
Setelah rapat Rafiq segera menuju ruang kerja nya mencari Nadia.
Rafiq terlihat lega ketika melihat Nadia sedang tertidur di sofa panjang berwarna hitam.
Rafiq mendekat berniat untuk membangunkan dan mengajak nya pulang kerumah.
Namun wajah polos Nadia yang tertidur pulas membuat nya mengurungkan niat.
Rafiq kemudian membuka jas nya lalu menyelimuti tubuh mungil Nadia lalu duduk di kursi kerja nya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan lagi sembari menunggh Nadia bangun dari tidur nya.
Tepat jam tiga sore, Nadia terbangun dari tidurnya.
Nadia segera duduk ketika menyadari dirinya ketiduran.
"Maaf Pak Cik.. Diah ketiduran.." Ucap Nadia berjalan perlahan ke arah Rafiq dengan menundukkan kepala nya karena takut akan di marahi oleh Tuan Muda.
"Gak papa.. Ayo pulang" Ucap Rafiq singkat sembari menutup layar lapotop yang ada di meja kerja nya.
Nadia kemudian berjalan beriringan dengan rafiq sembari memegang jas yang tadi di gunakan Rafiq untuk menyelimutinya.
Semua karyawan memandang ke arah Nadia dan Rafiq yang berjalan menuju lift.
Sebagian mereka memandang sinis dan iri pada Nadia yang memegang Jas Rafiq.
"Dasar anak kecil.. Sok polos.. " ucap Meri terbakar cemburu.
Sampai dirumah, Nadia segera mencari Datuk Iskandar di dalam kamar nya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Datuk.. Diah dah balek." ucap Nadia sembari mengetuk pintu kamar Datuk Iskandar.
"Waalaikumsalam.. Masuklah.." Jawab Datuk Iskandar dari dalam kamar.
"Datuk sakit? Kok wajahnya pucat sekali?" ujar Nadia ketika melihat Datuk Iskandar yang terbaring lemas di tempat tidur nya.
"Tidak.. Datuk hanya terlalu lelah saja.." jawab nya lagi singkat.
"Nadia buatkan teh hangat mau tak?" tanya Nadia lagi.
Datuk Iskandar mengangguk pelan.
Nadia pun segera beranjak menuju dapur ingin membuatkan teh hangat untuk Datuk Iskandar.
"Diah buat apa?" tanya Mak Tua yang baru saja keluar dari kamar nya menuju dapur.
"Diah lagi buatkan teh hangat untuk Datuk. Agak nya beliau lagi tak sehat Mak.. Badan nya tampak lemas dan pucat" ujar Nadia lagi menjelaskan pada Mak Tua.
"Kalau gitu sebaiknya beri minum Madu hangat saja.. Tak payah teh hangat.." Ujar Mak Tua sembari menyodorkan sebotol madu asli pada Nadia.
"Diah bahagia tinggal disini?" tanya Datuk Iskandar sembari menyeruput madu hangat nya.
"Alhamdulillah.. Diah bahagia sekali Tuk.. Semua orang dirumah ini memyayangi Nadia.. Terutama Datuk... Terimakasih ya Tuk.." jawab Nadia tulus pada Datuk Iskandsr.
Datuk Iskandar membalasnya dengan senyuman termanis nya.
"Rafiq gimana?" tanya lagi.
__ADS_1
"Pak Cik pun baik.. Walaupun Dia pendiam.. Tapi Dia baik dan cukup perhatian.. Terbukti sewaktu Diah tertidur di kantor nya tadi siang, Dia tidak membangunkan Diah dan malah menyelimuti Diah dengan Jas kerja nya. Dan mengajak pulang setelah Diah bangun dari tidur" cerita Nadia lagi pada Datuk Iskandar.
"Rafiq sebenar nya adalah anak yang cukup humoris dan pendiam.. Dia sangat baik dan perhatian pada semua orang.. Namun beban hidup memaksa nya mejadi pria yang dingin dan pekerja keras sehingga lupa untuk tersenyum apalagi bahagia. Rafiq begitu terpukul semenjak almarhum Mama nya meninggal. Dan semakin terpuruk setelah pernikahan nya dengan Zizi tidak berjalan harmonis dan terus dalam ketidak pastian. Dia kemudian menyibukkan dirinya dengan bekerja dan terus bekerja hingga sekarang. Dia adalah Rafiq ku yang malang. Datuk sangat merasa bersalah atas diri nya kini..!!" tangis Datuk menceritakan tentang anak nya Encik Rafiq pada Nadia.
"Datuk tak perlu merasa bersalah.. Semua sudah menjadi takdir.. Tuan Muda adalah lelaki yang hebat.. Insyaallah apapun yang terjadi di dalam hidupnya sekarang pasti bisa iya hadapi.." jawab Nadia menenangkan Datuk Iskandar.
"Diah.. Janji dengan Datuk.. Tolong jaga Rafiq untuk Datuk.. Jadilah wanita yang mendampingi Rafiq dalam suka dan duka.. Wanita yang mampu berdiri tegap memberi kekuatan untuk Rafiq.. Boleh?" tanya Datuk Iskadar lagi pads Nadia.
"Isnyaallah Tuk" jawab Nadia polos tanpa mengerti maksud Datuk sebenar nya.
Datuk Iskandar tersenyum lega.
"Yaudah.. Datuk istirahat... Diah nak mandi sore dulu ya.. Obat dah minum?" ujar Nadia lagi sebelum beranjak meninggalkan Tuan Besar.
Tuan Besar hanya menjawab pertanyaan Nadia dengan mengangguk pelan.
Nadia kemudian berpas-pas an dengan Rafiq ketika hendak masuk ke dalam kamar nya yang memang berseberangan dengan kamar Rafiq.
"Papa gimana?" tanya nya pada Nadia.
"Sedang beristirahat.." jawab Nadia singkat.
Rafiq kemudian hanya mengangguk dan berjalan meninggalkan Nadia menuju ruang fitness nya untuk berolahraga.
"Pak Cik.. Terimakasih sudah mengantar Diah ke kampus tadi.." ujar Nadia lagi dengan gugup.
"its Ok" jawab Rafiq singkat lalu meninggalkan Nadia.
__ADS_1
"Huuhh.." ujar Nadia kesal lalu masuk kedalam kamar nya untuk mandi sore.