Menikahi Duda Tampan

Menikahi Duda Tampan
BAB 31


__ADS_3

Alysa benar-benar tidak percaya jika hari ini ia akan menikah dengan Angga, seorang duda anak satu yang begitu tampan dan juga kaya raya. Ia tidak bisa menduga jika semua ini nyata adanya. Alysa menitikkan air matanya ketika ia sudah dirias dengan begitu cantik, dengan balutan gaun mewah yang tak kalah cantiknya. Ibu dan Ayah juga ikut terharu. Jika saat ini putri mereka akan menjadi milik orang lain.


Kedua adiknya pun tidak bisa membayangkan jika saat ini kakak sulungnya yang selalu membuat kebahagiaan dan ceria akan segera berkeluarga. Azkia menangis tersedu-sedu, karena hanya Alysa saja yang bisa memahami dirinya. Karena Alysa ia bisa sekolah, ia tidak ingin Alysa pergi dari keluarga kecilnya. Begitu juga dengan Zaki, ia masih mengingat semua kebaikan kakaknya itu. Alysa pernah berbohong pada orangtuanya ketika adik kembarnya menginginkan sesuatu. Kenangan itu tidak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun.


Ibu mencoba menenangkan Alysa agar tidak menangis lagi, dan make up nya akan luntur. "Jangan menangis lagi Nak, kamu jadi istri yang baik buat suami kamu. Ibu, Ayah sama Adik kamu selalu mendo'akan yang terbaik untukmu. Ayo sekarang kita pergi, di luar sudah ada yang menunggu kita!" Ajak Ibu sambil menyeka air matanya. Alysa langsung berdiri di bantu oleh orangtua dan kedua adiknya dengan memegangi gaun yang begitu besar nan indah.


Alysa melangkahkan kakinya dengan lambat, karena sepatu yang ia pakai cukup tinggi dan ia tidak bisa memakainya terlalu lama. Tiga mobil sudah terjajar dengan rapi di depan kontrakan itu dengan hiasan yang begitu mewah, tak terlebih dengan mobil pengantin yang begitu mencolok dengan hiasa bunga yang besar dan juga terdapat pita yang cukup unik menurut Alysa. Para supir sudah siap, dan tak terlebih Willy sudah berada disana sejak tadi pukul 06.30 WIB untuk menjemput Alysa. Alysa melangkahkan kakinya keluar dengan menundukkan kepalanya untuk mengatur pergerakkan kakinya agar tidak terjatuh.


Willy bisa melihatnya dari kejauhan, betapa cantiknya sosok wanita itu. Ia tidak bisa mengedipkan matanya, dan terus-menerus menatapnya. Ada perasaan sakit di hatinya karena ia tidak bisa memiliki seutuhnya. Ia mencoba mengatur nafasnya dan mendekati Alysa dan segera membantunya berjalan. "Pengantin wanitanya cantik sekali. Kurasa calon pengantin prianya juga tak kalah tampan ya hehe" Ucap Willy mencoba menghibur dirinya sendiri dan juga orang-orang yang ada disekitar sana menjadi tertawa dan merasa kagum pada Alysa yang begitu sangat cantik bak Ratu.


"Memang sangat cantik. Udah solehah, baik, murah senyum. Sungguh beruntungnya ya yang menjadi suaminya. Pak Angga memang sangat beruntung mendapatkannya!" Ucap salah satu supir membuat semua mata tertuju padanya dengan mendaratkan senyuman kecil. Alysa merasa seperti Ratu sehari, dan diperlakukan baik oleh semua orang termasuk orang yang tidak ia kenal itu.


"Terima kasih pak. Saya minta do'anya saja, supaya pernikahan saya membawa keberkahan bagi saya dan keluarga" Ucap Alysa tersenyum membuat semua orang kagum padanya.


Andaikan kamu adalah jodoh yang diberikan Tuhan untuk saya. Mungkin saya sangat beruntung memilikimu Alysa. Semoga kau bahagia dengan suamimu, saya hanya bisa mendo'akan yang terbaik untukmu. Jaga dirimu baik-baik!. Batin Willy.


