Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Touch Me!


__ADS_3

Kana dan Alana tengah menikmati makan siang mereka bersama. Kantor Alana tak jauh dari Shanprise hingga mereka sering bertemu sebentar di jam makan siang.


"Aku tidak heran. Kan, dari dulu memang suka selingkuh. Kau saja yang otaknya miring hingga sulit dikasih tahu." Celetuk Alana yang baru mendengar cerita Kana.


"Bangsat memang, dia pasti meletakkan campuran perangsang di minumanmu, supaya dia bisa menidurimu." Lanjutnya lagi.


"Tapi kasihan, Alan. Dia jadi tidak ada pekerjaan." Sahut Kana sambil mengaduk minumannya dengan sedotan.


"Itukan, salahnya sendiri. Tapi Na, Ayahku juga begitu.."


"Kenapa ayahmu?"


"Kemarin Ibuku menelepon sambil menangis. Katanya, Ayah gagal naik pangkat dan gajinya dipotong sampai 40%."


"Hah? Banyak benar sampai 40%!" Kana terbelalak. Dia ingat gaji ayah Alana 120juta. Berarti akan dipotong sekitar 48juta. Tidak tanggung, batinnya.


"Kata Ibu, alasan KGroup memotong gaji ayah sangat tidak jelas. Mungkin ini ulah karyawan yang iri dengan kesuksesan ayahku." Tukas Alana.


"Benar, bisa jadi seperti itu. Duh, yang sabar, ya. Aku tidak paham sistem orang kaya. Kok, enak saja bisa pecat sana pecat sini, memangnya dia tidak memikirkan nasib karyawan itu? Kau tahu, kemarin yang satu divisik juga dipecat tanpa alasan jelas. Katanya, karena tuan Yohan itu tidak suka." Jelas Kana sambil menggebu, dia merasa ketidak adilan perusahaan pada karyawan.


"Noah juga, sudah bertahun-tahun disana, masa karena hal kecil langsung dipecat tanpa peringatan."


"Begitulah, kita ini hanya karyawan. Kau juga harus hati-hati, jangan sampai membuat masalah." Ucap Alana pada sahabatnya yang hanya mengangguk-angguk.


...♡♥︎♡♥︎...


Krishan duduk sambil melipat kakinya, dia merentangkan tangannya di sandaran sofa sementara mulutnya mengapit rokok yang menyala. Ada sesuatu yang perlu ia salurkan sekarang, tetapi harus tertahan lantaran istri yang masih belum bersedia padahal sudah 4 hari berlalu.


"Han, bagaimana menurutmu?"


Penjelasan Daniel sungguh tak masuk dalam telinganya karena tubuh Krishan yang kini meremang membayangkan tiap inci tubuh istrinya yang pernah ia ukur dengan lidahnya sendiri.


"Han!"


"Hm.."


"Kau tidak mendengarkanku?"


Krishan membuang rokok di mulutnya. "Aku merindukan istriku."


Daniel bengong, dia sudah menjelaskan panjang lebar tetapi Krishan malah mengabaikannya.


"Pulang saja, sana!" Kata Daniel kesal.


"Memang aku mau pulang." Krishan berdiri. Sean dengan hati-hati menuntun Krishan menuruni tangga.


"Aku mau menjemput istriku dulu."

__ADS_1


"Baik, tuan."


~


Krishan menunggu istrinya di dalam mobil. Padahal sudah jam pulang, tetapi istrinya itu belum juga muncul.


"Jia, aku di depan. Menunggumu." Ucapnya dari telepon.


"Oh, benarkah? Baiklah aku turun."


Krishan sudah menyusun rencana supaya istrinya itu takluk malam ini.


Kana membuka pintu mobil dan duduk disebelah suaminya. Terdengar hembusan napas panjang dari mulut Kana, mungkin dia berlari tadi.


"Krish, apa pengawal-pengawal itu kau yang menyuruhnya?" Tanya Kana.


"Iya."


"Untuk apa?"


"Untuk menjagamu."


Kana bersandar di kursi mobil, "orang-orang di kantor sangat penasaran dengan pengawal itu. Pasalnya sudah beberapa hari mereka berkeliaran di Shanprise. Aku melihat wajah-wajah yang juga ada di hotel, jadi aku pikir itu pasti suruhanmu."


Krishan tidak menanggapi, dia menyandarkan kepalanya di bahu istrinya dan memejamkan mata.


"Oke.." jawab Kana dengan cepat.


~


Kana membuka anggur yang dibeli Krishan. Nampaknya ini anggur mahal karena Kana belum pernah melihatnya sebelumnya.


