan kampung kita tercinta. Kami mohon undur diri dulu. Assalamualaikum" Ucap Pak Lurah lagi lalu pergi meninggalkan Nadia dan Mak yang masih menangis sambil berpelukan erat.


"Ayo Diah.. Kita keluar dari kampung ini" ujar Mak pada Nadia.

__ADS_1


Nadia masih menangis terdiam ketika Mak pergi membereskan pakaian mereka dan menghubungi istri Bang Sugi untuk meminta bantuan.


__ADS_2