Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Special Bab 7 (End)


__ADS_3

**Jangan Lupa baca Syahdu ya, Pen🥰**



...***...


"Jangan lari-lari, sayang." Kana berteriak pada Zeline yang menarik tangan Marcello supaya ikut lari bersamanya.


"Haha. Zel, dia lucu sekali." Kata Alana yang memperhatikan putranya ditarik oleh Zeline.


"Aah, mereka tumbuh dengan cepat." Tukas Adam sembari menggendong putri kecilnya yang masih berusia satu tahun.


"Bagaimana, Sudah enam tahun tapi Zeline masih sendiri saja." Alana menyenggol bahu Kana, memberinya beberapa kali kedipan mengode sesuatu.


"Oh? Apa aku belum bilang?"


"Apa??" Tanya Alana antusias.


Kana mengelus perutnya yang sedikit membuncit dari biasanya.


"Astaga, serius?? Sudah berapa bulan?"


Kana tergelak. "Entahlah, aku belum periksa bahkan Krishan juga belum tahu. Perkiraanku, mungkin sekitar dua bulan."


"Kau harus segera kabari Krishan. Dia pasti sangat senang." Tukas Alana lagi dan Kana hanya tertawa mendengarnya.


"Haah, entah dia akan senang atau tidak."


"Kau bicara apa? Jelas dia sangat senang. Kau tidak lihat betapa dia mencintai Zeline." Terang Adam pada Kana. "Dengar, ya. Dia pernah bilang padaku bahwa pada usianya yang sudah tak lagi muda itu, dia mengharapkan kehadiran anak-anak di sisa hidupnya."


"Kau ini, bicara seolah-olah Krishan akan mati!" Protes Alana pada suaminya.


"Aku serius, sayang. Dia bilang begitu."


"Daddyyy.." Teriakan Zeline membuat semua menatap ke arah gadis kecil itu. Dia berlari mengejar ayahnya yang baru datang membawa sebucket bunga mawar biru.


Krishan langsung memeluk putrinya dan mengusap kepala Marcello.


Setelah bercengkrama cukup lama, Zeline dan Marcello masuk ke dalam kelas mereka sementara Kana dan yang lain menunggu di taman sekolah.


"Zeline tampak sangat bahagia." Kata Adam.


"Ya, dia sangat bersemangat bisa satu sekolah dengan Marcello. Dia mengotot ingin satu kelas, sampai Krishan ingin membayar kepala sekolah untuk memasukkan Zeline langsung ke kelas 2."


Penjelasan Kana sontak membuat Alana dan Adam terkekeh. Krishan memang benar-benar akan melakukan apapun untuk putrinya.


"Kenapa tidak kau biarkan saja?" Kata Alana ditengah tawanya.


"Hah, ada-ada saja kau." Gerutu Kana.


Krishan mendatangi istrinya, memeluk dan mengecup Kana.


"Happy Anniversary, sweetheart." Krishan memberikan bucket bunga pada Kana yang bahkan lupa dengan hari jadi mereka.


"Ah, Krish. Terima kasih." Kana membalas pelukan suaminya.


"Wah, ternyata hari jadi kalian, ya. Kalau gitu kuucapkan selamat, semoga nanti akan ada berita baik."


Krishan mengerutkan alisnya. "Berita baik?" Tanyanya pada Alana.


"Selalu ada berita baik di keluarga kita, aku harap akan terus seperti itu." Ucap Kana menutupi ungkapan Alana yang ingin memberitahu Krishan berita itu.


"Aku pikir kau tidak akan datang." Ungkap Kana lagi.


"Mana mungkin, Sweetheart. Aku bisa dicekik anakmu."


Mereka semua tertawa mendengar jawaban Krishan yang takut pada putrinya.


"Sepertinya Zel sudah bisa punya adik." Celetuk Adam yang lagi-lagi memancing Kana.


"Kalau itu, aku serahkan pada Jia. Dia yang mengandung dan berkorban banyak hal. Jika dia tidak mau, maka akupun tidak."


