
Kana masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Krishan sudah membuka seluruh pakaiannya.
"Jangan mengalihkan perhatian, Krish. Jawab pertanyaanku." Kana mulai terpikir hal buruk sebab ucapan Danny padanya tadi siang.
"Aku mengganti tatoku, Baby. Darahnya
mengenai singletku. Lihat!" Krishan menunjuk dadanya dan benar saja, bunga mawar kini diganti dengan gambar kepala tengkorak.
"Seram."
"Kau tidak suka? Seharusnya aku membawamu saja tadi."
Kana menghidupkan shower. "Suka, tato lamamu lebih seram." Ucapnya lalu membuka bajunya.
"Baby, apa mau melakukan sesuatu terlebih dahulu?" Krishan mendekat dengan tubuh yang basah.
"Not now, aku sangat lapar. Sekarang cepat menghadap tembok, aku akan membersihkan punggungmu."
"Tapi.."
"Cepat, Krish."
Dengan malas Krishan membalikkan tubuh, membiarkan istrinya membersihkan tubuhnya yang sudah terlanjur basah.
~
Krishan sudah memesan satu tempat untuk dirinya dan Kana. Tempat yang sama saat dirinya datang bersama Bastian.
Kana terkagum melihat ruangan kaca yang dihiasi banyak tanaman indah. Orang-orang yang duduk di meja luar bisa dengan jelas melihat mereka. Terlihat pula wajah-wajah perempuan yang takjub juga iri pada Kana karena kekasihnya mampu mengajaknya duduk di meja spesial nan mahal.
Dia ingat, waktu itu tempat ini juga dipesan seseorang. Namun sampai ia selesai makan dengan Bastian, Kana tidak juga melihat orang di dalamnya.
"Krish.."
"Ya, Baby."
"Apa kau pernah memesan tempat ini sebelumnya?"
"Ya, saat kau membatalkan janji makan malam kita."
Kana menunduk. Benar, berarti kenapa meja spesial malam itu tidak diduduki adalah karena Kana yang membatalkannya.
"Maafkan aku ya, Krish. Kau pasti sangat kecewa."
"Sudah tidak kupikirkan karena sekarang kau milikku. Apapun yang kau inginkan, aku akan berusaha mengabulkannya."
Kana tertegun, dia sangat beruntung bisa dicintai lelaki seperti Krishan.
Makan malam mereka berjalan baik. Sesekali Kana tertawa dengan gurauan receh Krishan. Dia menikmati malam itu. Apalagi Krishan terlihat sangat tampan mengenakan setelan jas abu.
Sean mendekati Krishan, dia berbisik dan setelahnya, Krishan berdiri.
"Ada apa, Krish?"
"Bisakah kau mengantar Jia?" Krishan menoleh pada tempat Sean berdiri.
__ADS_1
"Tapi tuan.."
"Lakukan perintahku. Antar istriku sampai ke depan hotel. Kirim penjaga di depan kamar sampai depan hotel. Kau mengerti?"
"Siap, tuan." Ucapnya pada Krishan. Kini dia beralih pada Kana. "Mari, Nyonya. Saya akan.."
"Jangan panggil Nyonya. Dia tidak suka." Potong Krishan.
"Mari, Nona. Saya akan mengantar anda."
"Sebentar, Krish. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
"Aku akan menceritakannya nanti, sayang. Aku janji. Sekarang dengarlah apa yang kuucapkan. Pulanglah dulu dan jangan keluar kamar sampai aku kembali."
"Tapi Krish, aku tidak bisa hanya mendengarkan tanpa tahu alasan." Jawab Kana kesal karena Krishan masih saja menyembunyikan sesuatu padanya.
"Jia, dengarkan selagi aku mengatakan dengan baik." Aura mengerikan yang pernah Kana rasakan muncul di wajah Krishan. Dia terlihat seperti orang yang menahan amarah.
Kana langsung mengambil tas dan pergi begitu saja.
Sean dan beberapa orang lainnya dengan cepat mengejar Kana. Tak ada kata, wanita itu dengan perasaan yang jengkel langsung masuk ke dalam mobil dan benar-benar menuruti apa yang Krishan katakan padanya.
Sementara Krishan sudah bersama pengawal lainnya menuju lokasi yang sudah didatangi oleh teman-temannya.
Krishan berjalan dengan cepat sebab dia sudah menghapal setiap jengkal markasnya.
Orang-orang membungkuk saat ia lewat. Lalu dengan cepat Daniel menghampirinya.
"Han, sudah tiga orang yang mereka sekap. Dua diantaranya sudah tewas. Mereka balas dendam karena aku dan David merusak server mereka. Juga mayat anggotanya yang kita kirim kemarin."
