Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Runaway


__ADS_3

Krishan duduk diam di atas brankar, dia akan menjalankan operasi tetapi suara Kana membuatnya kepikiran.


"Han, sudah waktunya kau masuk ke ruang operasi." Ujar David pada lelaki yang masih termenung itu.


"Mana Sean? Dia harus menemui Jia."


"Dia sedang diluar. Ada apa?" Tanya Daniel.


"Sherly pasti sudah mengatakan hal yang tidak-tidak pada istriku. Aku tidak bisa melakukan operasi ini jika Jia tidak setuju." Ucapnya tiba-tiba.


"Hei, kau sudah sampai disini. Apa kau mau membatalkannya? Kau lupa, apa yang sudah Felix dan Arex lakukan pada istrimu?? Bukankah kau harus membalasnya??" Daniel meyakinkan Krishan. Sebab dia juga membutuhkan pertolongan Krishan yang bisa melihat.


"Benar, Han. Kau bisa menjelaskannya nanti. Kau bisa membujuknya. Setelah melihatmu nanti, dia pasti akan berubah pikiran dan senang." Sambung David.


Krishan hanya diam. Dia jadi tidak yakin. "Jika Jia tidak suka, bagaimana?"


"Hah? Aneh sekali. Sherly meninggalkanmu karena kau buta. Apa mungkin istrimu malah meninggalkanmu karena kau bisa melihat?" Tanya Daniel tak percaya.


"Lakukan saja, kau sudah menandatangani surat itu. Bukankah kau belum tentu bisa dapat donor sampai sepuluh tahun ke depan? Bukankah kau bilang ingin balas dendam karena istrimu hampir diperkosa??"


Mengingat itu, Krishan membenarkannya. Dia sangat ingin balas dendam pada Arex bajingan itu.


"Kau bisa menjelaskannya pada istrimu nanti. Yang penting, kau harus segera bisa melihat dulu supaya tidak ada yang merendahkanmu lagi." Sambung Daniel.


"Kau benar. Aku akan melakukannya. Singkirkan Sherly dari hadapanku. Jangan biarkan dia dekat-dekat sampai aku keluar dari rumah sakit ini." Titahnya pada kedua temannya.


Krishan dibawa ke ruangan operasi. Di depan sana, David dan Daniel menunggu. Tak lama, Sherly datang.


"Bukankah sudah dibilang kau tidak boleh datang?" Tanya David yang berdiri menghalangi jalan Sherly.


Wanita itu menyimpan ponselnya. "Aku hanya ingin melihat Krishan, apa salahnya?"


"Pergilah sebelum kau diseret dari sini." Tukas David.


"Hei, manusia pengkhianat. Bukankah kau merebut perusahaan Krishan?? Kenapa malah kau yang ada disini??" Bentak Sherly.


"Siapa yang kau bilang pengkhianat! Aku hanya menjalankannya sementara. Besok juga sudah pindah tangan lagi. Sana, pergi!" David mengibas-ngibaskan tangannya ke arah Sherly.


"Apa maksudmu??"


"Apa lagi? Kau yang pengkhianat tahu apa? Krishan hanya mengalihkan perusahaannya padaku sementara. Dasar bodoh. Kau tahu kan, kesalahanmu apa?"

__ADS_1


Sherly melotot tak percaya. Jadi selama ini Shanprise tetap dipimpin Krishan??


"Hei, cepat usir orang ini!" David memanggil dua orang pengawal.


"Tidak perlu! Aku bisa sendiri!" Pekiknya kesal dan berlalu pergi.


Sherly berjalan sambil berpikir. 'Krishan tidak bangkrut? Astaga, hampir saja aku meninggalkan dia. Untung saja Krishan sudah mau menerimaku lagi.' Ucapnya dalam hati sambil bernapas lega.


Dia terhenti saat ponselnya berdering. Danny meneleponnya.


"Hm, apa?"


"Kau dimana? Aku mau bicara." Tukas Danny.


"Aku juga ingin bicara. Aku tunggu di tempat biasa sekarang." Ucapnya lalu menutup telepon. Dia akan mengakhiri hubungannya dengan Danny sekarang juga.


Sesampainya di tempat, Sherly dan Danny saling duduk berhadapan. Sejenak mereka saling berdiam karena masalah belakangan ini membuat mereka terus berperang.


"Sherly, aku tahu ujian sebelum menikah sangat besar. Aku minta maaf, aku akui aku terlalu pemarah. Mari kita percepat pernikahan kita."


"Tidak bisa. Aku ingin membatalkan pernikahan."


"Apa?! Kenapa??"


"Krishan? Astaga! Dia sudah bangkrut dan buta. Apa kau masih mau dengan lelaki penuh dengan kekurangan itu??"


