Menikahi Lelaki Tunanetra

Menikahi Lelaki Tunanetra
A Big Swindler


__ADS_3

"Krishan adalah Yohan, pemilik K-Group yang selama ini menyembunyikan identitas aslinya." Jelas Danny pada Sherly yang terlihat kaget.


"A-apa kau bilang?"


"Kau tahu kan, Yohan itu siapa? Tidak seperti yang orang-orang kenal sebagai pengusaha hebat. Dia sebenarnya penjahat, pelaku kriminal terbesar!"


Sherly menarik senyum sebelah kirinya. "Bukankah itu hebat? Aku akan menikah dengan tuan besar pemilik K-Group. Ini sungguh berita besar."


"Hei! Kau tidak tahu dia membunuh banyak orang demi ambisinya menjadi penguasa??!"


"Semua orang pasti melakukan sedikit kejahatan untuk mencapai keinginannya, kan? Kau juga begitu. Mengkhianati sahabatmu demi mendapatkan aku." Ucap Sherly tersenyum cerah, melambaikan tangannya pada Danny yang semakin berang dengan ucapan Sherly.


"Ah, aku lupa." Sherly balik lagi dan meletakkan cincin di atas meja. "Kalau aku boleh memberi saran, kau dekati saja mantan kekasih Krishan. Dia juga dicampakkan. Aku tahu kau menyukainya saat bertemu di malam pertunangan kita. Sesama orang yang dicampakkan, kurasa kalian cocok."


Sherly melenggak-lenggok berjalan penuh keceriaan. Baginya, hari ini adalah hari yang paling membahagiakannya.


...♤♠︎♤♠︎...


Krishan sudah selesai operasi. Namun dokter belum menyarankan dirinya untuk segera membuka perban di matanya. Dia harus bersabar sampai 7 hari supaya keadaan mata benar-benar membaik.


Krishan tak menyangka bisa selama itu. Dia mengira bisa langsung melihat setelah dijalankannya operasi.


"Ini harus dibuka dalam 3 hari." Titah Krishan.


"S-saya akan usahakan, tuan." Ucap dokter itu.


"Beri dia obat terbaik. Jangan pikirkan soal biaya." Tukas Daniel.


"Baik, tuan. Kami akan berikan yang terbaik untuk tuan Yohan. Kalau begitu, saya permisi."


Setelah dokter itu pergi, Daniel duduk disebelah ranjang Krishan.


"Kau tenang saja. Felix masih aman di sel bawah tanah. Kau harus pulih dan membalaskan dendam pada mereka." Ucap Daniel yang sudah sangat marah, tetapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa sendiri.


"Bagaimana istriku."


"Aman. Seperti biasa." Jawab Daniel asal. Sebab dia juga tidak mendengar kabar yang buruk.


"Istrimu pergi ke rumah. Kata Marry, dia makan sedikit lalu pergi dengan wajah masam." Sahut David yang baru masuk.


"Bisa kau bawa dia kemari?" Pinta Krishan.


"Aku akan menyuruh anggota membawanya kemari."


"Hubungkan aku dengannya." Titah Krishan. Dia tak sabar ingin mendengarkan suara Kana. Dia juga berhutang banyak penjelasan pada istrinya itu. Krishan sudah sangat menantikan ini, melihat wajah istrinya dan bisa melanjutkan pernikahan yang sudah sering ia bayangkan.


"Tidak aktif."


"Coba sekali lagi."

__ADS_1


"Nomornya tidak aktif." Ucap Daniel lagi.


"Tunggu saja. Dia akan kemari beberapa menit lagi." Sambung David.


"Kau istirahat saja dulu. Jika dia sudah datang, aku akan membangunkanmu." Daniel dan David keluar ruangan.


Tak bisa dipungkiri, mereka merasa sangat banyak perubahan yang terjadi pada sahabat mereka. Terlebih Yohan yang sangat mencintai istrinya. Padahal saat bersama Sherly tidak sampai seperti itu.


Sementara Krishan masih duduk bersandar di ranjangnya. Pikirannya kini dipenuhi oleh istrinya. Dia merindukan harum dan suara manja Kana yang selalu menjadi kesenangan tersendiri di telinganya. Belum lagi berbagai ancaman lucu yang Kana layangkan jika Krishan menggodanya. Sungguh dia sangat merindukan istrinya itu.


Dia berharap dalam hatinya, semoga saja Kana mau memaafkannya. Dia akan meninggalkan Foldcury demi kehidupan yang lebih baik bersama istrinya itu. Hanya saja, saat ini dia harus menyelesaikan beberapa hal termasuk melenyapkan perusahaan saingan yang sudah berani menghina dia dan istrinya.


...◇◆◇◆...


"Hei, bangunnn!!"


Kana dengan malas membuka mata. Dia menutupnya lagi setelah melirik jam di dinding.


"Astaga, anak ini!"


BRUK! Kana terjatuh saat tubuhnya digulingkan dari atas tempat tidur.


"Aiissss! Apa, sih!" Teriaknya sambil berdiri dengan rambut yang acak-acakan.


"Kau tidak bekerja, apa?? Lihat jam, tuh!" Pekik Alana yang sudah berpakaian rapi.


"Aku sedang melarikan diri. Dasar!"


"Alan, please jangan kasih tahu siapapun kalau aku disini, ya." Pintanya sambil duduk di tepi tempat tidurnya.


Alana memandangnya dengann bingung. Sejak kemarin Kana datang dengan wajah yang basah, menangis semalaman dan membuat Alana tidak menagih cerita apapun. Hanya membiarkan sahabatnya itu menyelesaikan tangisnya sampai ia tertidur.


