Menikahi Duda Tampan

Menikahi Duda Tampan
BAB 28


__ADS_3

Pukul 11.45 WIB, mereka semua tiba di Bandara. Alysa, Ayah, Ibu dan kedua adiknya sampai di kontrakan kecilnya, karena ia tidak ingin menginap di kediaman Angga. Angga sampai kediamannya dengan menggendong Edward. Seperti biasa, Siska selalu mencari perhatian ketika Angga datang ke rumahnya, namun Angga tidak pernah menghiraukannya. Angga menyuruh sopir untuk membawa koper dan dua kotak kecil ke kamarnya, karena sedari tadi Siska selalu membuntutinya.


"Pakde bisa tolong bawakan koper saya?" Ucap Angga pada supir pribadinya.


"Iya Tuan dengan senang hati!" Sahut Pakde dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Om biar Siska aja ya yang bawainnya. Pakde gak usah ya biar Siska aja!" Sahut Siska.


"Gimana nih Tuan?" Tanya Pakde kebingungan pada Angga.


"Pakde saja!" Ucap Angga datar dan segera pergi menaiki anak tangga dengan menggendong Edward.


Pakde langsung membawa koper dan dua buah kotak kecil dengan menaiki tangga di belakang Angga. Siska terlihat kesal karena Angga tidak pernah mau menerima bantuannya. Angga selalu mengacuhkannya dan tidak pernah mau menatap dirinya.


Sementara itu, Alysa membuka pintu kamarnya dan meletakkan semua barang-barangnya termasuk barang yang dibawa oleh Ibu dan Ayahnya. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit. Ia masih memikirkan bagaimana besok jika ia benar-benar akan menikah?.


"Kok perasaanku jadi begini sih? Apa mungkin setiap orang akan merasakan apa yang sekarang aku rasakan? Mau nikah kok gugupnya minta ampun!" Alysa terus menerus memikirkan perkataannya hingga ia tertidur dengan pulasnya.


Pukul 15.15 WIB, Alysa terbangun dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, karena hari ini ia dan Angga akan memilih gaun pengantin. Setelah selesai, ia segera berdandan natural memakai bedak, lipstik dan tak lupa menyemprotkan minyak wangi. Ia keluar dari kamarnya menuju dapur, disana ada Ibunya yang sedang memasak, Alysa mendekatinya dan ikut memasak juga.


Ibunya tersenyum melihat kedatangan Alysa lalu mencium pipinya dengan lembut. "Anak Ibu cantik sekali, muachh.." Ucap Ibu.


"Ibu.. Apa Ibu rela kalau Alysa mau nikah besok?" Tanya Alysa dengan wajah memelasnya.


Ibu menghela nafasnya dan berkata. "Nak, dengerin Ibu! Kalau memang kamu benar-benar udah siap nikah, Ibu pasti merelakanmu. Jaga dirimu baik-baik, jadilah istri yang baik untuk suamimu dan juga Ibu yang baik untuk anakmu. Ayo bantuin Ibu masak lagi!" Ucap Ibu membuat Alysa meneteskan air matanya.


"Iya Bu, Alysa akan menjadi istri dan Ibu yang baik. Makasih ya Bu, Ibu emang terbaik hehe!" Alysa terkekeh sambil menyeka air matanya.


Alysa segera membantu Ibunya mengiris-ngiris bawang dan bahan lainnya. Ia mengambil wadah untuk menampungnya dan mencucinya. Azkia dan Zaki datang menghampiri mereka dan ikut membantu pekerjaan yang lain.


"Ayah kemana de?" Tanya Alysa tanpa menoleh pada Azkia yang berada di sampingnya.


"Ada kak, tadi lagi di teras depan. Waktu itu lakak enggak takut tidur disini sendirian?" Tanya Azkia.


"Enggak, emang takut kenapa? lagian kan ini dikota Dek!"


"Ya takut aja kalau tidur disini sendirian, ini kan kontrakannya lumayan besar."


"Kamunya aja yang penakut Dek haha! Ayo bantu kakak bawa ini ke meja depan" Ucap Alysa lalu segera pergi membawa masakan yang sudah terhidang dan meletakkannya di maja, begitu juga dengan Azkia. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Ayah dan Angga masuk ke dalam rumah. Alysa begitu terkejut dan segera pergi ke dapur untuk mencuci tangannya, lalu kembali lagi untuk menemui Angga.


"Bapak udah lama kesininya?" Tanya Alysa lalu segera duduk di sofa di samping Angga.


"Iya, tadi saya bicara dulu sama Ayah!"


"Kalian mau pada kemana?" Tanya Ibu pada Angga dan Alysa.


"Mau cari gaun buat Alysa Bu. Ayah dan Ibu mau ikut?" Sahut Angga tersenyum.


"Oh ya sudah, enggak kalian saja!" Tolak Ibu.


"Kakak aku mau ikut!" Rengek Azkia.


"Aku juga, boleh ya kak. Om boleh ya?" Ucap Zaki.


"Boleh, asal mandi dulu ya haha!" Ucap Angga terkekeh.


