Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Be Caught


__ADS_3

"Jia, sorot matamu, aku sangat bisa melihatnya. Tatap aku dengan cinta seperti biasa Jia." Pinta Krishan dengan memohon.


Kana menutup matanya, mengatur napas dan raut wajah yang membuat Krishan tidak nyaman.


Dia membuka mata dan tersenyum cerah menatap suaminya, mengelus rahang yang membuat suaminya terlihat sangat tegas.


Mereka berpandangan cukup lama. Krishan menatapnya dengan hangat, mengelus lembut pipi hingga bibir Kana dengan ibu jarinya. Perempuan yang sangat mengganggunya jika berjauhan. Dia sungguh menyayangi Kana.


Kana memajukan wajahnya, lalu mencium hidung Krishan. Membuat lelaki itu tergelak.


"Love you, Kanazya." Ucapnya lalu mencium bibir Kana, melumattnya sampai tubuhnya bergerak ke atas tubuh Kana. Setelah perubahan suasana hati yang kembali bersemi, keduanya melanjutkan apa yang seharusnya mereka lakukan sejak tadi.


Keesokannya, para awak media sudah berkumpul di satu gedung yang diundang oleh KGroup. David yang akan mengisi klarifikasi mengenai gosip yang beredar.


"Kenapa Yohan tidak langsung memamerkan istrinya di depan sana? Itu lebih mudah daripada mengatakan ABC tanpa bukti." Gerutu Daniel pada David yang tengah merapikan dasinya di ruang tunggu.


"Istrinya tidak mau terkenal." Jawab David singkat dan terdengar decakan dari mulut Daniel karena kesal. Baginya, mengundang media dan menjelaskan banyak hal terlalu ribet daripada Kana yang langsung menunjukkan diri untuk mematahkan fitnah itu.


Sementara Kana dan Krishan duduk berdampingan menonton acara yang disiarkan langsung itu.


"Selamat pagi, terima kasih sudah hadir hari ini. Saya David Brome, akan memberikan klarifikasi untuk masalah yang baru-baru ini terjadi menimpa pimpinan kami, tuan Yohan. Seorang wanita muncul dan mengklaim bahwa wanita itu mengaku sebagai istri dari tuan Yohan. Kami sampaikan bahwa itu tidak benar. Istri tuan Yohan, saya mengenalnya. Dan wanita yang wajahnya ditutupi itu bukanlah istri tuan Yohan. Apa-apa yang ia katakan dalam video merupakan fitnah. Kami tengah mencari keberadaan wanita itu. Juga saya sampaikan kepada media, jika suatu hari ada berita yang sama, sudah dipastikan itu bukan istri tuan Yohan. Sekian dari saya." Jelas David dan langsung turun dari podium tanpa membuka sesi tanya jawab. Dia langsung diserbu banyak pertanyaan tapi tetap melangkah sesuai dengan apa yang Yohan minta.


"Lalu, apa tuan Yohan mengenal perempuan itu?


"Apa benar tuan Yohan dulu buta?"


"Tolong satu pertanyaan saja, tuan."


Para wartawan tidak bisa bergerak karena pengawal yang ada disana berjejer memberi jarak supaya awak media tidak masuk ke ruangan David.


Kana menghela napasnya setelah menonton David. "Apa itu bisa membuat Sherly bungkam, sayang?"


"Semoga saja, Sweetheart. Aku sudah mengancam media yang berani membuat berita tentang itu lagi.


Sementara disudut lain, Sherly menatap jengkel ke arah televisi di depannya. Lalu dia menoleh pada meja di sisinya. Banyak foto Kana dan Krishan berserak di atasnya.


"Satu jalan lagi untuk membuat keributan." Tukas Sherly lalu mengesap rokoknya dalam-dalam.

__ADS_1


...○●○●...


Kana turun dari ruangan Krishan. Dia berpapasan dengan Bianna yang baru saja datang. Tampak wajah bingung dari Bianna. Bagaimanapun, Kana sudah menjadi teman yang satu frekuensi dengannya. Tapi setelah tahu kalau dia benar-benar istri tuan Yohan, membuatnya ciut dan takut jika salah sedikit saja, dia bisa dipecat.


"Bi, kenapa memandangku begitu?"


Bianna tersenyum kecil pada Kana.


"Aku sudah bilang padamu kan, bersikaplah seperti biasa."


"A-aku.. apa bisa.."


"Bisa! Kau ini. Aku tetap Kana."


