
Pagi hari Alysa bangun. Ia mendapati Angga masih tertidur dengan pulas dan memeluk tubuhnya. Alysa mengangkat tangan Angga dan segera pergi ke dapur. Mengingat Bi Sarinah dan juga Siska sudah pulang ke kampung halamannya, karena Neneknya meninggal dunia. Hari ini Alysa harus memasak. Ia mengambil celemek dan memakaikannya.
Setelah selesai masak, tak lupa juga ia membuat susu untuk Edward dan kopi untuk Angga. Setelah itu, ia kembali ke kamar untuk membangunkan Angga yang masih tertidur dengan pulas.
"Mas, bangun..." Alysa menggoyangkan tangan Angga.
"Hmmmpp..." menggeliatkan tangannya ke atas dalam keadaan matanya masih tertutup.
"Mas, udah siang. Ayo bangun," Aysa kembali menggoyangkan tangan Angga. Angga mengucek matanya dan membukanya perlahan-lahan.
"Pagi Istriku. Apa semalam mimpiin, Mas? Mas mimpiin kamu lho," ucap Angga tersenyum dengan memainkan jari-jemarinya di tangan Alysa.
"Enggak..." jawab Alysa datar.
"Kenapa gak mimpiin, Mas? Curang banget," tanya Angga.
"Mungkin tidurku kurang nyenyak. Jadi aku gak mimpiin apa-apa," jawab Alysa sembari melipat selimut.
"Kenapa gak nyenyak? Apa masih kurang pelukan dari Mas? Ya udah ayo kita pelukan lagi," ucap Angga tersenyum dan sedikit menawarkan pelukan.
"Udah siang nanti aja pelukannya. Ayo Mas bangun dulu."
"Sayang, hari ini kan gak ada Bi Sarinah. Kita pesan G-food aja."
"Gak usah Mas. Alysa udah masak banyak," ucap Alysa lalu pergi ke kamar Edward.
Angga masih terdiam di ranjang. Kini pernikahannya sudah satu bulan. Angga berpikir jika ia harus membuat Alysa hamil kembali. Itu artinya jika Alysa hamil, Mamanya pasti akan menerima Alysa. Karena ada cucunya di dalam perut Alysa. Setelah melamun, Angga beranjak dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi, Angga segera pergi menuju ruang makan. Disana sudah ada Alysa dan juga Edward yang sudah menunggu kedatangannya. Angga menarik kursi dan duduk di sebelah Alysa. Alysa mengambilkan piring lalu mengambil nasi beserta lauknya untuk Angga. Dan begitu juga ia mengambil untuk Edward.
"Mas enggak kerja?" tanya Alysa melihat Angga masih berpakaian bisa sambil memakan makanannya.
"Nanti aja agak siangan. Hari ini gak ada yang penting. Apa kamu mau ikut? Habis itu kita jalan-jalan ke Mall atau nonton gitu supaya kamu gak bete."
Alysa membulatkan matanya. "Ahh yang benar
Mas? Alysa mau ikut, nanti kita nonton aja abis itu langsung belanja bulanan. Stok makanan sudah mulai habis."
__ADS_1
"Ayo. Ehh tapi kita ke Dokter dulu untuk memastikan apa kamu bisa hamil kembali setelah mengalami keguguran."
"Sepertinya tidak terlalu buruk."
Setelah selesai sarapan, Alysa membereskan piring-piring yang kotor ke dapur lalu mencucinya. Angga mengajak Edward untuk menonton acara televisi di pagi hari. Edward kembali mengoceh saat Angga sedang fokus melihat acara di televisi.
"Papa-papa, kenapa Edwald gak boleh tidul sama Mama lagi?" tanya Edward.
Angga memutar bola matanya dan menatap Edward. "Biar adik Edward segera lahir. Nanti kalau udah lahir, kamu bisa bermain dengannya."
"Iyakah? Kalau Edwald tidulnya sendili, nanti adiknya akan kelual?" tanya Edward membuat Angga ingin sekali tertawa.
"Iya nanti cepat keluar. Jadi kamu harus tidur sendiri ya," ucap Angga kembali fokus pada televisi.
"Kapan kelualnya Papa. Edwald mau main sama adik," tanya Edward dengan menggerakkan tubuhnya kesana-kemari. Sangat menggemaskan.
"Ya nanti tungguin aja. Asal Edwald gak tidur sama Papa dan Mama ya?" ucap Angga.
"Oke, nanti Edwald tidul sama lobot-lobotan. Lobot Edwald kan banyak," ucap Edward masih dengan menggerakkan tubuh mungilnya membuat Alysa yang sedang membereskan piring menolehnya.
Alysa menghampiri Angga dan Edward. Ia duduk di samping Angga dan menyandarkan kepalanya pada bahu Angga. Angga menerimanya dan memeluk bahu Alysa. Tangan Angga mulai menggerilya pada perut datar Alysa. Ia mengusapinya dan berkata. "Nanti kita periksain lagi. Biar dedeknya ada disini lagi."
"Iya Mas. Alysa sangat berharap ada dedek lagi disini. Alysa tidak akan ceroboh lagi dan akan menjaganya dengan penuh kasih sayang," ucap Alysa dan matanya tertuju pada acara televisi.