Ah, Kana meleyot mendengar ucapan Krishan itu. Begitu juga Adam yang langsung mengangguk dan agak tersindir, sebab anak kedua mereka, Adamlah yang mendesak Alana karena ingin punya anak perempuan setelah melihat Zeline yang lucu.


Setelah satu siang itu berakhir dan Zeline terlelap di kamarnya, Kini saatnya Kana yang mendekati suaminya, Krishan yang duduk di tepi tempat tidur dengan memangku laptop.


Tadi, dia menyempatkan diri pergi ke dokter Margy untuk mengecek kandungan dan benar saja, dia hamil 12 minggu.


"Krish.." Kana memeluk tubuh suaminya dari belakang.


"Hm?" Jawabnya sambil terus menatap laptopnya.


"Aku ingin bicara, apakah bisa?"


Krishan langsung meletakkan laptopnya di atas nakas dan memutar tubuhnya.


"Katakan."


Kana memberikan sekotak kecil pada Krishan, membuat lelaki itu mengulum senyum.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Hadiah anniversary dariku." Sahut Kana.


Krishan menatap kotak itu sebentar lalu mengguncang-guncangkannya di dekat telinga.


"Aku tidak tahu apa kau akan suka, Krish. Kuharap kau menyukainya."


"Jia, aku selalu menyukai hadiah jika itu darimu." Ucap Krishan kemudian mengecup dahi Kana. "Aku buka, ya?"


Krishan dengan perlahan membuka kotak itu, dia juga penasaran, hadiah apa yang istrinya berikan padanya di dalam kotak yang kecil itu.


Krishan mematung saat mendapati sebuah foto janin dan kertas kecil di dalamnya. Dia membaca dengan sangat hati-hati.


'Selamat, Krish. Kau akan menjadi Ayah dari 3 anak.'


"Jia.." mata Krishan seperti tak percaya dengan apa yang ia baca. Tiga anak? Apa itu artinya..


"Iya, Krish. Aku mengandung anak kembar."


Krishan tertegun, matanya menatap Kana dan bibirnya seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa.


"Krish, apa kau menyukainya?"


Krishan menunduk, dia meremas jari-jari Kana. "Aku.. sangat bahagia, Sweetheart. Tapi, aku juga bingung."


Kana mengangkat wajah suaminya, menatapnya dengan penuh cinta. Apa yang ia bingungkan?


"Jia, melihatmu melahirkan satu anak saja sudah membuatku hampir mati. Bagaimana sekali dua?"


"Astaga. Hahaha." Kana tergelak melihat perasaan cinta dalam hati suaminya. "Krish, aku pasti bisa melewatinya. Yang paling penting adalah kau terus disisiku. Itu saja."


"Pasti, sweetheart. Aku pasti akan selalu disampingmu." Jawab Krishan cepat, kemudian mengecup bibir Kana cukup lama, sampai tanpa sadar, ciuman itu merambat ke tempat lain dan menjadikan malam yang dingin, menjadi panas.


...♥︎♡♡♥︎...


"Enzio, Enrigo, kemari Nak." Panggil Kana pada kedua putranya yang menginjak usia 5 tahun.


"Iya, Mami."


"Berikan ini pada Daddy kalian." Kana memberikan sepiring buah pada Enzio.


"Kenapa mami tidak langsung kasih pada Daddy?" tanya Enzio.


"Iya. Biasanya juga Mami yang antar keruangan Daddy, kan?" lanjut Enrigo.


"Mami sedang sibuk. Cepat antar." Jawabnya sembari menyemprot tanaman di teras rumah.


Kedua anak kembar itu menurut, walau mata mereka masih menyidik sang ibu yang masih dengan aktifitas tak biasanya. Wajah Kana juga tampak kesal. Kedua kembar itu menebak, Daddy dan Mami mereka tengah ada masalah. Sebab mami mereka tampak cuek, tak seperti biasanya.


"Kak Zel, Mami dan Daddy sedang bertengkar, ya?" tanya Enzio.


Zeline mengerutkan dahi. "Masa, sih?"


"Ah, kakak juga tidak tahu? Padahal sangat kentara." keluh Enrigo.