Bianna duduk di kursi sebelah Kana yang penghuninya belum datang.


"Kan, ke-kenapa kau memilih kerja? Suamimu kan, sudah kaya raya."


Kana tertawa kecil. "Aku suka bekerja."


"Aku baru menonton tuan David tadi, kenapa kau tidak muncul saja untuk menghilangkan gosipnya?" Tanya Bianna penasaran.


"Aneh sekali, kalau itu aku, jelas aku akan muncul di tv supaya orang mengenalku dan menghormatiku. Pasti tidak akan ada orang yang berani menyepelekanku." Terang Bianna mulai berani berbicara seperti biasa.


"Benar juga. Tapi tetap saja aku menolak. Sudahlah, aku mau melanjutkan pekerjaanku." Ucapnya dan langsung fokus lagi pada komputer di depannya.


"Berarti Kana, yang kukatakan kau bermain di atas meja CEO, itu..."


"Bukan di atas meja, di atas ranjang CEO." Jawab Kana santai sambil tersenyum, dan berhasil membuat Bianna langsung berdiri menuju mejanya.


"Kana, sesekali ajaklah aku ke rumahmu. Pasti rumahmu bagus dan mewah." Pintanya sambil meletakkan tas di atas meja.


"Hm, baiklah. Kapan-kapan kalian kuundang ke rumahku." Jawab Kana. Tanpa Bianna tahu kalau rumah Kana dan Krishan sangat sederhana. Banyak tumbuhan di dalam maupun luar rumah.


Beberapa kali Krishan mengajak Kana pindah ke rumah yang lebih besar dan mewah. Lelaki itu juga meminta Kana yang menggambarkan rumah impiannya. Tetapi Kana menolak dan mengatakan bahwa rumah yang sekarang adalah rumah impiannya. Rumah yang penuh tumbuhan itu sangat membuat pikiran dan matanya segar. Taman di ruang tengah juga sering di datangi kupu-kupu, membuat Kana bahagia melihatnya. Apalagi itu adalah rumah pertamanya saat bersama Krishan, juga rumah saat Krishan masih buta. Dia sangat tidak ingin pindah.


~

__ADS_1


"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Krishan pada David dan Daniel yang baru saja datang ke ruangannya.


"Kami berhasil menangkap dua orang anggota yang ternyata dibayar besar oleh Arex untuk menggali informasi dari kita. Orang-orang itu sudah kubunuh." Tukas Daniel.


"Tetapi kita belum menemukan siapa tangan kanan Arex yang masih menjalankan misinya di sekitar kita." Jelas David lagi.


"Kau terlalu cepat membunuhnya."


"Apa? Kalau tidak bunuh, harus diapakan memangnya?" Tanya Daniel.


"Dijebak bersama tangan kanannya."


"Hah, sudah kubilang padamu supaya bertanya saja pada Yohan!" Pekik David dan Daniel hanya terdiam.


"Cari saja cara lain untuk menangkapnya. Aku yakin dia tidak jauh dari sini." Kata Krishan.


"Kira-kira apa yang bisa kami lakukan?"


"Jangan tanya aku. Kalian pemimpinnya sekarang."


Daniel menghela napas. Tidak ia sangka, menjadi pimpinan geng besar juga harus cerdas. Awalnya dia sangat senang saat diberi kuasa oleh Yohan. Tapi ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.


"Kau tahu, Krish. Zack, raja judi yang sering ke kasino kita, memberontak saat kali pertama dia harus kalah 7 miliar. Dia bahkan hampir tak memberi uangnya dan menjadi keributan besar saat itu." Daniel mengadu apa yang terjadi saat itu pada Yohan. Selama ini, rasanya Yohan selalu bisa mengendalikan orang-orangnya. Tapi saat itu Daniel, orang-orang banyak yang membantah dan dia cukup kewalahan.


"Jika dia begitu lagi, cabut saja kartu VVIP-nya." Jawab Yohan singkat dan mendapat anggukan dari Daniel.


Sean masuk ke ruangan dan langsung mendekat.


"Tuan, nona Sherly sudah ditemukan."


Krishan lega mendengarnya. Dia akan membuat perempuan itu bungkam.


"Bawa dia ke markas."


Sean mengangguk dan keluar dari ruangannya.


♡♥︎

__ADS_1


Boleh ga yaa Author tulis gini. Tapi.. Tolong Semangatin Author ya, lagi ada di fase malas nulis, nih🥲🥺


__ADS_2