Menikahi Duda Tampan

Menikahi Duda Tampan
BAB 38


__ADS_3

Edward yang tadinya ingin tidur kembali, kini ia bangun setelah Mamanya mengucapkan jika nanti ia boleh memakan ice cream lagi. Alysa segera melucuti pakaian Edward dan akan segera memandikannya. Angga sudah siap dengan pakaian kemeja berwarna putih tulang dan dasi merah yang terlilit dilehernya. Ia menyisiri rambutnya dan menyemprotkan minyak wangi, lalu duduk di sofa dengan memainkan ponselnya.


Setelah memandika Edward, Alysa segera memakaikan pakaian pada Edward karena hari ini ia akan membawa Edward ke perusahaan temannya. Setelah selesai, Alysa menggendong Edward menuju ruang makan untuk sarapan. Angga masih duduk di sofa dan asyik dengan ponselnya membuat Alysa segera memanggilnya.


"Mas, ayo sarapan dulu jangan mainin ponsel terus!" panggil Alysa lalu duduk di kursi.


"Iya sayang," balas Angga dan segera beranjak.


Mereka segera menyantap makanannya dengan berbincang-bincang. Alysa tidak lupa meminum susu yang sering dibuatkan oleh Angga. Setelah selesai makan, mereka segera pergi ke perusahaan Ryan dengan menggunakan mobil pribadi milik Angga. Perjalanan dari hotel ke perusahaan cukup jauh dan juga matahari sangat terik membuat Edward menginginkan ice cream. Angga memarkirkan mobilnya didepan Alfamaret untuk membeli beberapa macam ice cream.


Setelah itu, Angga melajukan mobilnya kembali. Edward asyik memakan ice cream, dan Alysa tertidur didalam mobil karena ia benar-benar kelelahan karena Angga selalu memintanya. Satu jam berlalu, Angga memberhentikan mobilnya di depan perusahaan produk makanan milik temannya. Ia melepaskan safety beltnya dan segera membangunkan Alysa.


"Sayang, ayo bangun. Kita sudah sampai," ucap Angga, Alysa mencoba membuka matanya perlahan-lahan.


Mereka segera masuk ke lobby perusahaan dan mencoba menanyakan keberadaan CEO-nya. Setelah mendapat petunjuk dan arahan dari resepsionis, Angga dan Alysa melangkahkan kakinya menuju lift. Angga menggendong Edward, dan satu tangannya lagi memegangi tangan Alysa. Tiba dilantai teratas, mereka segera melangkahkan kakinya menuju ruangan CEO. Tepat didepan pintu, Angga mengetuknya.


TOK TOK TOK...


"Iya sebentar," ucap suara laki-laki dengan berat, lantang dan juga tegas.


Pintu dibuka dan tampan wajah tampan Ryan yang membuat Alysa tidak mengedipkan matanya. Ryan segera menyuruh Angga dan Alysa masuk ke ruangannya. Mereka duduk di sofa dan segera memulai pembicaraan mengenai perusahaannya.


"Siang Pak Ryan. Maaf tadi ada kendala," ucap Angga dengan menjabat tangan Ryan.


"Siang juga Pak," ucap Ryan membalas jabatan tangan Angga, setelah itu ia menjabat tangan Alysa dan menatapnya terus. "Ini siapa Pak? Istrinya?" tanya Ryan tersenyum.


"Iya ini istri saya. Namanya Alysa," ucap Angga tersenyum. Alysa hanya tersenyum dan kembali fokus pada Edward.


"Wahh...Edward punya Mama baru ya," ucap Ryan tersenyum. "Pak untuk divisi dari produknya masih belum ada yang bisa saya percayai, lantaran mereka masih belum bisa memasarkannya, dan juga ada yang harus di cek kembali. Untuk berkas-berkas nanti saya hubungi sekretaris saya, biar tidak ada kendala lagi," jelas Ryan.


"Baik Pak. Untuk divisi pemasaran nanti kita bagi beberapa kelompok, biar produk yang kita buat bisa laku terjual," ucap Angga. "Pak Ryan sudah nikah?" tanya Angga terkekeh membuat Ryan ikut terkekeh.


"Masih dengan kesendirian dan kejombloan yang sama haha. Saya masih mencari yang pas dan juga bisa diajak sefrekuensi dengan saya Pak," ucap Ryan membuat Alysa dan Angga terkekeh dengan kekonyolannya seperti Azkia.

__ADS_1


Angga berfikir untuk menjodohkan Azkia dan Ryan. Pasti Ryan akan menerimanya dan wajah Azkia sangat cantik, mirip dengan Istrinya. "Gimana kalau sama adik ipar saya. Wajahnya cantik dan agak konyol sih," ucap Angga terkekeh sambil menyenggol lengan Alysa, membuat Alysa melototkan matanya.


Mas Angga mau jodohin Azkia sama Pak Ryan? Memangnya Pak Ryan bakalan mau sama Azkia yang super duper nyebelin kayak gitu. Batin Alysa.


"Mas..." ucap Alysa menatap pada Angga yang sedang tertawa dengan Ryan.


"Hmm...Kita jodohin aja sama Azkia," sahut Angga.


"Adik ipar? berarti adiknya Istri Bapak?" tanya Ryan mengernyitkan dahinya.


"Betul. Jadi Istri saya punya adik kembar namanya Azkia sama Zaki. Nah saya mau jodohin sama Azkia, wajahnya cantik seperti Istri saya ini," ucap Angga membuat Alysa ingin sekali memukul lengan suaminya itu.