"Begitu, ya? Lalu, untuk apa kalian mengintip Mami?" Tanya Zeline.


"Kak, ayo buat Daddy dan Mami baikan lagi." Bujuk Enrigo.


"Iya, kak. Ayo, aku tidak suka melihat Mami cemberut begitu." Sambung Enzio sambil menarik-narik tangan kakaknya.


"Hah? Bagaimana caranya?"


Ketiga anak itu tampak berpikir.


"Aha! Aku tahu. Kak, sini cepat." Enrigo menarik tangan Zeline untuk membungkuk mendengarkan bisikan sang adik.


Zeline tampak mengangguk-angguk sambil tersenyum. "Aah, kau cerdik sekali!" Zeline mengacak-acak rambut Rigo karena gemas dengan kecerdasan sang adik.


Zeline mengikat rambut panjangnya. "Sini, biar kakak yang antar."


Enrigo memberikan sepiring buah itu pada Zeline. "Sana, jalankan rencana kalian."


Kedua lelaki kembar yang wajahnya sangat mirip dengan Kana mengangguk dan segera berlari menuju mami mereka sementara Zeline berjalan ke arah ruang kerja Ayahnya.


"Daddy."


Krishan mengangkat kepala. Dia langsung menutup laptop saat melihat putrinya masuk ke ruangannya.


"Ada apa, Sweety?"


Zeline meletakkan piring itu di depan Krishan. "Buah dari Mami. Katanya Mami tidak bisa antar karena sedang tidak enak badan."


"Benarkah?" Ucap Krishan tak serius karena dia tahu Kana sedang tidak sakit.


"Iya. Daddy, tadi mami muntah."


"Apa?" Krishan langsung bergerak keluar dari ruangannya.


"Daddy, Mami di kamar." Kata Zeline lagi memberitahu posisi ibunya.


Krishan masuk ke dalam kamar dan mendapati Kana tengah ada di kamar mandi.

__ADS_1


BRAK!


Pintu mendadak terkunci dari luar, terdengar pula kikikan anak-anak dari sana.


Kana menatap Krishan yang berusaha membuka pintu, tapi tak kunjung terbuka.


"Ah, anak-anak ini. Ada-ada saja." keluh Krishan. Dia berbalik dan mendapati Kana berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Kenapa kau disini?" tanya Kana.


"Anak-anak mengunci kita."


Terdengar ******* dari mulut Kana. Pantas saja si kembar merengek meminta Kana untuk mencarikan mainan mereka yang hilang di kamar mandinya. Walau Kana sendiri bingung kenapa kedua kembar itu bisa menaruh mainan di kamar mandi orang tuanya. Hah, Padahal Kana belum ingin bicara pada suaminya itu.


"Jia, kau masih marah?" Krishan mencoba mendekati istrinya.


"Maafkan aku, Jia. Aku benar-benar tidak bisa menolak permintaan Klien kali ini." Jelas Krishan.


"Terserah, Krish."


"Ayolah, Jia. Aku akan memenuhi janjiku, hanya saja, kali ini bukan waktu yang tepat."


Krishan memeluk pinggang Kana yang hanya diam saja.


"Baiklah, aku akan usahakan minggu depan."


Mata Kana membulat. "Yang benar??"


"Iya, Sweetheart. Aku sudah berjanji padamu. Aku akan mempersingkat pejerjaanku dan kita akan berlibur ke Swiss."


"Aaaaakk.. Kau tidak bohong kan, Krish?" Tanya Kana lagi sambil memeluk pinggang Krishan.


"Tidak, Sweetheart. Aku serius. Aku juga tidak bisa kau diami terus." ucapnya sembari mengecup puncak kepala Kana.


"Kau sih, padahal tinggal bilang ini dari kemarin!" gerutu Kana dipelukan suaminya.


"Aku harus menimbang banyak hal sebelum memutuskan. Aku akan meminta Sean mengurus semuanya. Dia agak lambat semenjak menikah."


Kana terkikik. "Aku juga berencana akan mencarikan jodoh untuk Felix."