"Woa, ini beda." Ucap Kana yang mencicipi anggur lalu menuangkan di gelas Krishan.


"Cobalah, ini enak."


Krishan tidak meminumnya, dia memilih mengunyah buah stroberi di depannya sambil menunggu reaksi obat yang sudah ia masukkan ke dalam anggur.


Kana menenggak lagi anggurnya, terasa nikmat hingga ia menghabiskan setengah gelas.


Dia menuangkan lagi.


"Krish, bagaimana menurutmu tuan Yohan itu?" Tanya Kana tiba-tiba. "Mulai banyak berita beredar tetapi langsung hilang. Mulai dari berita dia buta, punya kekasih simpanan, jatuh miskin, apa itu benar?"


Krishan tidak menjawab, dia hanya tidak sabar menunggu reaksi lain dari istrinya.


"Di kantorku sangat heboh karena belakangan berita tuan Yohan selalu hadir setiap hari dan tidak ada yang tahu kejelasannya."

__ADS_1


Krishan memutar anggur di tangan tanpa berniat meminumnya. Dia menghirup aroma anggur, sambil mendengar lagi bunyi air yang di tuang ke dalam gelas. Kana menenggaknya lagi.


"Aku sangat penasaran dengan Yohan sialan itu. Entah mengapa dia menjadi sangat misterius apalagi wajahnya tidak pernah di publish di media manapun."


"Kau tahu, Krish. Ayah Alana gagal naik jabatan dan gajinya dipotong 40%. Bukankah itu gila?"


Krishan nampak tidak peduli. Karena itu juga belum apa-apa mengingat Ibu Alana yang sombong dan sudah sangat kurang ajar, seharusnya dipecat. Tetapi lihatlah respon istrinya, tidak mungkin dia melakukan itu.


Kana mulai mengambil remot AC dan menurunkan suhunya.


"Ah, kenapa jadi panas?" Kana mengikat rambutnya lalu duduk di tepi ranjang sambil memijit-mijit tengkuk lehernya.


"Ini seperti..." Kana mengipas wajahnya dengan tangan. Dia kenal dengan perasaan ini. Persis seperti beberapa hari lalu.


Kana menatap Krishan yang tampak santai mengunyah buah. Kana mulai menyadari sesuatu dan curiga pada suaminya itu.


Dia berjalan mendekati anggur yang dia minum tadi, lalu mencium baunya. "Krish, apa kau menaruh sesuatu di dalam??"


Krishan tak menjawab, dia tersenyum kecil menatap lurus ke depan.


"Kau.. menaruh minuman perangsang???"


"Tidak. Aku yang buta ini mana bisa melakukan itu." Jawabnya santai.


"Lalu, aah.." Kana terduduk lalu menekuk lututnya seperti tengah menahan sesuatu.


"Mau kubantu?" Krishan tersenyum lalu berdiri. Dia duduk di tepi tempat tidur.


"Tidak, aku bisa melakukannya sendiri."


"Baiklah.." Krishan membuka bajunya, memamerkan tubuh yang ia tahu Kana menyukainya.


Kana berdiri, dia menatap Krishan yang berjalan santai menuju kamar mandi. Lelaki itu sangat sengaja menanggalkan bajunya. Kana yakin Krishan tidak sedang ingin mandi, dia hanya memancing Kana yang sudah mulai tidak bisa menahan hasratnya. Terlebih, Kana meminum anggur lebih banyak dari kemarin saat meminum minuman Noah.


Kana mengikutinya dari belakang, Krishan yang menyadari itu, tersenyum manis karena kini istrinya terperangkap dan ia takkan membiarkan wanita itu seperti kemarin.


Kana masuk dan langsung menutup pintu. Dia menatap Krishan dengan wajah kelaparan dan bersiap menerkam.


Dia merapatkan tubuh Krishan dengan tubuhnya hingga ke tembok kamar mandi, lalu dengan rakus menciumi bibir Krishan sambil tangannya membuka tali pinggang Krishan.


Dia membiarkan saja apa yang Kana lakukan sebab dia sangat menyukai Kana yang agresif seperti sekarang.


Krishan melenguh saat Kana mengusap benda yang telah mengeras dibalik celana kecilnya.


"Touch me, Krish." Lirih Kana sambil menuntun tangan Krishan ke dadanya, membuat kemenangan terukir di wajah Krishan.


"Aku akan membuatmu puas, sayang." Tukas Krishan lalu membalikkan posisi Kana yang kini ia sandarkan ke dinding dan memulai kekuasannya di tubuh Kana yang sejak tadi telah meremang.

__ADS_1


TBC


__ADS_2