"Udah mandi Om, masa cantik gini belum mandi haha!" Celetuk Azkia membuat Zaki menyibikkan bibirnya.


"Lah cantikkan kak Alysa, kamu biasa aja gak cantik!" Ucap Zaki dengan wajah datar.


"Sama kembaran mu sendiri kok gitu. Kalau aku gak cantik, berarti kamu juga gak ganteng ya!" Pekik Azkia kesal.


"Haha udah-udah, ribut mulu nih si kembar" Ucap Alysa yang sedari tadi terus tertawa melihat tingkah lucu mereka.


"Kayaknya seru ya kalau punya anak kembar. Iya gak?" Tanya Angga membuat Alysa memutar bola matanya.


Kembar? Ya ampun pak, kalau kembar siapa yang mau ngurusin?. Batin Alysa kesal.


"Kalau kembar nanti ribut mulu pak, kayak dia haha!" Alysa menunjuk kedua Adiknya yang sedari tadi ribut terus.


"Ya enggak apa-apa!" Jawab Angga tersenyum.


"Kita makan dulu, Ibu udah buatin nih!" Ucap Ibu menatap makanan yang tersaji di meja.

__ADS_1


"Kita makan luar aja Bu!" Sahut Angga.


"Mendingan kalian berangkat sekarang, ini udah sore Nak!" Ucap Ayah.


"Iya Yah! Ayo adik-adik" Ajak Angga pada Azkia dan Zaki.


***


Perjalanan membutuhkan waktu satu jam, karena jalanan begitu macet. Entah ada apa?. Alysa hanya berdiam dan tidak banyak bicara membuat Angga menggenggam tangannya. Alysa memutar bola matanya lalu menatap tangannya dan juga Angga. Alysa berusaha untuk melepaskan genggaman Angga, namun genggaman Angga cukup kuat hingga akhirnya Alysa membiarkannya.


"Sttt... Diem!" Bisik Angga.


"Tapi pak.. " Ucap Alysa terpotong lalu menoleh ke belakang untuk melihat kedua adiknya, dan ternyata mereka tertidur dengan lelapnya.


"Pada tidurkan? gak apa-apa lah cuma pegangan tangan doang! Nanti sebelum kita cari gaun, kita makan dulu di resto" Ucap Angga dan Alysa mengangguknya.


Jalanan masih macet, arus lalu lintas semakin sore semakin ramai. Alysa merasa ngantuk dan tertidur di dalam mobil. Angga mengusapi rambut Alysa dengan lembut dan mencium tangannya. "Besok kita nikah, dan akan saya unboxing milikmu hehe!" Gumam Angga terkekeh sembari melihat wajah Alysa yang tertidur.


Setengah jam kemudian, Angga memarkirkan mobilnya di sebuah Mall dan segera membangunkan Alysa, Azkia dan Zaki. "Ayo bangun, kita sudah sampai di Mall!" Angga menepuk tangan Alysa. Alysa membuka matanya perlahan-lahan dan menggeliatkan tangannya ke atas.


"Sampai pak?" Tanya Alysa dengan mengucek matanya.


"Iya, ayo makan dulu. Bangunin Adikmu juga!" Ucap Angga.


Setelah membangunkan Azkia dan Zaki, mereka semua segera masuk ke dalam Mall dan berjalan menuju resto yang tidak jauh dari sana. Alysa memilih tempat yang tidak terlalu ramai agar ia bisa merilekskan pikirannya. Angga langsung memesan makanannya dan segera kembali dan duduk di samping Alysa.


"Pak?"


"Iya?"


"Bapak benar mau nikah sama Alysa besok?" Tanya Alysa membuat Angga mengernyitkan dahinya dan menatapnya dengan keheranan.


Ada apa dengan Alysa? Apa dia tidak mau menikah dengan saya?. Batin Angga.


"Bicara apa kamu? Coba ulangi lagi" Tanya Angga.


"Apa bapak akan menikahi Alysa besok?"


Angga menghela nafasnya dan berkata. "Alysa kamu kenapa? Saya besok akan menikahi ka.." Ucap Angga terpotong karena pelayan sudah menyiapkan makanannya di atas meja. "Ayo makan dulu!" Lanjutnya.


***


"APA? HARGA GAUNNYA 30 JUTA?" Tanya Alysa terkejut lalu menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.


"Iya Mbak, karena gaun ini sangat mewah dengan beberapa emas dibagian motif-motifnya, dan juga desainnya sangat modern jadi gaun ini memang untuk pernikahan yang mewah!" Sahut pemilik toko yang beridentitas perempuan.


"Udah, ayo coba dulu!" Sahut Angga dengan menepuk lembut punggung Alysa.


"Tapi pak, ini mahal banget sayang lho uangnya!" Ucap Alysa.


"Uang bisa dicari. Ayo cepat".


Mau tidak mau, akhirnya Alysa pergi bersama pemilik toko untuk mencoba gaun mewahnya. Angga duduk dan menyuruh Azkia dan Zaki untuk memilih pakaiannya sendiri. "Ayo pilih mau pakaian yang gimana, tapi harus sama ya!" Ucap Angga.


"Iya Om. Om baik banget sama kita!" Ucap Azkia antusias.


