Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Deep Talk


__ADS_3

...** Area Dua Satu Plus **...


"Masalah dengan Sherly, akan aku selesaikan dengan cepat. Beri aku waktu, Jia. Jangan tinggalkan aku seperti kemarin." Ucapnya lagi dengan wajah yang sangat memohon, membuat Kana luluh dengan tatapan itu.


Kana mencium bibir Krishan sekilas, dia mengerti dan sangat paham karena diapun tidak bisa melakukan apa-apa saat Krishan dipukuli oleh mereka.


"Aku mengerti. Tapi dengarlah aku, Krish." Kana menyentuh pipi Krishan dan menatapnya dalam. "Jangan pernah menyembunyikan apapun lagi dariku. Kau harus menceritakan semuanya, semuanya. Peraturannya adalah saling terbuka, dan dapatkan jalan keluarnya jika ada masalah, supaya kita tidak salah paham dan bisa tetap saling percaya."


"Aku janji akan ceritakan semua padamu. Soal diriku sebenarnya, namaku memang Krishan sejak lahir. Yohan hanya nama yang kubuat untuk diperdagangan ilegal. Dan aku juga sudah melepas Foldcury, menyerahkannya pada Daniel dan David. Saat ini, aku hanya memegang perusahaanku saja. Kau percaya padaku kan, Jia?"


Kana mengangguk dan langsung memeluk Krishan.


"Aku juga salah, maafkan aku, Krish. Kukira kau kembali pada Sherly."


"Aku tidak mungkin melakukan itu, Baby. Tidak mungkin." Tuturnya lalu mengecup Kana.


"Aku pernah mengalami hal yang sama, Krish. Dulu Noah juga sangat menyayangiku, aku bisa merasakannnya. Tapi dia juga mengkhianati aku. Jadi kupikir..."


"Aku bukan Noah." Sanggah Krishan langsung dan melepaskan pelukannya.


Kana tertawa kecil melihat wajah cemberut Krishan. "Hubunganku dengan Noah membaik. Aku sudah memberitahunya kalau aku sudah menikah denganmu." Jelas Kana supaya Krishan tidak salah paham nantinya.


"Baguslah, supaya dia tidak mengganggumu lagi."


Kana mengangguk. "Dia sudah seperti kakak bagiku."


Krishan langsung teringat dengan sakit Kana.


"Baby, apa mau berobat diluar negeri?"


Kana mengangkat alis. "Apa?"


"Kau mengunjungi dokter kandungan beberapa hari lalu. Aku tahu kau sakit."


Kana sudah tak heran lagi. Suaminya seorang yang hebat, hal seperti itu tidak perlu ditanya dia tahu darimana.


"Aku hanya perlu rutin minum obat dan banyak makan buah dan sayur saja."


"Kau yakin?"


Kana mengangguk. "Krish, aku juga mau bilang kalau aku sangat banyak menggunakan uangmu kemarin karena..."

__ADS_1


"Kau mau mengambil apa dariku, Jia? Aku akan memberikan semuanya padamu, bahkan seluruh tubuhku."


Kana mencebik. "Itu sih, memang karena kau yang suka."


Krishan tertawa lalu memeluk lagi istrinya.


"Aah.. rindunya.." ucap Krishan sambil terus memeluk Kana.


"Kita bisa melanjutkannya nanti, karena aku harus bekerja."


"Aku bosmu, baby. Kau hanya perlu bekerja denganku saja. Ayo, ikut aku." Krishan menarik tangan Kana.


"Kemana?"


"Bekerja." Jawabnya dengan senyuman nakal yang Kana sangat paham maksudnya.


~


Kana memandang sekelilingnya dengan takjub. "Uwah, aku tidak tahu kalau di kantor ada kamar sebagus ini."


Krishan tak menjawab, dia membuka jas dan dasinya sambil terus menatap Kana dengan senyuman. Ternyata, seperti itulah ekspresi Kana saat dia terkesima dalam hal apapun. Selama ini, mendengar suaranya saja sudah membuat perasaan Krishan tak menentu.


Krishan memeluknya dari belakang. Mengecup lembut puncak kepala Kana.


"Anything, baby. Katakan, apa yang kau inginkan?"


"Jangan bilang pada siapapun di kantor kalau kau suamiku. Juga jangan tunjukkan perilaku manis di depan orang-orang kantor. Kau bisa, kan? Aku hanya ingin mereka tetap menganggapku seperti karyawan biasa."


"Baiklah, aku akan bersikap seperti bos di depanmu. Bos yang mencintai karyawannya."


Kana membalikkan tubuh, menghadap suaminya. "Sudah kubilang, jangan seperti itu."


"Aku tidak tahu apakah aku bisa menahannya saat berhadapan denganmu diluar sana. Kau tahu kan, aku sangat sangat mencintaimu, Jia."


Krishan menempelkan dahinya di dahi Kana. "Aku.. sangat-sangat mencintaimu, istriku." Bisiknya lalu mencium bibir merona yang sejak tadi mengusiknya.


