Menikahi Duda Tampan

Menikahi Duda Tampan
BAB 46


__ADS_3

Angga disibukkan dengan beberapa berkas di depannya. Ia sesekali mengedarkan pandangannya pada Alysa yang sedang tertidur dengan memeluk Edward. Setelah itu ia fokus dengan berkas-berkasnya lagi. Deringan telepon membuatnya menghentikan aktivitasnya. Terlihat di layar ponselnya nomor asing. Namun karena ia penasaran, jadi ia mengangkatnya.


"Hallo Bang. Gimana kabarnya?"


"Ha.. Mira? Iyakan Mira?"


"Betul seratus buat Abang. Aku kangen sekali denganmu Bang. Kesinilah Bang jangan kerja terus, sekali-sekali travelling gitu manjain Edward."


"Kenapa sim card nya gak aktif? Kalau kangen pulanglah, jangan di Amrik mulu."


"Hahaha iya nanti pulangnya sambil bawa calon suami bule. Iya waktu itu ponselnya ilang,".


"Pantesan. Abang udah nikah lagi."


"Hah? Yang bener udah nikah lagi Bang? Kok enggak ngabarin sih, tahu ah aku kesel sama Abang."


"Hey yang salah siapa? Abang udah ngabarin, tapi sim card kamu gak aktif."

__ADS_1


"Terus Edward udah punya adik belum? Kasihan Bang dia sendirian mulu kalau main haha,"


"Lagi proses pembuahan haha. Tunggu aja, nanti kamu punya keponakan baru yang lucu-lucu lagi. Pulanglah."


"Iya mungkin satu bulan lagi Aku pulang. Mau liburan, capek kuliah mulu."


"Iya. Udah dulu lagi kerja,"


"Oke bay Abang. Cepat-cepat ya Bang kasih ponakannya haha."


Mira itu adik bungsunya Angga ya. Aku udah kasih tahu di BAB 8. Dan baru ingat lagi kalau ada pemeran Mira, jadi aku baca ulang lagi dari BAB 1😆Oke lanjut.


***


Pukul 20.00 WIB, Alysa menyandarkan kepalanya pada sandaran tempat tidur. Angga memijit-mijit bahu Istrinya dengan minyak kayu putih agar Alysa bisa rileks. Dengan arahan dari Angga, kini Edward tidak tidur lagi dengan Mama dan Papanya. Dan Angga bisa leluasa untuk menjamak Alysa, itu yang selalu ada dipikirannya. Alysa sempat melarang keras jika Edward tidak tidur lagi dengannya. Namun karena Angga bisa mengutak-atik pikiran Alysa, dan tanpa sadar Alysa pun mengizinkannya.


Alysa mengedarkan pandangannya pada sosok yang selalu menyemangatinya dan mensupportnya. Suami yang begitu baik dan pekerja keras. Tak terasa bulir-bulir air matanya membasahi pipi putihnya. Angga dengan cepat menghapus air mata itu dan mencium pipi Istrinya. Ia memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Mas, Alysa mau ngucapin terima kasih sama Mas. Mas selalu nemenin Alysa dalam kondisi apapun."


"Kamu Istriku. Mas berhak atas keselamatanmu, walaupun dua hari yang lalu Mas lalai menjagamu. Tapi Mas tidak akan pernah lagi membiarkanmu pergi sendiri. Mas akan selalu ada disampingmu. Kita berjalan sama-sama dan bahagiapun sama-sama."


"Alysa tahu Mas sedih banget kehilangan dedek. Alysa ingin membuktikan kembali jika Alysa mampu dan Alysa tidak lemah."


"Iya, dan kamu lebih sedih dari Mas. Untuk masalah kehamilan, nanti saja kalau kamu benar-benar sudah siap."


"Iya Mas. Ayo tidur Mas, Mas pasti capek banget ya. Sini Alysa pijitin dulu punggungnya."


"Emang mau?"


"Apapun yang Mas minta, Alysa akan membuktikannya."


"Ya udah. Tapi abis ini langsung itu ya hehe."


"Ya gimana nanti aja Mas. Ayo buka pakaiannya, biar Alysa pijitin."

__ADS_1


Alysa segera memijit-mijit punggung Angga. Ia menambahkan handbody lotion. Lama sudah ia memijit-mijit, Alysa membaringkan tubuhnya dan menyelimuti Angga yang sudah tertidur. Ia mencium pipi Suaminya dan segera tidur.


***


__ADS_2