Mas, Azkia masih kecil. Usianya baru 17 tahun lho, masa mau dijodohin. Batin Alysa.


"Ya kalau adik iparnya mau sama saya haha," kekeh Ryan.


"Pasti mau. Nanti kapan-kapan saya ajak adik ipar kesini, atau Pak Ryan mau nyamperin kesana?" ucap Angga.


"Insya Allah, kalau nanti saya gak sibuk pasti saya kesana," ucap Ryan tersenyum.


Setelah berbincang-bincang dan menandatangani berkas-berkas, Angga dan Alysa segera meninggalkan perusahaan Ryan. Angga melajukan mobilnya menuju sebuah resto untuk makan siang. Diperjalanan Alysa menanyakan kembali pada Angga tentang masalah adiknya yang akan dijodohkan dengan teman suaminya.


"Mas?" panggil Alysa ragu.


"Iya, apa sayang?" sahut Angga fokus menyetir tanpa menoleh pada Alysa.


"Memangnya Pak Ryan itu mau sama Azkia? Azkia kan masih sekolah kelas XI," ucap Alysa.


"Pasti mau. Wajah Pak Ryan juga tampan kayak Mas, mana mungkin dia nolak," sahut Angga membuat Alysa menyibikkan bibirnya.


"Hmm...Ya sudah, kalau Azkianya gak mau jangan nyalahin aku ya Mas,".


"Iya sayangku,".

__ADS_1


Sampai disebuah resto, Angga, Edward dan Alysa pun masuk dan duduk disebuah kursi yang menghadap ke pantai. Alysa begitu bahagia karena Angga selalu memanjakannya walaupun hanya ke pantai. Alysa memotret dirinya, serta suami dan anaknya. Pelayan datang dengan membawa beberapa macam makanan dan meja terlihat sangat penuh, membuat Alysa membulatkan matanya karena makanan itu terlihat sangat menggiurkan.


Saat Alysa akan mengambil cumi goreng, Angga menepisnya dan segera menyuruhnya untuk mencuci tangan terlebih dahulu. " Hey, cuci dulu tangannya sayang," ucap Angga.


"Eh, iya Mas lupa hehe," sahut Alysa.


Alysa segera mencuci tangan dan ia kembali duduk didekat Angga lalu segera menyantap makanannya. Edward disuapi oleh Alysa membuat Angga tersenyum. Porsi yang dimakan Alysa cukup banyak, membuat Angga keheranan dan biasanya Alysa akan makan sedikit dari sebelumnya.


"Banyak banget. Emangnya perut kamu masih kuat yang?" tanya Angga dengan mengunyah makanannya.


"Alysa lapar banget Mas. Mas mau nih, ayo buka mulutnya," Alysa menyuapi Angga dengan porsi besarnya. "Aaaa...Papanya Edward pinter," ucap Alysa membuat Angga terkekeh.


"Sayang mau cumi lagi enggak?" tanya Alysa pada Edward.


"Mau, tapi mau pakai saos yang itu," ucap Edward dengan menunjukkan saos dekat Angga, dan Alysa pun membawanya.


Tiba-tiba Alysa menatap Angga yang sedikit lebih berisi dan juga perutnya agak gendutan. "Ehh, Mas kok kamu agak gendutan sih? Dulu kan sixpack banget, maco lagi," ucap Alysa tiba-tiba dengan makanan yang masih penuh didalam mulutnya membuat Angga menatap perutnya dan mengamatinya.


Angga mengamati perutnya yang dikatakan istrinya kalau ia agak gendutan dan merabanya. "Habiskan dulu makanannya sayang. Emang Mas agak gendutan ya sekarang? Perasaan enggak deh, masih sixpack kayak dulu," ucap Angga tidak mau kalah.


"Lah iya. Agak gendutan kok, lihat aja," pekik Alysa.


"Masa sih? Berarti kamu benar-benar bisa menjaga dan merawat Mas dengan telaten, jadi Mas gendut kayak gini," ucap Angga tersenyum.


"Alysa kan suka comel kalau Mas belum ini belum itu. Tapi Alysa suka kok Mas agak gendutan sekarang hehe," kekeh Alysa membuat Edward meminta cumi kembali.


"Mama, cuminya mau lagi," rengek Edward. Alysa pun mengambilnya dan memberikannya.


"Nanti olahraga lagi, biar bagus lagi tubuhnya."


"Gak usah, udah gitu aja masih bagus kok. Tambah tampan lagi,"


Kok Alysa jadi aneh kayak gini? Biasanya makan pun hanya porsi biasa, lah ini sampe dua porsi. Apa karena makanan disini enak-enak ya? Tubuh Alysa juga agak gendutan sekarang, kenapa malah saya yang dituduh gendutan. Batin Angga.

__ADS_1


Hai-hai readers, disini Author menambahkan pemeran baru yaitu Ryan. Ryan disini dijodohkan dengan Azkia adik iparnya Angga. Apakah Ryan akan menerima perjodohannya itu? Kalau kakak-kakak disini mau tahu cerita kisah cintanya Ryan, nanti Author buatin juga di novel khusus Ryan dan Azkia😂


Jangan lupa untuk mendukung Author dengan cara vote sebanyak-banyaknya dan tinggalkan jejak dengan Comment dan likenya ya❤


__ADS_2