"Jangan panggil Om lagi ya. Panggil kakak aja ya, kan sebentar lagi jadi suaminya kakak kalian!" Jawab Angga tersenyum.


"Iya kak!" Ucap mereka.


Tidak berapa lama, Alysa pun datang dengan wajahnya malu-malu. Ia menghampiri Angga, membuat Angga menelan ludah dan matanya tidak berkedip. Alysa yang merasa risih, ia segera membalikkan tubuhnya membelakangi Angga.


"Cantik banget!" Ucap Angga tanpa mengedipkan matanya.


Alysa melototkan matanya dan membalikkan tubuhnya untuk menatap Angga. "Benar pak kalau saya cantik?" Tanya Alysa tidak percaya.


"Iya cantik banget!" Angga beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Alysa, ia mencoba menciumnya namun Alysa segera menjauh.


"Bapak mau ngapain? Ini di toko lho pak!" Kesal Alysa lalu mundur untuk menjauhi Angga.


"Saya gak sabar jadi suami kamu. Sekarang aja yuk nikahnya?" Ucap Angga tersenyum sembari menatap Alysa dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Ihh...Gak sabaran banget, orang besok nikahnya juga!" Sahut Alysa memalingkan wajahnya membuat Angga mencium pipinya. Merasakan pipinya dicium oleh Angga, Alysa langsung memutar wajahnya, dan....CUP....Ia tidak sengaja mencium bibir Angga. Wajah Alysa memerah menahan malu, dan menutup wajahnya. Angga semakin mendekapnya dan memeluknya.

__ADS_1


Bibirku udah gak suci lagi nih gara-gara pak Angga. Batin Alysa.


iba-tiba, Azkia dan Zaki pun datang menghancurkan suasana panas itu.


"Kakak ini pakaiannya bagus gak?" Tanya Zaki menunjukkan pakaian jas berwarna navy.


Ya ampun selalu aja ada pengganggu. Batin Angga dan segera menjauh dari Alysa.


"Bagus tuh, tapi muat gak?" Tanya Alysa dengan wajah yang masih merah.


"Tadi udah aku coba, muat kok!" Jawab Zaki.


"Emang gak apa-apa warna pakaian kayak gini?" Tanya Azkia.


"Iya gak apa-apa, untuk anak kecil bebas pakaiannya. Nanti Edward juga pakai pakaian warna kayak gitu!" Sahut Angga.


"Ya udah bapak juga coba dulu pakaiannya, takutnya gak muat haha!" Ucap Alysa terkekeh.


"Ehh tubuh saya masih sixpack ya!" Ucap Angga kesal dan segera pergi.


"Hahahahahaha! Kalau dia kesal, gantengnya makin tambah ya" Kekeh Alysa.


"Kak, bagus banget gaunnya. Kalau Kia nikah nanti, mau kayak gaunnya!" Ucap Azkia dengan memegangi gaun yang dikenakan oleh Alysa.


"Kan ini mahal Kia. Kamu gak usah yang mahal-mahal, lagian kan kak Alysa nikah sama orang kaya!" Pekik Zaki membuat Azkia memutar bola matanya dengan kesal.


"Gitu banget sih. Ya kan aku juga pengen gaun kayak gini!" Ucap Azkia dengan melototkan matanya pada Zaki.


"Gak usah Kia. Kamu gak sanggup bayarnya!" Ucap Zaki kesal.


"Kan ada calon suami yang mau bayarin hahah!" Ucap Azkia terkekeh.


"Siapa calon suami kembaranku hah?" Tanya Zaki penasaran.


"Pak Diki, wali kelas kita hehe!" Sahut Azkia dengan malu-malu.


"Idih mau sama yang udah om-om ya? Aku gak ngizinin!" Kesal Zaki.


"Lho kenapa? Yang mau nikah kan juga aku, kenapa kamu yang ngatur? Pak Diki kan masih jomblo, lihat aja statusnya galau mulu" Pekik Azkia tidak mau kalah.


"Kak lihat nih, masa kembaranku mau nikah sama pak Diki sih? Kan pak Diki udah tua banget!" Ucap Zaki ngomporin.


"Hahaha..Lucu banget sih kalian!" Kekeh Alysa yang sedari tadi terus tertawa melihat kedua adiknya.


"Tuh kak Alysa juga gak apa-apa kalau aku nikah sama pak Diki!" Ucap Azkia dengan menjulurkan lidahnya.


"Kamu tidak boleh nikah kalau belum dapat restu dari kembaranmu yang tampan ini!" Pekik Zaki dengan kepedeannya.


"Masa tampan-tampan jomblo sih haha!" Jawab Azkia.


"Ya sama aja sama kamulah!".


"Udah-udah, kalian boleh nikah sama pasangan yang kalian inginkan. Tapi ingat jangan pacara dulu, sekolah dulu yang bener ya!" Ucap Alysa.


"Oke kak!" Ucap mereka serentak.


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Maaf baru bisa up lagišŸ™


Jangan lupa untuk memberi semangat pada Author dengan cara Vote, Like, Comment and Tip nya kakā¤


__ADS_2