Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Thank You, Noah


__ADS_3

Noah masuk ke dalam gedung untuk pertama kali sejak ia dipecat. Wajahnya cerah menatap seisi gedung walau ia sadar beberapa pasang mata tampak memperhatikannya dengan seksama, mereka terlihat bingung juga penasaran, mengapa Noah masuk dan sudah mendapatkan IDCnya.


Noah tidak perduli, dia masuk ke dalam gedung dan naik ke lift tempatnya bekerja. Senyum cerahnya tidak bisa ia hilangkan dari wajahnya.


"Noah, kenapa kau disini?" Tanya Evelin yang terkejut dengan kehadiran Noah. Terlebih IDC itu menggantung di lehernya.


"Aku sudah diterima lagi disini, Evelin. Bagaimana? Kau senang, kan?" Noah merentangkan tangan, meminta Evelin memeluknya.


Evelin nampak tergagap dan dengan malas menyambut pelukan Noah.


"Tapi bagaimana kau bisa.." Evelin menatap Noah tanpa kedip. Padahal, tidak ada yang bisa masuk lagi ke perusahaan jika sudah dipecat.


"Aku juga tidak tahu, Evelin. Kana yang menyerahkan surat pembatalan itu padaku."


"Kana.. mantanmu itu?" Wajah Evelin tampak kaget. Kana, yang ia lihat mengobrol bersama David malam itu. Ada apa antara Kana dan David, mengapa mereka seperti saling mengenal? Seorang CEO besar sepertinya mengenal Kana, anak baru di perusahaan.


Padahal butuh waktu yang lama bagi Evelin untuk bisa mendekati CEO perusahaan ini. Walau entah bagaimana tiba-tiba David menghilang, lalu diganti CEO baru yang lebih tampan pula. CEO sekaligus empunya KGroup yang begitu kaya raya.


"Aku juga tidak tahu kenapa Kana bisa mendapatkan surat itu. Yang jelas sekarang aku bisa bekerja lagi." Ucapnya riang lalu menggenggam tangan Evelin.


"Aku tahu kau tetap bersamaku walau aku tidak ada pekerjaan. Terima kasih, Evelin. Dan sekarang, aku akan giat bekerja karena setiap hari bisa menatapmu." Tuturnya dengan senyum lebar lalu duduk di meja yang biasa ia gunakan.


"Evelin.." Noah memanggil Evelin yang masih mematung di tempatnya.


"Ah, iya."


"Kenapa bengong disitu? Kau memikirkan apa?"


Evelin tersenyum kecil dan langsung pergi meninggalkan Noah.


Tak lama, Sean mendekat ke meja Noah.


"Tuan Noah, anda dipanggil oleh tuan Yohan."


Aah, iya. Noah ingin mengucapkan terima kasih pada tuan Yohan itu. Noah mengira, pasti tuan Yohan salah paham soal alasan pemecatan dan akan menarik perkataannya.


Noah dengan semangat naik ke atas dan dibantu Sean membukakan pintu ruangan CEO.


Dia melihat lelaki bersetelan jas rapi berdiri menghadap dinding Kaca.


"Permisi, tuan. Apa anda mencari saya?" Tanya Noah yang sedikit gugup melihat postur tubuh Yohan yang tinggi tegap membelakanginya.


Saat Krishan membalikkan badan, Bibir rapat yang melukiskan senyuman itu berubah menganga. Mata Noah tak percaya menangkap sosok penjual bunga yang buta itu berhadapan dengannya. Lalu, bukankah dia juga suami Kana?

__ADS_1


"Selamat pagi, Noah." Sapa Krishan dengan tangan yang keduanya berada di saku celana. Krishan memandang Noah dengan senyum sekenanya, walau dia tertawa dalam hatinya saat melihat reaksi mantan kekasih istrinya itu.


Betapa Krishan merasa senang menyambut permintaan istrinya. Karena dengan begitu, mantan kekasih istrinya kini akan sadar siapa yang ia hadapi setiap hari di kantornya.


"Jangan gugup, santai saja." Ucap Krishan padanya dan Noah langsung menundukkan pandangannya.


"Te-terima kasih sudah mempekerjakan saya lagi, tuan Yohan."


Suatu kebanggaan dalam hati Krishan. Dia mengingat bagaimana congkaknya suara Noah saat Jia mengatakan bahwa seorang buta itu kekasihnya, namun Noah malah tertawa meremehkan dirinya. Kini, Noahlah yang berada jauh dibawah Krishan. Berdiri berhadapan sebagai karyawan biasa dan pemilik perusahaan.


"Saya melakukan itu karena istri saya."


Noah mengangkat kepalanya. Dia melihat sebentar ke arah Krishan lalu menunduk lagi. Entah mengapa pembawaan Krishan sekarang terasa berat, layaknya bos besar yang perlu dihormati.