Angga mulai mendekati wajah Alysa dan segera menciumnya. Alysa sempat memberontak, lagian ia takut Edward akan melihatnya. Namun, Angga tetap pada pendiriannya. Hingga pada akhirnya, c*uman semakin memanas dan Angga segera membawa Alysa ke kamarnya. Dan mereka pun melakukannya.
Setelah melakukan adegan panasnya tadi. Angga kini sedang bersiap-siap untuk pergi ke Perusahaanya. Dan begitu juga dengan Alysa, ia berdandan natural dan menguraikan rambut panjangnya. Setelah siap, mereka segera pergi dan membawa Edward di pangkuan Alysa.
Angga kini mulai melajukan mobilnya menuju Dokter kandungan. Alysa hanya berdiam sembari memeluk Edward. Angga menolehnya dan mengusapi rambut Alysa. Tidak berapa lama, merekapun sampai di sebuah Rumah Sakit. Angga menuntun Alysa dan Edward masuk ke ruang Administrasi untuk mengambil kartu antrian. Antrian cukup lama dan Alysa mendapat nomor 20.
Hingga tiba saatnya nomor itu dipanggil oleh Dokter. Alysa, Angga dan Edward masuk ke dalam. Dokter segera menyuruhnya duduk dan berbincang-bincang.
"Silahkan Pak, Bu duduk dulu," ucap Dokter beridentitas wanita.
Alysa dan Angga pun duduk. Edward duduk dipangkuan Angga.
"Ibu mau memeriksakan kandungan Ibu?" tanya Dokter.
__ADS_1
"Hmm...Bukan Dok. Saya mau menanyakan sesuatu," ucap Alysa menggantung.
"Sesuatu? Apa itu mengenai kehamilan?" tanya Dokter.
"Nah iya Dok, mengenai kehamilan. Jadi gini, kemarin saya mengalami keguguran. Hmm...Apa saya bisa hamil kembali Dok? Maksudnya itu, apa saya bisa hamil kembali dalam waktu dekat?" tanya Alysa ragu.
"Keguguran?" tanya Dokter.
"Iya Dok."
"Kapan terakhir Ibu dan Bapak melakukan itu?" tanya Dokter sembari membuka buku panduan kehamilan, membuat Angga dan Alysa menatap satu sama lain. Entah jawaban apa yang harus mereka katakan?
"Tadi Dok!" celetuk Angga membuat Alysa dan Dokter mendongakkan wajahnya.
"Beneran tadi?" tanya Dokter tersenyum.
"Iya Dok," ucap Angga sembari menggaruk kepalanya.
"Bisa. Tapi lebih baik tunggu dulu sekitar tiga sampai enam bulan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Hal ini begitu sangat penting untuk mempersiapkan organ reproduksi secara matang pasca keguguran. Kondisi yang kurang persiapan, tentu saja akan menyebabkan keguguran terulang kembali dan itu akan sangat sulit untuk hamil lagi. Dengan kembalinya haid lagi, itu artinya tanda bahwa fungsi rahim sudah menuju kondisi normal dan siap untuk hamil kembali. Begitu Bu," jelas Dokter.
Alysa diam dan masih mencerna ucapan Dokter. Kalau ia tidak hamil dalam waktu yang dekat, itu artinya ia akan segera berpisah dari Angga. Dan itu tidak boleh terjadi. Alysa menatap Angga dan ada sesuatu yang harus ia ucapkan padanya. Setelah mendapat arahan dan penjelasan dari Dokter, Angga melajukan mobilnya menuju Perusahaannya. Ia harus mengecek data Perusahaan.
Diperjalanan, Alysa masih memikirkan ucapan Dokter yang membuatnya harus menunggu lebih lama lagi untuk hamil. "Bisa. Tapi lebih baik tunggu dulu sekitar tiga sampai enam bulan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Hal ini begitu sangat penting untuk mempersiapkan organ reproduksi secara matang pasca keguguran. Kondisi yang kurang persiapan, tentu saja akan menyebabkan keguguran terulang kembali dan itu akan sangat sulit untuk hamil lagi. Dengan kembalinya haid lagi, itu artinya tanda bahwa fungsi rahim sudah menuju kondisi normal dan siap untuk hamil kembali. Begitu Bu," ucapan-ucapan itu selalu mengganggu pikirannya.
Melihat Alysa diam terus, Angga pun menanyakannya. "Kenapa sayang? Ada sesuatu?" tanya Angga.
"Ti-tidak Mas."
"Ayo katakan saja. Mas akan mendengarnya," ucap Angga dan segera menepikan mobilnya.
"Mas masih ingat kan ucapan Dokter tadi? Kalau Alysa bisa hamil lagi sekitar tiga sampai enam bulan. Dan itu artinya kalau Alysa benar-benar belum hamil, maka Mama akan segera menikahkan Mas dengan wanita lain?" jelas Alysa dan matanya berkaca-kaca.
Angga terdiam. Ia harus memikirkan cara agar Alysa bisa cepat hamil dalam waktu dua bulan. Dalam waktu dua bulan itu ia akan memanfaatkan waktu untuk selalu melakukan itu bersama Alysa. Ia tahu jika Alysa tidak segera hamil lagi, maka Mamanya akan turun tangan dan menikahkannya dengan wanita lain.
***
Jangan lupa untuk Vote, Like, Comment dan Tip😘
__ADS_1