Krishan membuang napasnya. "Jangan terlalu kau urusi dia. Akulah yang perlu kau urus." Ucapnya sambil mengangkat dagu Kana.


"Aku akan terus mengurusimu karena kau suamiku."


Krishan tertawa kecil, lalu mellumat bibir Kana. Ciuman lembut pun terjadi, keduanya tanpa sadar sudah tidak memakai apa-apa diatas ranjang.


Krishan merremas lembut dua gundukan yang sama sekali tidak merubah napsu pada keduanya, masih terlihat indah di mata Krishan. Kana mendessah tanpa sadar dan Krishan dengan cepat membungkam mulut istrinya, membuat mata Kana terbelalak.


"Sstt.. anak-anak masih di depan pintu." bisik Krishan, membuat Kana spontan tertawa tanpa suara.


Mereka menghabiskan waktu minggu pagi dengan pergumulan indah berbalut cinta. Sesuatu yang Kana dan Krishan selalu inginkan karena gairah yang belum pernah memudar walau mereka dianugrahi tiga anak.


Krishan semakin mencintai Kana, apalagi semenjak melahirkan anak laki-laki yang membuat Kana perlahan kurang memperhatikan Krishan, membuat pria itu cemburu. Kana pula masih menjadikan Krishan sebagai laki-laki terseksi mutlak tanpa opsi. Baginya, Krishan selalu bisa membuatnya dimabuk asmara setiap hari, bahkan setiap kali mereka bertatap mata.


...°•°•°•...


...HALO PEMBACA GARIS KERAS. TERIMA KASIH BANYAK SUDAH MENGIKUTI NOVEL INI. MOHON MAAAFFFF BANGETTT KALAU READER MERASA BANYAK KEKURANGAN PENULIS DAN JUGA ENDING YANG TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN PEMBACA. SORRY YA, PEN. SEMOGA SEHAT SELALU, YA....


...OH YAAAA.....


...JANGAN LUPA BACA SYAHDUUUUUUUU...



BONUS FOTO ARGA AJA YAA HAHAHAHAHA



DALAH, SATU LAGI FOTO KRISHAN DENGAN PETAK-PETAK TAHU DI PERUTNYA.


TERIMA KASIH YA, PEN. LIKE KOMEN DAN VOTE KALIAN SANGAT BERARTI BUATKU😭😭😭


SEMOGA DIGANTI OLEH TUHAN DENGAN KESEHATAN MATA DAN HATI SUPAYA TERUS BACA KARYAKU YANG LAIN. HEHEHEHEHEH.. SEHAT-SEHAT YA, PENNNN. LOP YOUUU, PENNNNN!! 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


...♡♡♡♡...


KARYA-KARYAKU YANG LAINNYA:



SYAHDU ANAK WANITA MALAM YANG PUNYA HUBUNGAN 7 TAHUN DENGAN KEKASIHNYA, DAN JUGA TEMAN TIDUR YANG MEMBERINYA UANG UNTUK KESEMBUHAN NENEKNYA. BAGAIMANA CARA DIA MENYEMBUNYIKAN DARI KEKASIHNYA BAHWA DIA SEORANG WANITA SEWAAN?



GADIS TANGGUH, RICHI DARREL, YANG MERUPAKAN ANAK SMA TERNYATA DITAKUTI BANYAK KELOMPOK MAFIA. BERTEMU DENGAN HUGO ERHARD, PERAKIT BOM YANG HEBAT



KENYATAAN YANG MEMBUATNYA TAK BERDAYA, ZAIRA BASTANY, HARUS BANYAK MENELAN PIL PAHIT SETELAH SUAMINYA BERTEMU DENGAN CINTA PERTAMA YANG BELUM TERSELESAIKAN DENGAN BAIK. FAKTA BAHWA PERNIKAHAN MEREKA TIDAK MENGHASILKAN KETURUNAN MEMBUAT RINNADA, MANTAN KEKASIH BRIAN, MENAWARKAN ANAK UNTUK MEREKA.


JANGAN LUPA D BACA YAA, PEN. TERIMA KASIH BANYAK.

__ADS_1


__ADS_2