"Ya sudah, kita jalan sekarang. Pengantin pria sudah dalam perjalanan!" Ucap Willy, ia segera menuntun tangan Alysa dan mengarahkannya agar tidak jatuh. Lalu membukakan pintunya dan Alysa segera masuk. Willy membisikkan sesuatu pada supir yang akan mengantarkan Alysa ke tempat resepsi, sepertinya Willy yang akan mengantarkannya karena dari raut wajahnya ia sangat ingin berdekatan dengan Alysa, walaupun ini mungkin yang terakhir kalinya.


Supir menganggukkan kepalanya dan segera pergi ke mobil yang akan membawa orangtua dan adiknya Alysa. Willy masuk ke dalam mobil, di dalam mobil hanya ada Alysa dan juga dirinya. Willy menatap sendu pada Alysa dari kaca yang menempel didepan, ketika Alysa mengetahui Willy memperhatikannya, ia langsung menutupi wajahnya dengan tangannya yang penuh dengan hiasan hena. Willy hanya tersenyum dan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sementara itu, kediaman Angga sudah banyak orang yang akan mengantarkannya. Angga begitu bahagia, ternyata Mama dan Papanya hadir dan juga beberapa sanak saudara dari keluarga Mama dan Papanya pun ikut hadir dalam acara pernikahannya. Nenek dan kakeknya pun ada, mereka terlihat bahagia melihat Angga akan berumah tangga kembali. Edward saat ini sudah rapi dengan pakaian kemeja dan jas mininya, sangat tampan seperti Papanya. Edward di gendong oleh kakeknya dan bertingkah konyol membuat semua orang tertawa melihat perilaku menggemaskannya.


Ketika sedang asyik tertawa bersama keluarga, tiba-tiba Destia datang dengan pakaian yang super duper sexy yang menampilkan belahan dada dan pahanya membuat Angga merasa jijik dan juga ilfil. Wanita pilihan Mamanya itu sangat tidak pantas untuk dirinya. Seketika Angga berubah menjadi kesal karena kedatangan wanita liar itu. Tak terlebih lagi dengan Siska, anak pembantu yang selalu membuntutinya dan juga menambah kekesalannya. Siska yang tidak menyadari jika Angga akan menikah, ia sangat kecewa dan juga kesal pada Angga. Laki-laki yang ia cintai akan menikah dengan wanita lain yang tidak lain dengan Alysa, wanita yang ia benci sejak Alysa tidur di rumah ini beberapa hari yang lalu.


Destia mendekati Mamanya Angga dengan tersenyum membuat Angga dan Papanya merasa kesal dan tidak suka. Anggota keluarga lain pun sama, mereka benar-benar tidak suka dengan penampilan dan perilaku Destia.


"Hai Tante, Om!" Sapa Destia membuat Mamanya Angga tersenyum ramah, tapi tidak dengan suaminya.


"Hai, Tante sangat rindu sayang! Kamu gak usah sedih ya, pasti gak bakalan lama kok" Ucap Mama dengan menciumi pipi Destia.

__ADS_1


Apa-apaan sih Mama. Lihat tuh Ma, pakaian sexy begitu juga ia tidak malu. Dasar wamita m*rahan. Batin Angga kesal.


Semua anggota keluarga sudah siap dan Angga pun sudah siap, mereka segera masuk ke dalam mobil masing-masing, begitu juga dengan Angga ia segera masuk. Dalam mobil itu hanya ada dirinya, Edward dan juga supir. Tiba-tiba pintu terbuka membuat Angga melototkan matanya ketika yang datang itu wanita yang sangat ia benci sampai kapanpun.


Destia masuk lalu duduk disamping Angga dan berkata, "Boleh saya duduk disini Mas?" Ucap Destia dengan ramah, tapi hatinya mungkin akan merencanakan sesuatu? Mungkin.


"Mobil ini khusus pengantin pria, jadi anda keluar dari sini!" Ucap Angga dengan wajah datar dan kesal tanpa menoleh pada wanita yang berada di sampingnya.


"Mas kok gitu sama Destia, sebenarnya Destia gak rela jika Mas mau nikah sama wanita lain. Mas tahu kan kalau Destia itu cinta sama Mas!" Ucap Destia dengan berpura-pura menangis.


"Gak usah nangis kayak gitu. Cepat keluar dari sini!" Usir Angga.


"Izinkan aku duduk disini Mas untuk yang terakhir kalinya. Aku mohon, bolehkan? Sekali ini aja ya Mas" Destia memohon-mohon agar Angga menyetujui keinginannya itu.