Krishan duduk lalu melonggarkan dasinya.
"Aku mempercayaimu. Buat dirimu ditangkap dan kirim sebanyak-banyaknya anggota kesana."
"Baik, bos. Akan saya laksanakan."
"Satu lagi. Aku mau kau menandai orang-orang disekeliling Arex."
Evan membungkukkan badan lalu berjalan melangkah keluar diikuti beberapa orang.
"Apa kita akan menjemput para sandra?" Tanya Daniel lagi.
"Tahan satu hari ini sampai Evan tertangkap. Aku mau kalian memancing agar Arex menangkap Evan."
Mereka mengangguk dan menuruti apa yang diucapkan Krishan.
Arex sudah berani terang-terangan menyerang karena dia tahu Krishan buta dan pasti sulit mengendalikan bawahannya. Arex lupa bahwa taktik lebih baik dari apapun.
...♡♥︎♡♥︎...
Krishan tak membangunkan Kana saat ia pulang. Apalagi dengan keadaannya yang sedang ada masalah, membuatnya enggan menyentuh Kana karena apabila terbangun, istrinya itu pasti langsung banyak pertanyaan yang membuat dirinya semakin pusing.
Namun di tengah malam, ponsel Krishan berdering. Dengan cepat dia meraba atas nakas. Krishan duduk di tepi tempat tidur sambil mendengarkan apa yang dikatakan orang seberang.
"Han, Evan sudah tertangkap. Sialnya, mereka tahu rencana kita. Evan ditusuk beberapa kali lalu dibuang di pinggir jalan. Kami sudah membawanya ke rumah sakit. Dia kritis."
__ADS_1
Krishan diam, dia mengepalkan tangannya.
"Cari penyusup dalam Foldcury!"
"Kau merasa ada penyusup? Astaga, yang benar saja."
Krishan mendengar pergerakan kasar di atas tempat tidur. Nampaknya Kana terbangun.
"Akan kuhubungi nanti." Ucapnya lalu menutup telepon.
Krishan membaringkan lagi tubuhnya. Dia meraba sampingnya yang ternyata kosong.
Krishan terus meraba sampai ke ujung tempat tidur dan dia mendapati tubuh Kana berbaring disana.
Krishan langsung memeluk istrinya dari belakang. Mencium rambut dan tengkuk wanita itu.
"Kau masih menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Kana dengan suara melemah karena kantuk.
"Baby, tidak ada yang kusembunyikan darimu."
"Kau terlalu sering berbohong. Menyingkirlah, aku tidak suka dipeluk olehmu."
Krishan semakin mengeratkan pelukan saat Kana mencoba melepas sampai wanita itu menyerah, membirkan saja apa yang Krishan lakukan hingga Kana tertidur.
~
Kana masih belum ingin bicara pada Krishan. Dia tidak mau diantar oleh suaminya dan memilih pergi diantar supir saja. Krishan sudah membujuknya namun Kana benar-benar tidak mau berbicara pada Krishan.
Saat di lobi, ponsel Kana bergetar. Dia menerima panggilan dari nomor tak dikenal.
"Halo."
"Apakah anda teman dari saudara Alana ?"
"Iya, benar."
"Maaf, Nona. Teman anda kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit Centrehealth. Bisakah anda kemari ?"
Kana ternganga. "Alana? Astaga. Baik, aku akan kesana sekarang." Kana berjalan cepat sampai pengawal menahannya.
"Nona, anda mau kemana? Mobil disana."
"Aku mau ke rumah sakit. Tidak perlu mengikutiku!" Tukasnya lalu menyetop taksi yang ada didekat situ.
Kana bergerak ke arah rumah sakit diikuti pengawal mereka dari belakang.
Taksi yang dinaiki Kana sangat kencang sampai mereka kehilangan jejak dan anehnya, taksi itu tidak berjalan menuju rumah sakit.
"Cepat lapor bahwa Nona diculik!!" Titah salah satu dari pengawal Kana. Mereka dalam masalah besar karena istri bos mereka kini dalam bahaya.
Tak lama, ponsel Krishan berdering. Dia mengangkat dengan tenang sampai mendengar apa yang dikatakan orang seberang, wajah Krishan langsung memerah.
"Bangsat! Bagaimana bisa!!" Pekik Krishan sampai Sean dan yang lainnya terkejut.
"Sean! Siapkan semua anggota dan cepat kirim mereka ke markas Arex! Tanya pada mereka plat taksi yang dinaiki istriku!!"
__ADS_1
Sean langsung mengerti dan melaksanakan apa yang tuannya katakan.
Tbc