"Tidak, sebentar lagi dia akan bisa melihat. Dia tengah operasi mata sekarang."


Danny mengerutkan alisnya. Ada sedikit kekhawatiran dalam hatinya jika Krishan bisa melihat, maka dirinya juga bisa diambang kehancuran.


"Kau tahu yang lebih penting? Krishan ternyata tidak bangkrut seperti yang kau ucapkan, dia hanya menyerahkan perusahaannya pada David. Besok Krishan akan sudah menjabat sebagai CEO lagi di Shanprise." Tukas Sherly dengan girang sementara mata Danny membulat.


"Tidak mungkin! Aku yang memegang perusahaannya dulu. Jelas-jelas sahamnya anjlok dan seseorang membelinya hingga menggusur Krishan sebagai CEO!"


"Entah juga, ya. Aku tidak tahu jalan ceritanya. Yang pasti, Krishan masih tetap kaya raya."


"Kau tidak bisa mempermainkan pertunangan seperti ini. Apa kata orang tuamu jika kau membatalkan secara sepihak begini??" Pekik Danny mulai berang.


"Aku pastikan orang tuaku akan senang dengan aku yang menikah dengan pemilik perusahaan Shanprise." Sherly berdiri bersiap untuk pergi.


"Hei, kau tidak tahu kalau Krishan itu monster!" Tukas Danny sambil ikut berdiri.

__ADS_1


"Astaga, apa lagi ini?" Sherly memutar bola matanya tanda tak peduli.


"Krishan itu adalah Yohan! Orang yang akan melakukan segala cara untuk kekuasaan! Kau dengar, kan, Yohan si pembunuh berdarah dingin. Dia itu Krishan! Itu sebabnya orang-orang berusaha mencelakainya karena balas dendam atas pembunuhan yang sering Krishan lakukan!!" jelas Danny secara terang-terangan di hadapan Sherly yang mematung.


"Kau bahkan tidak tahu karena dia menyembunyikan indentitas aslinya. Dia tidak mungkin mengakui itu karena siapapun pasti akan takut padanya!" Sambung Danny lagi. "Krishan adalah Yohan, pemilik K-Group yang selama ini menyembunyikan identitas aslinya."


"A-apa kau bilang?"


...○●○●...


"Nona, anda baik-baik saja?" Tanya Marry yang khawatir melihat perubahan wajah Kana.


"Baik. Aku akan membawa beberapa barang. Bisa bantu aku membereskannya?"


Marry mengangguk tanpa bertanya sebab ia berpikir Kana hanya akan membawa barang ke tempat dia dan Krishan tinggal.


Kana hanya tinggal berpikir cara pergi tanpa sepengetahuan para pengawal Krishan.


"Bi, aku akan mengajak para pengawal itu makan bersama. Apa bibi mau ikut?" Tanya Kana.


"Tidak, Non. Saya disini saja."


"Baiklah, aku pergi. Jaga diri baik-baik ya, Bi."


Marry tak menjawab, dia menatap Kana dengan bingung. Kenapa ucapan majikannya itu seolah akan pergi jauh saja.


"Hei, aku akan mentraktir kalian makan. Kalian mau, kan?"


Wajah mereka terlihat sumringah dan cerah.


"Kalian mau makan dimana?" Tanya Kana.


"Terserah pada Nona. Kami menurut saja." Ucap salah satu dari mereka.


Kana mengajak mereka ke salah satu tempat makan yang berlantai dua. Di dalam, Kana menyuruh mereka memesan apa saja yang mereka sukai. Dengan tawa dan canda riang mereka menyantap hidangan mewah di depan mereka.


"Aku ingin mengambil barang di mobil, bisa aku minta kunci mobil?"


Harits memberikan kunci tanpa bertanya, sebab barang-barang Kana memang ada di dalam.


Kana sejenak memperhatikan beberapa pengawal yang saling bercanda. Nampaknya sebentar lagi raut ceria mereka akan memudar saat mengetahui bahwa Kana kabur. Mungkin saja mereka juga akan dihukum oleh Krishan.

__ADS_1


Entahlah, Kana tidak peduli. Yang jelas, sebelum Krishan bisa melihat, dia akan pergi supaya lelaki itu tidak sempat mengetahui wajahnya.


Kana membayar tagihan para pengawal itu lalu mengambil barangnya di dalam mobil, menyetop taksi dan pergi menjauh dari sana. Dia tidak tahu harus kemana sebab Kana memang tidak punya tujuan dalam hidupnya. Saat ini, dia hanya perlu menjauh saja, agar Krishan pun tidak bisa menemukannya.


__ADS_2