Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
Save Kana!


__ADS_3

"Hahaha, luar biasaa!! Seorang Yohan mau datang sendiri demi menjemput istrinya." Felix tepuk tangan sambil tertawa lebar. Dia baru saja mendapat informasi bahwa Yohan akan datang sendirian sesuai permintaannya.


"Cepat, siapkan semuanya untuk menyambut tuan besar Foldcury! Aku sangat bersemangat karena tamu besar kita ini sebentar lagi akan kehilangan kekuasaannya. Hahaha."


Semua bawahan Felix mulai berpencar. Entah apa yang mereka sudah rencanakan, Kana hanya memikirkan nasibnya. Kenapa Krishan belum juga datang menyelamatkannya? Apa dia tidak tahu dan malah menganggapnya bekerja? Pasahal ini sudah malam.


~


"Kau yakin, Han? Apa tidak bisa kau pikirkan dulu caranya? Aku tahu kau selalu bisa berpikir jalan yang lebih bagus." Tukas Daniel khawatir. Sudah pasti Felix akan mencelakai Krishan.


Krishan duduk kursi kekuasannya sambil bersandar. Jari telunjuknya mengetuk-ngetuk pelan di pahanya. Dia tengah berpikir.


"Kita kesana dengan anggota, kita akan mengepung mereka. Jumlah kita jauh lebih banyak, kan?" Usul David.


"Benar, Han. Kita akan kepung dari atas juga dengan helikopter. Aku yakin mereka akan kalah." Sambung Daniel lagi.


"Istriku pasti masih mereka sembunyikan sekarang. Jalan seperti itu pasti sudah tertebak oleh mereka." Krishan kini berusaha berpikir dengan tenang. Dia sudah menghabiskan tenaganya karena mengamuk dan menghantam anak buah yang melalaikan tugasnya untuk menjaga istrinya.


"Sialan! Dia pasti mengincar sesuatu darimu!" Pekik Daniel.


"Jelas sekali dia ingin ambil alih Foldcury! Aku yakin itu! Memangnya siapa yang tidak tertarik!" Pekik David.


"Jangan sampai kau menyerahkan Foldcury! Aku tidak sudi!!" Sambung Daniel langsung.


Krishan tak menyahut, dia hanya berusaha berpikir supaya dia bisa menyelamatkan istrinya. Dia bahkan tak memikirkan apa yang saat ini diincar oleh Felix dan Arex.


Krishan mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia mulai marah pada dirinya sendiri lantaran kebutaan yang ia alami kini sangat mengusik dan mempersulit hidupnya.


'Kalau saja aku tidak buta. Kalau saja aku lebih cepat mendapatkan donor mata. Aku pasti bisa melindungi Jia.'


BRAK! Krishan membalikkan meja di depannya, membuat Danie dan David terperanjat. Berkas dan barang-barang di atas meja berhamburan.


"Han, kau tenanglah. Kami akan memikirkan cara lain." Tukas Daniel namun Krishan tak menanggapi, sebab dia tak bisa menunggu lagi dan jelas, apa yang diinginkan mereka adalah dirinya.


"Antar aku kesana!"


"Apa? Kau gila? Kau bisa mati!" Tukas David.


"Aku tidak peduli, sialan! Istriku akan diperkosa jika aku terlambat!!" Erangnya dengan mata memerah dan leher yang menegang. Bagaimana dia bisa menunggu sementara istrinya pasti sangat ketakutan dan berharap dia diselamatkan oleh suaminya.


Daniel meninju tembok dengan kesal lantaran dia pun tidak bisa berpikir lagi.


"Baiklah, dengarkan aku. Jalankan apa yang kuucapkan ini. Berhasil atau tidak, itu kembali ke diri kalian sendiri."


Setelah mendengarkan arahan Krishan, mereka mengangguk walau sepertinya agak beresiko.

__ADS_1


"Bagaimana kalau dia membunuhmu?" Tanya Daniel.


"Jalankan saja." Titah Krishan. Jika perang tembak terjadi, dia harus siap menerima resikonya.


Dan beberapa menit setelahnya, Krishan sudah berada tak jauh dari alamat yang dikirim oleh Felix. Krishan meraba jalan dengan tongkatnya. Dia sudah mempersiapkan diri, bagaimana pun dia lebih mencintai istrinya dari pada hartanya. Dia pula yakin bahwa Jia pasti akan menerima jika dirinya sudah tidak punya apa-apa. Bukankah dulu Jia juga tidak tahu kalau dirinya kaya raya?


"Tuan Yohan sudah sampaaaii" teriak seseorang dari atas gedung saat kaki Krishan memasuki pagar gedung.


Kana mendengar teriakan itu. Dia langsung melihat ke arah luar, ingin melihat wajah preman besar itu. Lalu, apakah tuan Yohan itu juga tertipu? Kenapa dia menurut saja? Kana bingung dan juga penasaran akan apa yang terjadi kedepannya nanti.


"Hero, luar biasa. Aku tidak menyangka suamimu itu akhirnya mau datang dengan susah payah demi menyelamatkanmu. Hahaha!" Felix membuka kain yang menutup mulut Kana. Kini wanita itu ia dudukkan di sebuah kursi tengah ruangan kosong.


"Kau akan menyesal atas apa yang kau lakukan padaku!" Ucap Kana dengan mata menyorot tajam.


"Hahaha. Ya, menyesal. Kenapa tidak dari dulu aku melakukan ini? Hahaha."


"Aku bukan istri Yohan! Kau salah orang!" Pekik Kana sambil berusaha melepas ikatan tangannya di belakang.