Angga memutar bola matanya dengan malas, "Oke saya perbolehkan kau duduk disini. Dan ingat, ini yang terakhir kalinya. Setelah saya nikah kau tidak boleh mencampurin urusan rumah tangga saya, dan jauhi Mama saya, karena kau punya pengaruh tidak baik untuk Mama saya!" Jelas Angga dengan tatapan tajamnya.


"Iya Mas, aku janji gak bakalan mencampuri urusan rumah tangga Mas!" Ujar Destia.


Mobil segera melaju menuju lokasi resepsi pernikahan. Angga terlihat garang dan tatapannya tajam ke depan tanpa menoleh sedikitpun pada wanita yang ada disampingnya itu. Edward asyik dengan iPadnya dan untungnya tidak mengoceh dan membuat Angga marah. Perjalanan membutuhkan waktu empat puluh menit sampai di Hotel. Angga tersenyum ketika mobil sudah memasuki kawasan perhotelan miliknya.


Semua orang bersorak-sorai menyambut kedatangan calon pengantin pria. Disana sudah ada banyak karyawan dari beberapa perusahaan yang Angga rintis, para kolega perusahaan yang bekerjasama dengan Angga, sahabat dan juga beberapa orang yang tidak Angga kenal pun ada. Mobil berhenti tepat depan hotel itu, dan para bodyguard sudah berada disana dengan pakaian lengkap dengan membawa alat-alat keamanan. Salah satu dari bodyguard itu membuka pintu mobil dan Angga segera turun dengan menggendong Edward yang begitu mirip dengannya. Ketika Destia akan turun pintu segera ditutup kembali oleh bodyguard atas perintah Angga. Destia kesal karena Angga tidak pernah membuatnya senang sedikitpun.


Angga mendaratkan senyuman pada semua orang yang sudah berada di depannya dengan tepukan yang sangat bergemuruh. "Pengantin pria sangat tampan" Ucap salah satu tamu beridentitas wanita.


Suara yang tadinya bergemuruh tiba-tiba senyap ketika datang mobil pengantin wanita yang membuat para tamu undangan penasaran dengan wajah istri dari pengusaha kaya nan tampan itu. Pintu mobil dibuka oleh bodyguard yang sama dan pengantin wanita berusaha keluar membuat Angga menjadi penasaran dengan Alysa.


Ayo Alysa cepat keluar. Batin Angga.


Gaun terlihat jelas dan Angga semakin dek-dekan untuk melihat Alysa. Alysa keluar dan semua suara kembali bersorak dengan kecantikkan wajah pengantin wanita yang begitu sangat cantik dengan hijabnya. Angga hanya bisa melihat dari samping dan ia mendaratkan senyuman kecil hingga Alysa menoleh padanya dengan tersenyum menampakkan gigi putihnya.

__ADS_1


Pangeranku, tampan banget ish. Edward sekarang tante cantik akan menjadi Mama kamu Nak. Batin Alysa.


Ratuku, kau begitu sangat cantik. Pangeranmu sudah siap untuk memilikimu. Batin Angga.


Lamunan mereka dikejutkan dengan suara sang pembawa acara yang begitu sangat meriah dan mencoba menyatukan kedua pengantin itu untuk segera mendekat dan berjalan menuju kursi pengantin. Alysa berjalan menuju Angga dengan gaun belakang yang di pegang oleh dua orang pagar ayu wanita. Ketika sudah berada di samping Angga, Angga membisikkan sesuatu yang membuat Alysa tersenyum. "Pegangin tangan Pangerannya dong jangan dianggurin mulu" bisik Angga.


"Iya Pangeranku. Yuk jalan" Ucap Alysa dan mereka segera berjalan dengan tepukan yang masih tetap bergemuruh.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


Hai-hai jangan lupa untuk semangatin Author dengan ketik Vote, Like, Comment and Tip❤Author usahain untuk up tiap hari😚


Terimakasih untuk para readees yang sudah setia dengan novel saya. 180k pembaca yang membuat Author tidak menyangka, aaa luv² semuanya😭❤

__ADS_1


Untuk memeriahkan pergantian tahun baru, tanggal 1 January 2021, Author mau ngasih hadiah untuk 2 orang pemenang. Jadi jangan sampai ketinggalan infonya ya❤


__ADS_2