"Aku janji akan cerita. Tapi kumohon jika ada yang bertanya, kau harus pura-pura tidak tahu." Lanjut Kana.


"Kau mau mengurung di rumah terus?" Tanya Alana dan Kana hanya mengangguk. Karena anggota Krishan yang banyak pasti membuatnya sulit keluar.


"Ya sudah. Aku pergi."


"Dadaah, belikan aku KaEfChi pulang nanti, yaaa.." Teriak Kana sambil melambaikan tangannya.


Kana diam sejenak, menatap ponsel yang sejak kemarin ia matikan. Satu sisi, ia sangat penasaran dengan kabar Krishan. Apakah operasinya berjalan lancar, apakah dia sudah bisa melihat sekarang?


Kana mengusap wajahnya. Rindu, itu yang ia rasakan saat ini. Apalagi biasanya ia tidur dipeluk oleh Krishan, merasakan lengan kekar pria itu, mendengarkan napas hangatnya, juga suara seksi Krishan saat tertawa. Tapi, bagaimana orang seperti itu adalah Yohan, orang yang jika namanya saja disebut sudah membuat Kana bergidik ngeri. Dan ternyata, dia adalah Krishan yang hangat saat bersamanya.


Kana sendiri masih merasa sangat berat menerima keadaan suaminya yang seorang penjahat kelas kakap. Belum lagi Krishan yang menerima bantuan Sherly. Seolah dia tidak mau mendengarkan kerisauan Kana. Jika dia menerima, sudah pasti Krishan tidak begitu menyayangi Kana. Dia seorang Yohan, sudah pasti berganti pasangan adalah kebiasaannya.


"Ayolah, Kanazya. Kau pasti bisa." Ucapnya sambil menuju dapur untuk mengisi perutnya. Sakit hati juga membutuhkan energi yang banyak supaya bisa terus hidup dan menebus kebodohannya selama ini. Batinnya.


~

__ADS_1


Alana pulang dengan membawa satu bucket ayam goreng dan juga alkohol. Malam ini mereka akan pesta di rumah.


"Mantaapp!! Ini seperti dulu yang sering kita lakukan, kan!" Kana langsung menyantap ayam goreng tanpa melihat wajah Alana yang tampak prihatin melihat temannya itu.


"Sekarang, ceritalah dengan jujur. Ada apa sampai kau minggat begini. Bukannya kau bilang suamimu itu sangat sayang padamu?" Alana sudah tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya sejak kemarin.


Kana langsung diam, ayam goreng yang baru sekali gigit langsung ia letakkan.


"Aku percaya padamu, jadi kau jangan bilang pada siapa-siapa, ya."


Alana mengangguk, lalu menuang minuman ke gelasnya dan Kana.


Wanita itu meneguk minumannya, lalu mulai bercerita panjang lebar tentang siapa Krishan, juga bantuan Sherly yang diterima Krishan.


Sontak penjelasan Kana membuat Alana terbengong.


"K-kau.. istri tuan Yohan..??"


"Mengerikan, bukan? Aku malu menyebut diriku istri seorang sepertinya." Ucap Kana sambil meneguk minumannya lagi.


"Bukan, bodoh. Kau istri pemilik K-Group yang pemiliknya tidak pernah ter-publish. Bukankah ini luar biasa??" Alana melotot heran pada Kana. Padahal Yohan adalah orang hebat, tetapi dia malah lari karena status itu.


Kana menganga. Tak menyangka dengan jawaban sahabatnya.


"Dia penjahat kelas atas! Kau mau aku dibunuhnya jika bersalah??"


"Apa itu benar? Aku pikir itu hanya gosip yang dibuat untuk menjatuhkan perusahaannya."


"Benarlah! Aku hampir mati karena dua kali diculik saat mereka tahu aku istri Yohan!" Pekik Kana.


"Tapi, Na. Aku rasa dia memang menyayangimu. Jika tidak, dia takkan mau datang hingga membiarkan dirinya dihina dan digebuki seperti itu saat menolongmu." Jelas Alana.


"Tetap saja, dia malah menerima bantuan perempuan gila itu. Perjanjiannya juga disetujui. Artinya saat ini mereka sudah sah menjadi pasangan, kan. Bahkan pernikahanku dengannya juga tidak tercatat dalam negara. Jadi kupikir, dia pasti bisa dengan mudah mencampakkanku." Ucapnya dengan raut sedih. Matanya menatap minuman di tangannya.


"Kau kan, belum tahu. Kau hanya lari karena kesal Krishan menerima itu. Padahal bagus juga dia menerimanya. Masalah janji, kan bisa saja dikhianati."


"Mana mungkin. Dia sudah menandatangi kontrak. Sherly juga tidak bodoh, memberikannya begitu saja." Sahut Kana.


"Hahahah." Alana malah terkekeh sampai memegangi perutnya. "Heii, bukannya kau bilang Yohan itu penipu besar, ya? Aku rasa dia juga tengah menipu wanita gila itu. Hahaha."


"A-apa?"


"Aduh, Kana. Kau ini.." Alana menggelengkan kepala tak percaya. "Selain Sherly, kau juga tertipu rupanya."


Kana menatap Alana yang masih terkekeh. Memang benar kalau suaminya itu Yohan, tapi bukannya dia juga sudah mengatakan perjanjian dari Video yang dikirim Sherly?


...♡♥︎♡...


Halo, terima kasih banyak selama ini sudah mendukung. Jangan lupa Vote dan Beri rating terbaik untuk Novel ini, ya.🤍

__ADS_1


Jangan lupa baca karya Author yang lain^^


__ADS_2