Kana membuka kancing baju Krishan, lalu memasukkan tangannya, meraba tubuh yang sangat ia rindukan itu.


"Kau merindukannya?" Bisik Krishan dan Kana pun mengangguk.


Krishan menggendong tubuh Kana, mengangkatnya menuju tempat tidur sambil terus mengecup bibirnya.

__ADS_1


Dia menghempaskan tubuh Kana di atas tempat tidur, membuka kemejanya sambil terus menatap Kana seperti bersiap untuk memangsanya.


Tangan Kana merentang, dia meminta Krishan datang padanya. Tanpa banyak bicara, Krishan pun mengungkung dirinya dan terus menatap wanita yang kini berada dibawahnya.


"Kau menyiksaku, Jia. Aku menahan ini sudah sangat lama." Bisiknya dengan wajah yang disukai Kana, sangat garang.


"Hukum aku, Krish.." Ucapnya dengan wajah yang sudah tidak bisa menahan hasrat.


Dengan cepat Krishan menaikkan kedua tangan Kana diatas kepalanya, menciumi bibirnya dengan sangat rakus. Krishan tidak sabar lagi. Biasanya dia mencium dengan lembut, tapi kini dia akan bermain dengan apa yang nalurinya inginkan. Hasrat dan gairah yang sudah menumpuk itu akan ia salurkan pada istrinya.


Kana menerima hukumannya dengan terbuka. Dia bisa merasa Krishan lebih garang dari biasanya. Tapi entah mengapa hal itu sangat ia nikmati saat ini, dia sangat menyukainya.


Krishan membuka baju Kana, kemudian melepas sesuatu yang menutupi gundukan indah istrinya. Dengan wajah lapar, Krishan menatapi kedua benda indah itu. Seperti inilah penampakannya selama ini, sangat indah. Dia langsung melahap keduanya secara bergantian, membuat istrinya itu mengerang nikmat sambil meremas rambut Krishan dan menekannya supaya Krishan lebih mendalami hisapannya.


Krishan menyibak rok Kana sampai ke atas, dia membuka dengan cepat celana seksi merah jambu itu.


Ah, ini dia, sesuatu yang paling membuatnya mabuk, Batinnya saat melihat inti kenikmantan itu mulai basah.


Krishan membuka tali pinggangnya dan mengikatkan tangan Kana ke atas kepala wanita itu, hingga membuat Kana terkejut namun menikmati saja apa yang Krishan suguhkan padanya.


"Supaya tanganmu tidak kemana-mana lagi. Nikmatilah ini. Aku akan membuatmu menjerit." Bisiknya sembari mengikat tangan Kana.


Wanita itu tersenyum senang, menikmati wajah Krishan yang tampak tidak bisa menahan lagi keinginannya. Wajah yang berbeda dari biasa karena kini dirinya bisa melihat semua tubuh indah Kana.


"Aah..." Kana membuka mulutnya, merasakan kenikmatan saat Krishan sudah memulai aksinya dibawah sana. Dia ingin sekali meraba tubuh kekar yang menindihnya, tetapi tangannya telah terikat di atas.


Kana menelan ludah karena tak kuasa dengan tubuh dan wajah Krishan yang amat menggiurkannya. Sementara Krishan terhenti sejenak dan terus menatapi wajah Kana yang mengerang tak sanggup menahan apa yang telah Krishan mulai. Tubuhnya menggeliat tak sabar.


Lelaki itu menghujamnya sekali lagi sambil terus menatap wajah Kana yang sesekali memejamkan mata karena nikmat. Kana membuka mata saat Krishan berhenti lagi, seolah ingin protes mengapa Krishan seperti tengah menghukumnya begitu. Krishan tersenyum miring saat Kana menunjukkan wajah dengan tatapan memohon supaya lelaki itu jangan menghentikan kenikmatan yang sangat dalam pada inti tubuhnya.


"Memohonlah padaku.." Ucap Krishan.


"Krish.." napas Kana terengah. "Kumohon, jangan berhenti." ucapnya dengan wajah yang lagi-lagi membuat Krishan tersenyum miring.


Krishan menciumi bibir Kana sambil memaju mundurkan area bawah tubuhnya, membuat perempuan itu tak dapat menahan suara indah yang selama ini Krishan rindukan.


Sungguh, Wajah Kana menjadi pemandangan indah yang tidak ia lihat saat bercinta dengan Kana sebelumnya. Cara wanita itu mengeluarkan suara indah pula membuat Krishan semakin mencintainya. Krishan akan membuat Kana terus memohon padanya, memohon supaya Krishan terus memberikan kenikmatan yang beberapa minggu ini tertahan di tubuhnya. Seperti itulah cara Krishan menghukum istrinya, membuat Kana tergila-gila padanya.


TBC


**Dah ya jangan banyak-banyak adegannya. Gak bagus buat jantung para jomblo**

__ADS_1


Oh ya, jangan lupa bantu kasih bintang utk novel ini, ya. Spread love buat pembaca garis keras🤍🖤💜



__ADS_2