"Sa-saya berterima kasih kepada tuan dan istri tuan."


"Kau tahu istriku, kan?"


"Saya tahu, tuan."


"Dia bilang, kau baik padanya saat dia kesusahan dulu. Kau memberinya uang dan membelikan keperluannya. Aku mengucapkan terima kasih atas kebaikanmu pada istriku. Oleh sebab itu aku mempekerjakanmu lagi sekarang."


Noah berdehem, aneh saja rasanya saat Yohan mengucapkan terima kasih atas apa yang ia berikan pada Kana. Padahal saat itu Kana juga kekasih yang ia cintai. Ia tulus membantu Kana. Wanita itu juga tidak meminta yang macam-macam karena Kana wanita yang sangat baik. 'Aku membantu karena cinta, bukan karena aku tahu kalau Kana akan menjadi istrimu!' Batinnya.


Noah mengangkat kepalanya lagi, berharap kupingnya tidak salah dengar.


"Se-selingkuh?"


"Ya, aku dan istriku bertemu setelah kau menyelingkuhinya. Setelah itu, kami jadi sering bertemu dan akhirnya aku menikahinya. Itu sebabnya aku juga merasa senang dengan keputusanmu itu. Kalau tidak..." Krishan mengangkat bahunya. "Jadi, sekali lagi kuucapkan terima kasih sudah menyelingkuhi wanita sehebat dirinya."


Mata Noah bergetar mendengarnya. Ia pula tak bisa berkata-kata. Hanya saja, hatinya terasa sangat sesak mendengar ucapan bosnya itu. Walau Krishan benar, Kana adalah wanita yang hebat, tapi entah mengapa, setelah mendengarkan kalimat bosnya, Noah menjadi sangat menyesal. Apalagi Kana menjadi kecintaan seorang Yohan, bos besar perusahaan yang bukan orang sembarang. Fakta itu yang membuat Noah mengecil. Merasa tidak bisa bersaing dengan suami mantan kekasihnya.


"Noah.."


Noah menoleh ke arah pintu. Kana masuk dengan senyuman di wajahnya. Melihat Noah dan Krishan di satu ruangan yang terlihat akur di matanya.


Krishan langsung mendekati istrinya, mengecup puncak kepala gadis itu lalu memeluknya dari belakang.


Sejenak Kana bengong namun segera sadar saat ia tahu Krishan sengaja melakukannya karena itu Noah.


"Terima kasih, Kana. Aku tidak menyangka kalau suamimu adalah tuan Yohan." Ucap Noah.


"Sama-sama. Aku juga tidak tahu dia Yohan." Jawab Kana sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan kembali bekerja." Noah berjalan sambil terus menatap Krishan yang memeluk dan menempelkan hidungnya di puncak kepala Kana.


Pintu tertutup dan Kana segera melepas pelukannya.


"Krish, apa yang kau katakan padanya?" Tanya Kana penasaran saat ia tahu raut wajah tak enak dari Noah.


"Tidak ada, hanya ucapan terima kasih sudah menjaga istriku dan menyelingkuhinya."


"Aaah, kau ini. Aku keluar sebentar."


Kana membuka pintu dan mendapati Noah masih berdiri di depan lift.


"Noah.."


Noah menoleh ke belakang, Kana berjalan ke arahnya.


"Aku baru tahu alasanku dipecat karena mengganggumu." Ucapnya sambil tersenyum kecut.


"Aku sudah bilang, kan."


Ya benar, hanya saja Noah menganggap itu candaan.


"Jadi, karena dia Yohan makanya kau lari ke jembatan itu?" Tebak Noah.


"Ah, ketahuan." Ucapnya sambil tersenyum lebar.


"Kau berhak mendapatkan itu, Kana. Kau sangat berhak menerima cinta sebesar itu. Aku bisa melihatnya." Tutur Noah dengan sungguh-sungguh.


Kana hanya tersenyum, ternyata Noah juga bisa merasakan kecintaan Krishan padanya.


Noah masuk ke dalam lift saat pintunya terbuka.


"Noah, jangan bilang siapapun kalau Yohan suamiku."


"Kenapa?"


"Aku hanya tidak mau dibedakan. Kau tahu aku, kan?"


Noah tersenyum lalu mengangguk. Jelas dia tahu, mantan kekasih yang selama empat tahun bersamanya. Kana yang selalu sabar dengan sikapnya selama ini.


Pintu lift tertutup dan Kana kembali ke ruangan suaminya. Lelaki itu sejak tadi sibuk mengirim kata-kata mesum untuk memanggilnya ke atas. Kini, Kana harus melakukan dua pekerjaan. Di meja kerjanya, juga di meja kerja CEO-nya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2