"Kami hampir tidak pernah salah informasi. Lagipula jelas sekali dia pernah menolongmu, kan? Sepertinya dia sangat mencintaimu sampai rela datang sendiri. Hahaha. Tolong kerjasamanya, Nona. Kami hanya ingin sedikit saja dari kekuasaan suamimu itu." Felix tertawa riang lalu dia keluar menemui Krishan yang sudah di depan pintu.


"Selamat datang, tuan Yohan yang terhormat. Senang bisa bertemu lagi. Hahaha." Dia memerintahkan bawahannya memeriksa Krishan lalu membawanya masuk ke dalam kamar, berhadapan dengan Kana yang masih terikat di atas kursi.


"Krish!" teriak Kana sedikit lega, akhirnya Krishan datang menyelamatkannya.


Kana diletakkan di atas sofa. Tangannya diikat kiri dan kanan pegangan sofa itu. "Heii, apa yang kalian lakukan, sialan!!" Pekik Kana.


Mendengar jeritan Kana, Krishan ikut geram. "Sialan! Kalian apakan istriku!!" Pekiknya dengan mata yang membulat.


Felix masih bisa merasakan aura mengerikan dari Yohan, tetapi karena melihat fisik Yohan, perasaan takutnya berangsur memudar dan kini, dia meremehkan laki-laki yang ia akui kehebatannya dulu.


"Hahaha. Tidak kami apa-apain, kok. Hanya disiapkan posisi bercinta yang nikmat saat kau memberontak, maka anggotaku sudah bersiap untuk menghujamnya. Hahahaha."


BRAK! Krishan melemparkan dengan keras tongkatnya ke arah suara Felix tertawa dan benar saja, lelaki itu merintih kesakitan saat kepalanya terhantam ujung tongkat Krishan.


"Sialaan!!" Pekik Felix dan suara senjata dikokang terdengar di sekeliling Krishan.


BRUK! Felix menghantam wajah Krishan hingga lelaki itu terjatuh.


"KRIISSHHH!!" Teriak Kana yang melihat sudut bibir Krishan sudah mengalirkan darah.


"Wah, drama suami istri yang saling mencintai akan segera kita saksikan."


"Aku sudah memenuhi janji. Cepat lepaskan istriku!" Tukas Krishan mulai bangkit.


Felix tertawa lebar. "Cepat bawa kemari surat itu!" Titahnya pada bawahannya.

__ADS_1


Felix mengambil sebuah amplop dan mengeluarkan isinya.


"Tidak perlu banyak basa-basi. Aku mau kau menyerahkan Foldcury padaku. Aku ingin perdagangan besar yang kau kelola kini ada di tanganku. Setelah itu, aku akan melepaskan istrimu."


Krishan sudah menebaknya. Foldcury memang diincar banyak orang karena kekuasaan yang ada di dalamnya.


"Baiklah. Aku akan memberikannya asal kau melepaskan istriku."


"Wah, luar biasa cintamu pada istrimu itu ya, hahahaha." Felix mentitah anak buahnya untuk membubuhkan sidik jari Krishan di berkas itu.


"Cepat lepaskan istriku."


"Hoho, sabar dulu. Apa tidak terlalu buru-buru? Bisa kita main-main dulu?" Felix tersenyum jahat.


Dia mengambil sebilah kayu lalu menghantam tubuh Krishan hingga tergeletak.


"KRISSSHH! Kau gilaa!! Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, kaan!!" Teriak Kana yang napasnya tercekat melihat Krishan rubuh di atas lantai.


"Yah, kau benar. Tapi, aku masih sangat dendam pada lelaki sialan ini."


BRUK!!


Satu pukulan lagi mendarat saat Krishan mulai bangkit. Kana menjerit saat darah mengalir dari kepala Krishan.


"Cukuuupp!! Kumohon cukupp!!" Jerit Kana sambil menangis. Bagaimana dia bisa menyelamatkan suaminya itu?


"Lepasskan aku! Lepas, sialan!"


Felix mendekati Kana yang tangannya masih terikat. "Kau mau suamimu itu kulepaskan? Layani aku."


"Bangsattt!" Krishan berdiri dan langsung dihantam dari belakang oleh bawahan Felix. Dia terjatuh lagi, lalu kepalanya di injak hingga Krishan hanya bisa mengerang.


"Ayolah, layani aku sekali. Aku sudah bergairah saat melihat isi bajumu. Hahaha."


"Aaaaaaah." Kana menjerit saat Felix menindih tubuhnya.


"Krishaan, tolong.. aaaa.." Kana menangis sejadi-jadinya. Tidak pernah terpikirkan olehnya saat ia akan diperkosa bahkan di depan suaminya sendiri.


Sementara Krishan tidak bisa bergerak. Darahnya mendidih mendengar teriakan Kana. Tetapi seluruh tubuhnya ditahan oleh banyak orang. Kepalanya bahkan ditekan sangat kuat dengan dua kaki.


"Krisshh.." Napas Kana terengah. Entah apa yang dilakukan bajingan itu, Krishan tidak tahu. Rahangnya mengeras, mata yang memerah itu mengeluarkan air. Krishan menyesali keadaannya yang teramat lemah. Mendengar rintihan Kana saja sudah sangat menyakiti hatinya.


"BRENGSEKK!! BAJINGAN SIALAN! MENJAUHLAH DARI ISTRIKUUU!!" Teriaknya dengan sekuat tenaga, mencoba bangkit namun orang-orang itu malah memukulnya hingga kepalanya menghantam lantai dengan keras. Krishan terdiam atas ketidakberdayaannya, sampai air mata mengalir dari sudut matanya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2